Dompu, Lensa Post NTB - Orang yang peduli dengan anak-anak yatim akan menjadi orang yang mulia di dunia hingga akhirat. Di dunianya hartanya menjadi berkah. Sedangkan di.akhirat, ia akan menempati surga yang dekat dengan Rasulullah Saw. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw (yang terjemahannya): "Saya dengan orang yang mengurusi anak yatim seperti ini di dalam surga," sabda beliau sembari berisyarat dengan jari tengah dan jari telunjuk beliau. Hadits itulah yang menginspirasi dan memotivasi banyak kalangan untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial memberikan santunan bagi anak yatim. Acara buka puasa bersama anak yatim juga termasuk salah satunya.
Seperti yang dilaksanakan di Lingkungan Polo Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja Kabupaten Dompu pada Jum'at sore (1/6) kemarin. Sebanyak 50 anak yatim diundang khusus oleh Komunitas Kejora Peduli dalam kegiatan buka puasa bersama. Kegiatan diawali dengan tausiyah agama oleh Prof. Dr. Mansyur H. Gani (Guru Besar di Universitas Negeri Makassar).
Ketua Komunitas Kejora Peduli, Bije mengatakan bahwa acara buka bersama anak yatim merupakan rangkaian dari kegiatan sosial yang dilakukan selama bulan suci Ramadhan 1439 H ini. "Alhamdulillah dalam bulan puasa ini kami juga telah menyalurkan bantuan untuk para lansia miskin, orang yang menderita sakit berat bahkan juga kepada mu'allaf," kata tokoh LSM yang masyhur dengan sapaan Kejora Paramitha ini. Menurutnya, do'a anak-anak yatim amatlah mustajab, karena itu salah satu cara untuk mendapatkan do'a-do'a yang baik dari anak yatim adalah melalui kegiatan sosial menyantuni anak yatim. Ditambahkannya, kegiatan sosial berupa pemberian santunan kepada kaum lemah (dhu'afa') termasuk anak yatim bukan hanya dilaksanakan di dalam bulan puasa ini, tetapi telah berlangsung sejak lama.
Disebutnya ada sejumlah dermawan di Bumi Nggahi Rawi Pahu ini yang dengan tulus dan ikhlas menyisihkan sebagian rezekinya untuk sekedar meringankan beban bagi orang-orang yang kesusahan. "Kalau saya sih hanya menyalurkan saja. Ada beberapa orang dermawan yang selama ini selalu mengulurkan tangannya memberi bantuan tetapi mereka tidak mau disebut-sebut jati dirinya," ungkapnya.
Di antara para donatur itu, lanjutnya ada yang berprofesi sebagai guru, ada yang sebagai PNS di salah satu instansi pemerintahan, ada yang istri seorang dokter, dan ada juga yang menjadi pengusaha salon. "Bahkan ada juga yang ekonominya pas-pasan tetapi senang membantu orang lemah. Saya sangat berterima kasih kepada beliau-beliau yang punya hati untuk menolong," ujarnya sembari berharap dengan momentum bulan suci Ramadhan ini semakin banyak kaum dermawan yang sudi menyisihkan hartanya untuk berbagi terhadap orang-orang miskin."Orang-orang miskin yang perlu dibantu masih sangat banyak apalagi di desa-desa," akunya. (EMO - Biro Dompu)

Komentar

