![]() |
| Dandim 1608 Bima saat pimpin kesepakatan Islah |
Bima, koranlensapos.com**Pertikaian Dusun Tangga Baru dan Dusun
Tanjung Baru Desa Tangga Baru Kecamatan Monta Kabupaten Bima NTB beberapa waktu
lalu berdampak pada saling menyerang antara
warga dalam satu Desa tersebut. Upaya damai berbagai pihak, diantaranya
Komandan Kodim 1608 Bima untuk meredam situasi panas yang terjadi sejak awal
kejadian, membuahkan hasil. Minggu pagi (4/3/2018) kemarin, Dandim 1608 Bima,
Letkol Inf. Bambang Kurnia Eka Putra bersama Muspika Kecamatan Monta berhasil
memediasi kesepakatan islah warga Dusun Tangga Baru dan Tanjung Baru,
sedikitnya 300 warga hadir dilapangan bola Desa setempat persis tempat kejadian
pembunuhan untuk dimediasi. Menurut Dandim, bahwa saat ini Warga dalam satu
Desa tersebut sepakat tidak ada lagi pertikaian diantara mereka dan sesungguhnya
warga menyadari bahwa mereka satu Desa hanya beda Dusun saja, mereka menyesal
apa yang mereka lakukan selama ini, dan berjanji tidak akan membuat langkah-langkah
yang merugikan untuk kedepannya nanti, kata Dandim mengutip pembicaraan kedua
belah pihak.
Dandim melanjutkan, bahwa
dengan adanya islah ini, mereka dapat melakukan aktivitas seperti biasa, tanpa
ada rasa takut dan kekhawatiran dengan Warga Dusun sebelah. Begitu pula Dandim
dan Muspika memberikan keyakinan kepada warga, bahwa kasus ini serahkan
sepenuhnya kepada institusi hukum yang berwenang, jadi masyarakat jangan takut
untuk menjadi saksi. Dandim juga menegaskan
bahwa setiap perkara pidana pasti ada konsekwensi hukumnya, setelah diberikan
pemahaman seperti itu, akhirnya mereka siap dan menerima, berapapun mereka
diperiksa oleh polisi, mereka tidak akan mengganggu proses yang akan berjalan. Begitu
pula dengan warga Dusun Tangga baru, merekapun sepakat untuk tidak lagi
menyerang dan mereka siap menjadi saksi, urai Dandim.
Dandim 1608 Bima juga
mengomentari, bahwa “Pengalaman adalah guru yang terbaik, tetapi apa iya kita
harus mengalami dulu baru bisa kita mempelajari, kita bisa melihat pengalaman
yang terjadi pada orang lain dan pengalaman yang terjadi pada tempat lain, dengan
adanya contoh seperti ini, kita sangat mengharapkan agar masyarakat juga bisa
bisa belajar dari berbagai hal yang pernah terjadi sebelumnya, penyelesaian
dengan cara bijak, kalau memang ada permasalahan selalu ada penyelesaiannya
secara hukum atau dengan yang lain, tapi tidak dengan cara penyelesaian menurut selera dan caranya
masing-masing” tutup Dandim menyarankan. (Sukur)

Komentar

