Viral Lagi, Mobil Ambulance Muat Ibu Hamil Tabrak Sapi di Kota Bima -->

Kategori Berita

.

Viral Lagi, Mobil Ambulance Muat Ibu Hamil Tabrak Sapi di Kota Bima

Koran lensa pos
Minggu, 19 April 2026

 

Mobil ambulance bernomor plat EA 9066 YY yang memuat ibu hamil bertabrakan dengan sapi di depan Kantor Imigrasi Kota Bima pada Minggu sore (19/4/2026)


Kota Bima, koranlensapos.com - Minggu lalu di Desa Muku Kecamatan Belo Kabupaten Bima terjadi peristiwa kecelakaan lalu lintas. Seekor sapi bertabrakan dengan satu unit mobil. Akibat kerasnya benturan menyebabkan bagian depan mobil warna putih itu ringsek berat.

Peristiwa itu menjadi sangat viral karena dalam sebuah unggahan video, pemilik sapi itu meminta agar mengganti kerugian yang dialaminya. Mulanya pengendara mobil menolak atas perlakuan yang dinilainya tak adil itu. Namun ia tak bisa berbuat apa-apa karena pemilik sapi mengancam akan membakar mobil tersebut bila tuntutannya tak dipenuhi. Akhirnya dengan berat hati, pengendara mobil itu menyerahkan uang satu juta rupiah kepada pemilik sapi.

Peristiwa yang ditimbulkan akibat pelepasan sapi sscara liar ini kembali terjadi pada Minggu sore (19/4/2026) sore tadi. Satu unit mobil Ambulance dengan muatan ibu hamil yang hendak dibawa ke RSUD Bima bertabrakan dengan sapi. Tempat Kejadian Perkara (TKP) bukan di wilayah perkampungan, melainkan di dalam kota. Tepatnya jalan kembar di depan Pasar Ama Hami atau depan Kantor Imigrasi Kota Bima. 

Peristiwa itu terjadi dalam waktu yang singkat. Seekor sapi tiba-tiba berlari kencang melintas di badan jalan. Dalam waktu bersamaan, mobil ambulance berkecapatan tinggi melintasi jalur itu dari arah selatan. Kecelakaan lalu lintas pun tak dapat dihindari. Sopir mobil ambulance tak mampu lagi mengendalikan kemudi yang akhirnya menabrak sapi itu.

Akibat kejadian itu, sang ibu hamil dipindahkan segera ke kendaraan lain agar segera dibawa ke RSUD Bima. Sedangkan penumpang lain yang menjadi keluarga pasien mengaku trauma atas kejadian itu. 

Dari berbagai peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi, para peternak diminta kesadaran mereka untuk mengandangkan sapi-sapi milik mereka.

"Jalan raya itu bukan tempat lalu lalangnya sapi. Sapi itu tempatnya di dalam kandang," tegas seorang warga. (emo).