Bali,
koranlensapos.com**Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam)
Jenderal TNI (Purn) H. Wiranto, SH menyatakan “hormat” dan mengaku siap menjadi
Dewan Penasehat Ikatan Media Online (IMO) Indonesia. Hal tersebut diungkapkan
Wiranto saat memberikan sambutan sekaligus menutup acara Rakernas I
IMO-Indonesia di Hotel Puri Saron Seminyak, Badung, Bali, Rabu (14/2). Pada kesempatan
teraebut Wiranto menjelaskan, keberadaan organisasi seperti IMO-Indonesia
sangat strategis dan memang sudah seharusnya ada saat ini. Harus ada organisasi
yang fokus pada Media Online dan keberadaanya merupakan keniscayaan. Ancaman
terbesar saat ini bukan berasal dari kekuatan senjata, melainkan dari media
sosial, salah satunya adalah hoax atau berita bohong yang dapat meluluhlantakan
bangsa ini. “Jadi, kalau ada anak-anak bangsa yang membuat organisasi seperti
IMO yang siap melawan Hoax, saya bangga dan sangat mendukung,” tegasnya.
Imbuh Wiranto, tantangan yang ada saat ini
sangat berbeda, ketika dirinya menjadi Menko Polhukam 17 tahun yang lalu.
Karena ada perubahan-perubahan konstelasi politik global maupun perubahan
karena kemajuan teknologi yang menimbulkan satu kemajuan komunikasi yang sangat
cepat. “Sehingga ada hoax, ada cyber attacks, lalu ada ujaran
kebencian yang mudah lewat internet. Ini semuanya satu perubahan lingkungan
yang harus kita ketahui bersama dengan teman-teman,” jelas Wiranto. Indonesia
harus tahu tantangan yang dihadapi, ancamannya, siapa pesaingnya dan
kekuatannya. Dengan demikian, Indonesia akan mampu membuat konsep untuk
memenangkan persaingan global yang sangat ketat. “Apalagi masuk jaman now, yang
tua-tua juga harus menyesuaikan, karena pemikiran anak-anak milenial berbeda.
Harus out of the box. Saya Beri apresiasi bahwa apa yg dilakukan IMO merupakan
terobosan untuk Indonesia dalam berkompetisi.” Tegasnya.
Sebelum menutup acara Rakernas I
IMO-Indonesia, Wiranto berharap keberadaan IMO tidak sesaat, tapi
berkelanjutan. Alasannya, komitmen IMO-Indonesia sangat penting dalam memerangi
Hoax, sekaligus mempererat persatuan. “Kita harus bersatu memerangi Hoaxs dan
segala macam ancaman bagi negara, karenanya saya menyatakan diri, saya siap
menjadi Dewan Penasehat IMO-Indonesia. Tapi dengan syarat tetap komitmen dan
menjaga fakta integritas,” tegas Wiranto. Selesai menutup acara Rakernas I IMO
Indonesia, disematkan kepada Menko Polhukam Wiranto Jas uniform IMO-Indonesia
oleh Ketua Umum IMO-Indonesia, Yakub Ismail. Wiranto memberikan sertifikasi secara
simbolis kepada 5 DPW yang dilantik dalam Rakernas. Sementara Ketua Umum
IMO-Indonesia, Yakub Ismail mengungkapkan, bahwa “Rakernas ini digelar hanya
100 hari kurang 13 hari setelah dideklarasikan 27 Oktober 2017, dan bersyukur
acara berlangsung sukses sesuai harapan bersama,” tutup Yakub. (klp-Sukur)

Komentar