Lana Yamauchi, Gadis Cilik Inspiratif Asal Jepang, Bangun Skatepark di Lakey

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Lana Yamauchi, Gadis Cilik Inspiratif Asal Jepang, Bangun Skatepark di Lakey

Koran lensa pos
Senin, 09 Januari 2023

 

Lana Yamauchi saat menerima Piagam Penghargaan dari Bupati AKJ bersama Ketua TP PKK Ny. Lilis Suryani (atas). Lana Yamauchi bersama kedua orang tua dan adiknya didampingi Kabid Promosi, Rudi Purtomo menemui Wabup H. Syahrul Parsan (bawah)

Dompu, koranlensapos.com - Usianya baru 15 tahun. Tapi memiliki ide besar ingin memajukan Dompu, terutama di bidang pariwisata, pendidikan dan olahraga.

Ia adalah Lana Yamauchi. Gadis cilik asal negeri sakura. Lana telah 2 (dua) tahun tinggal di Pantai Lakey Desa Hu'u Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu NTB.

Hebatnya, gadis belia ini menguasai 4 (empat) bahasa yakni Bahasa Inggris, Jepang, Bahasa Indonesia dan Nggahi Dompu.
Lana Yamauchi bersama anak-anak Lakey


Lana Yamauchi adalah pemilik skatepark di Lakey yang merupakan satu-satunya di NTB. Skatepark merupakan arena permainan di daratan untuk mempelajari tekhnik-tekhnik dasar surfing (berselancar) dengan menggunakan papan skateboard. Para pemula sebelum terjun di arena surfing sesungguhnya yakni di tengah gelombang laut yang meliuk-liuk, terlebih dahulu harus mempelajari tekhnik-tekhnik dasar berselancar di arena skatepark.

Kabid Promosi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu, Rudi Purtomo menyebut pembangunan Skatepark itu digagas oleh Lana Yamauchi 2 tahun yang lalu. Untuk membangun skatepark itu, Lana yang waktu itu masih berusia 13 tahun berhasil mengumpulkan donasi dari Jepang hingga mencapai Rp. 400 juta


Lana membangun skatepark itu bermula dari permainan skateboard yang ia lakoni  bersama teman-temannya anak-anak Hu'u di jalan raya. Jelas saja bermain skateboard di jalan raya sangat berbahaya. Lalu muncul ide Lana untuk membikin skatepark.

"Karena uang dia dan orang tuanya tidak cukup, lalu dia upload aktivitasnya di website Jepang dan akhirnya dapat donasi 400 juta rupiah," kata Rudi Purtomo.

Pembangunan skatepark kini sudah rampung. Mimpi besar hendak diwujudkan si gadis cilik ini. Ia berkeinginan dari Dompu bagian selatan itu akan lahir atlet-atlet skateboard yang akan berlaga hingga ke tingkat olimpiade.
Skatepark yang dibangun oleh Lana Yamauchi

Untuk mewujudkan mimpi besarnya itu, atlet skateboard tingkat dunia Sky Brown hendak diundangnya datang ke Dompu. Lana ingin Sky Brown melatih anak-anak Lakey supaya kelak menjadi atlet skateboard pula.

Sky Brown adalah Juara Dunia Skateboard pada Olimpiade Tokyo 2020 lalu. Usianya saat itu baru 11 tahun, tetapi ia berhasil meraih medali pada even internasional itu. Uniknya lagi Sky Brown adalah anak perempuan. Sedangkan skateboard umumnya didominasi anak lelaki.

Lana juga berkehendak agar skatepark yang baru dibangunnya itu lebih bagus lagi sehingga lebih menarik semangat anak-anak Lakey untuk berlatih. Sisi lain yang tidak kalah pentingnya, meningkatkan kunjungan wisata ke Lakey.

Selembar piagam diterima Lana Yamauchi dari Bupati Dompu, H. Kader Jaelani pada hari Rabu, 4 Januari.2023 lalu. Piagam iti sebagai tanda penghargaan dari pemerintah atas ide-ide kreatifnya bagi kemajuan Dompu.

 . 
Bupati pada kesempatan itu berharap ada kerjasama dengan Lana untuk membuat Skatepark di seputaran kota. kalau tidak di Arena Pacuan Kuda, pilihannya di Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang akan dibangun di SD 02 dan lapangan bola Karijawa itu.



Kabid Promosi, Rudi Purtomo mengaku sangat optimis. Ide-ide brilian gadis cilik Lana Yamauchi ini akan menjadi motivasi bagi anak-anak Lakey. Keberadaan skatepark sangat strategis untuk pengembangan keolahragaan skateboard di Lakey. Di sisi lain keberadaan skatepark akan menghidupkan kembali gairah kepariwisataan di Lakey. Para investor akan melirik Lakey untuk membangun hotel dan homestay dengan mencari lokasi yang berdekatan dengan skatepark itu. Skatepark akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara untuk mengunjungi Lakey. Apalagi video tentang keberadaan skatepark tersebut telah disebarluaskan oleh majalah Stab, yaitu majalah surfing dunia yang memiliki subcriber hingga jutaan netizen.

"Sebagai informasi sekarang ini para bule yang datang ke Lakey tidak hanya datang membawa papan surfing tetapi juga papan skateboard karena di Lakey sudah ada skatepark," kata Mas Pur, sapaan pria yang belasan tahun pernah menemani deburan ombak dahsyat Pantai Lakey itu. (emo).