Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

DP3AP2KB Kabupaten dan DP3A Kota Bima Studi Banding ke Dompu, Ini Rangkaian Kegiatannya

Rabu, 24 November 2021 | 7:08 AM WIB Last Updated 2021-11-23T23:12:51Z

 



Dompu, koranlensapos.com - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten dan DP3A Kota Bima melakukan kegiatan studi banding ke DP3A Kabupaten Dompu pada hari Selasa (23/11/2021) mulai pukul 10.00 Wita.

Rombongan dari DP3AP2KB Kabupaten Bima yakni Hj. Sitti Romlah, MM (Kabid Perlindungan Perempuan) dan 
Raodah SST Gz.M.Kes (Kabid Perlindungan Anak) beserta sejumlah Kepala Seksi dan staf. Sedangkan dari DP3A Kota Bima yang hadir Kepala Dinas H. Lalu.Sukarsana, S. IP beserta Sekretaris, Kabid dan Kasi. Hadir pula perwakilan dan Bappeda Kota Bima.
Kehadiran rombongan tamu dari dua daerah tetangga itu disambut oleh Bupati Dompu yang diwakili oleh Asisten I H. Burhan, SH, Sekretaris DP3A Kabupaten Dompu, H. Sirajuddin, SH, bersama para Kepala Bidang, Kepala Seksi serta para staf di kantor tersebut. Hadir pula perwakilan dari Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu. Sedangkan Kepala Dinas P3A Kabupaten Dompu Hj. Daryati Kustilawati, SE., MM tidak berada di tempat karena pada saat bersamaan sedang mengikuti Rapat Koordinasi di Tingkat Provinsi NTB.



Kunjungan tamu dari dua daerah tetangga itu untuk melakukan pembelajaran terkait gebrakan yang dilakukan Pemkab Dompu sehingga bisa meraih penghargaan peringkat madya menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) dan peringkat Utama Anugerah Parahita Ekapraya (APE).


Kabid Pemberdayaan Perempuan Dan Pemenuhan Hak Anak DP3A Kabupaten Dompu Zulkarnain, M. Ph mengawali paparannya dengan menyampaikan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Dompu. Adapun Visi adalah Mewujudkan Masyarakat Dompu yang MASHUR (Mandiri, Sejahtera, Unggul dan Religius). Visi tersebut dituangkan dalam 6 (enam) Misi. 

Sedangkan ranah tugas DP3A Kabupaten Dompu pada misi keempat yaitu Meningkatkan Mutu Pelayanan Pendidikan, Kesehatan, Transparan, Partisipatif dan Berkeadilan.
"Strategi kami di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yaitu memiliki komitmen yang besar dalam upaya mewujudkan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Dompu. Terutama dukungan yang luar biasa dari Bapak Bupati kami," kata Zul.


Sinergitas, komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dengan OPD dan lembaga terkait merupakan kata kunci dari semua upaya tersebut di atas. 

Meski dengan ketersediaan anggaran yang terbatas, namun bisa terlaksana dengan baik karena terciptanya sinergitas, komunikasi, koordinasi.dan kolaborasi yang intens dengan berbagai elemen. Misalnya dengan TP PKK, GOW, Dharma Wanita, LPA, YBC, media, Kemenag, serta dengan OPD.terkait seperti Bappeda dan Litbang, Dinas Kesehatan, Dinas Dukcapil, DPKAD, DLH, dan lainnya.

Dikatakannya penilaian APE tidak bisa dilepaskan dengan dokumentasi dan penyusunan program kegiatan serta pelaporan. Karena itu peran operator sangat penting dalam hal ini.


Kabid Kelembagaan dan Gender, Hj. Nurjayanti, M. Ph juga mengemukakan soliditas dan sinergitas yang telah dilakukan. Dikatakannya keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk berbuat. Salah satu kiatnya adalah mengadvokasi penggunaan Dana Desa untuk pembentukan Forum PUSPA (Partisipasi Publik Untuk Perlindungan Perempuan dan Anak) dalam upaya terwujudnya kegiatan ramah anak serta pengarusutamaan gender (PUG) di tingkat desa. Walhasil ada 12 desa yang telah mendukung program ini dan telah mengalokasikan DD untuk kegiatan-kegiatan di atas.
Bukan hanya itu, DP3A juga membantu kesulitan-kesulitan yang dihadapi di tingkat desa dalam menyusun program-program ramah anak dan responsif gender sehingga bisa selaras dengan program-program pemerintah mulai dari pusat hingga daerah. Bukan hanya itu, Pengurus Forum PUSPA di tingkat desa juga diajak untuk melakukan studi banding ke Kota Bandung Jawa Barat untuk melihat secara langsung upaya dan kiat yang dilakukan daerah lain dalam mewujudkan program ramah anak dan reaponsif gender.

Disebutnya pula kolaborasi dengan media juga intens dilakukan sehingga semua kegiatan dan program kerja DP3A Kabupaten Dompu dapat dipublikasikan.

Tidak terkecuali pula sinergitas dengan Perguruan Tinggi lokal juga terjalin dengan baik. Bahkan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sudah dimasukkan dalam Mata Kuliah Dasar. 

Koordinasi dan sinergitas juga intens dilakukan dengan berbagai organisasi wanita. Selain PKK, GOW, dan Dharma Wanita Persatuan, juga dengan Bhayangkari Polres Dompu, Persit Kodim 1614/Dompu, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Kejari Dompu, Pengadilan Negeri Dompu dan lainnya. Baik dalam kegiatan sosialisasi, seminar, maupun dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. 

Senada disampaikan pula oleh Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak, Muhammad Fadilah, SE., M. Si. 

"Sinergitas menjadi kata kunci bagi kami dalam bekerja. Karena kami tidak bisa bekerja sendiri," ucapnya.

Dijelaskan Fadilah program sinergitas lain yang dilakukan adalah terbentuknya Gerakan Terpadu Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (Gardu Tangkas Perak) di beberapa desa dan kelurahan. Demikian juga program PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat). Dalam upaya preventif mencegah terjadinya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta pendampingan dalam penanganan kasus kekerasan yang terjadi bekerja sama dengan psikolog, LPA maupun LBH Guru Tani.


Kegiatan kunjungan dilanjutkan dengan mengunjungi Sekretariat PUSPAGA di Gedung Dharma Wanita, Taman Ramah Anak yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu, dan terakhir di Sekretariat Forum PUSPA "Marada Bersinar" di Desa Marada Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu.


Forum PUSPA "Marada Bersinar" dalam pelaksanaannya bersinergi dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) "Istana Angin Laut" yang diketuai oleh Nurhasanah, S. Pd (Ibu Nana).


Dalam kunjungan di Forum PUSPA "Marada Bersinar", Kepala Desa Abdullah Idris memaparkan tentang pengalokasian dana desa untuk terselenggaranya program Forum Puspa. Sedangkan Wakil Ketua Forum PUSPA Nurhasanah, S. Pd menjelaskan tentang kolaborasi program Forum Puspa dengan PKBM. Antara lain dalam program pemberdayaan kaum wanita di desa tersebut sehingga bisa menghasilkan produk-produk makanan lokal tetapi bernilai jual nasional bahkan internasional. Sementara Ketua Forum PUSPA "Marada Bersinar" Siti Hajar  menerangkan sejarah pembentukan Forum PUSPA pada 2019 lalu. Ia menyebut Kecamatan Hu'u secara keseluruhan marak terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, pernikahan dini dan kasus bunuh diri. Berkat keberadaan Forum Puspa, semua itu bisa diminimalisir karena anggota Forum Puspa yang berjumlah 24 orang berpartisipasi aktif melakukan upaya-upaya pencegahan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan dengan DP3A Kabupaten Dompu. 
Kegiatan diakhiri dengan mengunjungi tempat wisata Pantai Lakey. (emo).
×
Berita Terbaru Update