Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Niat dan Semangat Tinggi, Putri Bara Hafal Al-Qur'an 30 Juz dalam 4 Bulan

Jumat, 05 Februari 2021 | 5:21 AM WIB Last Updated 2021-02-04T21:23:09Z
                           gambar ilustari


Dompu, koranlensapost.com - Peribahasa Arab mengatakan "Man Jadda Wajada" (barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkan hasilnya).

Peribahasa Indonesia juga menjelaskan "Di mana ada kemauan pasti ada jalan".

Kedua peribahasa di atas sangat tepat untuk menggambarkan tentang seorang gadis asal Desa Bara Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB. Ia bernama Intan Nursyahbaratin, anak kedua dari pasangan Syahrul dan Nurjannah. Oleh teman-temannya ia biasa disapa Intan. Tetapi keluarga dekatnya memanggilnya dengan nama Ratin.

Kesungguhan niat dan keinginan Ratin untuk menjadi seorang Hafidzah (penghafal Al-Qur'an) akhirnya terwujud. Terutama juga berkat dukungan dan doa restu dari kedua orang tuanya. Hanya 4 (empat) bulan lamanya ia bersungguh-sungguh agar bisa menghafal Al-Qur'an. Pondok Pesantren Tahfidz  Daarul Huffadz Indonesia (DHI) Bogor. Itulah yang menjadi tempat ia berguru selama 4 bulan dan akhirnya bisa menghafal Al-Qur'an hingga selesai 30 juz itu.
"Ratin berangkat ke pondok bulan Agustus dan selesai hafalannya 30 juz di bulan Desember (2020). Targetnya 6 bulan tapi 4 bulan sudah selesai," ungkap sang ibu Nurjannah.

Ratin mengungkapkan semangatnya untuk menghafal Al-Qur'an bermula saat ia menempuh pendidikan SMP di Ponpes Tahfidz Abu Hurairoh Mataram. Di sana ia baru menghafal 8 (delapan) juz. Setelah tamat SMP, ia melanjutkan pendidikan di SMKN 1 Dompu Jurusan Perkantoran. 
Usai menamatkan pendidikannya, dia tidak ingin kuliah tetapi tekadnya sudah bulat untuk bisa mengkhatamkan hafalannnya hingga 30 juz.

"Saya merasa kewajiban belum selesai sehingga saya mohon izin ke orang tua untuk berangkat ke pondok supaya bisa hafal Al-Qur'an," tutur Ratin.

Muroja'ah (mengulang-ulang) hafalan Al-Qur'an. Itulah yang menjadi keseharian bagi Ratin. Kecintaannya terhadap Al-Qur'an telah membuatnya selalu memanfaatkan waktu-waktunya untuk muroja'ah. Baginya tiada hari tanpa muroja'ah.

"Setelah khatam 30 juz berarti kita sudah kontrak dengan Allah untuk muroja'ah sampai mati," ucapnya.

Ia mengemukakan dengan muroja'ah banyak keutamaan yang bisa diperoleh. Di antaranya rasa kecintaan terhadap Al-Qur'an sebagai Kalamullah semakin terpatri di dalam hati sanubari dan akan semakin menguatkan hafalannya (mutqin). Di sisi lain pahala berlipat ganda akan selalu dituliskan bagi orang-orang yang selalu mengisi waktunya siang dan malam untuk membaca Al-Qur'an. Keridhoan Allah pasti akan selalu dicurahkan kepada orang-orang yang selalu bersama Al-Qur'an.
"Hidup kita di dunia ini sementara. Nggak ada gunanya kita hidup kalau kita tidak dapat ridho-Nya Allah. Dengan Al-Qur'an kita bisa menggapai ridho-Nya Allah. Kalau Allah sudah ridho semua urusan kita akan dipermudah oleh Allah," jelasnya.


Memakaikan mahkota bagi kedua orang tuanya di surga dan bisa mensyafaati orang-orang dekatnya di akhirat kelak. Itulah yang memotivasi diri Ratin untuk bisa mengkhatamkan hafalan ayat-ayat dari Kitab Suci Al-Qur'an yang mulia itu.

"Al-Qur'an itu sahabat kita sesungguhnya. Dia akan menolong kita di akhirot kelak. Bukan hanya kita sendiri tetapi juga kita bisa menolong oramg tua dan orang-orang terdekat kita," urainya. (AMIN).

×
Berita Terbaru Update