Festival Literasi Dompu 2026 Resmi Dimulai -->
✕

Kategori Berita

.

Festival Literasi Dompu 2026 Resmi Dimulai

Koran lensa pos
Selasa, 03 November 2026

 

Bupati Dompu, Bambang Firdaus membuka Festival Literasi Dompu 2026 yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu



Dompu, koranlensapos.com - Festival Literasi Dompu tahun 2026 resmi dimulai. Bupati Bambang Firdaus membuka kegiatan tersebut pada Selasa (3/11/2026).

Festival Literasi Budaya Dompu tahun 2026 ini akan berlangsung selama 3 hari hingga 5 November 2026. Temanya “Literasi Maju, Dompu Cerdas: Sains, Budaya da Kreativitas untuk Masa Depan.” 

"Tema ini mengandung pesan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan mengakses, memahami, mengolah, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi serta pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari," demikian kutipan sambutan tertulis Bupati Bambang saat membuka acara tersebut.


Dijelaskan BBF, literasi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat yang literat akan memiliki wawasan luas, mampu berpikir kritis, mengambil keputusan secara tepat, serta lebih siap menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam menghadapi revolusi industri 5.0. 

"Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Dompu dalam RPJMD Tahun 2025 2029, yait “Terwujudnya Kabupaten Dompu yang Maju, Sejahtera, Religius, Berkeadilan dan Berbudaya," paparnya.

Dikemukakan Bupati, penguatan literasi juga mendukung arah kebijakan pembangunan daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan inovatif serta pelayanan publik yang prima, sekaligus berkontribusi terhadap Misi Ketiga, yaitu menjamin peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualita serta perlindungan sosial yang optimal. 

"Karena itu, membangun budaya literasi merupakan tanggung jawab kita bersama. Keluarga harus menjad tempat pertama tumbuhnya kebiasaan membaca. Sekolah harus menjadi lingkungan pembelajaran yang mendorong rasa ingin tahu dan kreativitas. Sementara itu, perpustakaan harus terus bertransformasi menjad ruang belajar, ruang berkarya, dan ruang pemberdayaan masyarakat," urai Bupati.


Bupati menegaskan literasi juga harus menjangkau berbagai bidang, termasuk literasi digital, informasi, sains, budaya, dan keuangan. Dengan kemampuan tersebut, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, menyaring informasi, serta mengembangkan potensi diri. 


Lebih lanjut Bupati menerangkan, Kabupaten Dompu memiliki kekayaan alam, sejarah, tradisi, dan kebudayaan yang menjadi identitas serta kebanggaan daerah. Kekayaan tersebut harus terus dikenalkan, dipelajari, didokumentasikan, dan diwanskan kepada generasi berikutnya. 

"Dalam hal ini, saya memandang bahwa literasi dan kearsipan memiliki hubungan yang sangat erat. Literasi memperluas pengetahuan dan wawasan masyarakat, sedangkan arsip merekam perjalanan, identitas, kebijakan, serta memori kolektif suatu daerah,"ujarnya.


Menurut Bupati, arsip bukan sekadar tumpukan dokumen atau berkas yang disimpan di ruang penyimpanan. Arsip merupakan bukti autentik pelaksanaan kegiatan pemerintahan, sumber informasi, bahan pertanggungjawaban, dan memori kolektif bangsa serta daerah. 

Karena itu, penyelenggaraan kearsipan harus dilaksanakan secara tertib, sistematis, dan berkelanjutan. Setiap perangkat daerah harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam menciptakan, menggunakan, memelihara, serta mengelola arsip sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

"Kita juga harus merespons perkembangan teknologi melalui transformasi digital pemerintahan, termasuk pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Tenntegrasi atas SRIKANDI. Penerapan aplikasi ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola persuratan dan arsip dinamis yang lebih efektif, efisien, terpadu, dan akuntabel," kata Bupati.


Dilanjutkan Bupati, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Dompu dalam memperkuat budaya literasi dan meningkatkan tertib penyelenggaraan kearsipan, pada kesempatan in diluncurkan Lima Gerakan Literasi dan Kearsipan Kabupaten Dompu. Prosesi peluncuran ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis oleh Bupati Dompu. 


PERTAMA, GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS). 

Gerakan Literasi Sekolah merupakan upaya membangun budaya gemar membaca dan memperkuat kemampuan literasi peserta didik sejak dini pada seluruh jenjang satuan pendidikan di Kabupaten Dompu. 

"Melalui gerakan ini, kita mendorong pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai setiap hari sekolah, penguatan perpustakaan dan pojok baca, penyediaan bahan bacaan yang layak dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, serta keterlibatan aktif guru dan orang tua," terangnya.

KEDUA, GERAKAN PERPUSTAKAAN GOES TO SCHOOL. 

Gerakan Perpustakaan Goes to School merupakan upaya mendekatkan layanan perpustakaan kepada peserta didik melalui kolaborasi antara perpustakaan daerah dan satuan pendidikan. Gerakan ini dilaksanakan melalui wisata perpustakaan, optimalisasi layanan perpustakaan keliling, membaca nyaring, mendongeng, kegiatan bertutur, serta berbagat aktivitas edukatif yang menyenangkan. 

KETIGA, GERAKAN LITERASI DESA (GLD). 

Gerakan Literasi Desa merupakan upaya membangun budaya literasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Gerakan ini diarahkan pada pembentukan dan penguatan Tim Penggerak Literasi Desa, pengaktifan perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, rumah baca, serta pengembangan kegiatan literasi yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat. 

KEEMPAT, GERAKAN DONASI BUKU. 

Gerakan Donasi Buku merupakan gerakan kolaboratif untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan serta meningkatkan ketersediaan koleksi perpustakaan. Melalui gerakan ini, kita mengajak perangkat daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, komunitas literasi, dan seluruh masyarakat untuk berpartisipasi menyumbangkan buku yang layak baca. Buku-buku yang terkumpul selanjutnya dikelola dan disalurkan kepada perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, rumah baca, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan. 

KELIMA, GERAKAN SRIKANDI AKTIF. 

Gerakan SRIKANDI Aktif merupakan upaya memperkuat transformasi digital pemerintahan dan mewujudkan tertib pengeloiaan arsip di lingkungan Pemenntah Kabupaten Dompu. Gerakan ini mendorong kewajiban penggunaan dan pengoptimalan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi atau SRIKANDI pada seluruh perangkat daerah dan kecamatan, khususnya dalam penyelenggaraan persuratan kedinasan dan pengelolaan arsip dinamis secara elektronik. 


"Saya menegaskan bahwa keberhasilan kelima gerakan ini memerlukan komitmen dan kerja sama seluruh pihak. Saya meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu untuk mengoordinasikan pelaksanaan, melakukan pendampingan, serta melaksanakan pemantauan dan evaluasi secara berkala," pintanya.

Bupati juga mengajak kepada para pimpinan perangkat daerah, camat, kepala desa, dan lurah, untuk mengambil peran nyata sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. 

"Kepada para kepala sekolah dan guru, mari kita hidupkan budaya membaca. Kepada orang tua, biasakan anak-anak mencintai buku sejak dini. Kepada pegiat literasi, komunitas, dunia usaha, dan seluruh masyarakat, mari kita perkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan," ajak Bupati Bambang.


Mengakhiri sambutan, Bupati berharap Festival Literasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang edukasi, kreativitas, apresiasi, dan kolaborasi yang membenkan manfaat nyata bagi masyarakat. 

"Kepada anak-anak dan generasi muda Dompu, teruslah membaca, belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri. Jadilah generasi yang berpengetahuan, berkarakter, kreatif, serta bangga terhadap budaya daerah," pesannya.


Pada Upacara Pembukaan Festival Literasi Dompu 2026 ini ditampilkan pula tarian 'DOMPU MANTIKA' oleh Sanggar Madantana Kabupaten Dompu. 

Sanggar Madantana telah mengharumkan nama Kabupaten Dompu dan Provinsi NTB melalui berbagai penampilan di tingkat nasional maupun internasional, di antaranya pada Bali Culture Festival 2026, Gebyar Budaya Indonesia di TMII Jakarta 2026, dan Nusantara International Folklore Festival Ubud Bali 2026, serta menjadi penata tari kolosal Ou Balumba yang melibatkan 22.000 penari pada Lakey Festival 2025, juga prestasi membanggakan lainnya. 

Tari Dompu Mantika menggambarkan Kabupaten Dompu sebagai negeri tiga peradaban yang kaya akan potensi alam dan warisan budaya leluhur. Melalui perpaduan gerak kreasi baru yang tetap berpijak pada pakem gerak tradisional Dompu, tarian ini memperkenatkan pesona Wonderful Dompu, mulai dari tradisi, wisata alam, kain tenun, hingga kuliner khas daerah. 


Pada momen tersebut juga Bupati bersama Pimpinan FORKOPIMDA melakukan penyerahan Hadiah Lomba Literasi. Di antaranya lomba perpustakaan desa terbaik, lomba bertutur Tingkat SD/MI, dan lomba resensi buku koleksi perpustakaan daerah. 

Juara 1 Perpustakaan Desa yakni Desa Soriutu disusul Perpustakaan Kuncup Mekar Desa Mangge Nae sebagai juara 2 dan Perpustakaan Desa Ranggo juara 3. Sedangkan 
Juara Harapan1 Perpustakaan Desa Tembalae, Juara Harapan 2 Perpustakaan Desa Bakajaya dan Juara Harapan 3 Perpustakaan Desa Sorisakolo.


Sedangkan Pemenang Lomba Resensi Buku:

Kategori SMP/MTs:
 Juara 1 M. Ryaas Faraputra dari MTSN 1 Dompu, Juara 2 Ince Nasywa Juhana dari SMPN 1 Woja dan Juara 3 Nadin Leony dari SMPN 1 Hu'u. 

Kategori SMA/SMK/MA:  Juara 1 Zahra Aurora Gatrunnada dari SMA IT Imam Bukhari, Juara 2 As Nazmatul dari SMK KREATIF WE SAVE dan Juara 3 Niswah Mumtajah Fauziah dari SMAN 1 Dompu.

Lomba Bertutur (Tingkat SD): Juara 1: Keisha Ulfairah dari SDN 19 Dompu, Juara 2: Raija Jusran Sadid dari SDN 20 Dompu dan Juara 3: Putri Fatimah Az Zahra dari SD IT AL HILMI,  Juara Harapan 1 : Aisyah Shidqiyah dari SDN 05 Hu'u,  Juara Harapan 2: Putri Syakira dari SDN 30 Woja,  Juara Harapan 3: Assyifa Bilqis Maharani dari SDN 01 Dompu.

 Juara Favorit : Putri Aila Varisya dari SDN 35 Dompu, Intan Mutia dari SDN 7 Kilo, Adera Azzahra dari SDN 9 Woja, dan Khofifa dari SDN 27 Dompu.



Selain memberikan penghargaan kepada para peserta lomba, pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para tokoh, pegiat, praktisi, serta pihak-pihak yang telah memberikan kontribusi, dedikasi, pemikiran, dan kepedulian dalam mendukung pengembangan budaya literasi di Kabupaten Dompu. Apresiasi ini merupakan bentuk apresiasi atas peran serta dan kontribusi dalam membangun ekosistem literasi, mengembangkan perpustakaan, meningkatkan minat baca, serta mendorong kemajuan pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten Dompu. 

Adapun penerima penghargaan tersebut adalah:

1. Diana Purwati, S.Pd., M.Ed.

2. Taufik, M.Pd. 

3. Suradin 

4. Iyas Yasin, M.MPd. 

5. Yuliana Setia Rahayu, S.I.Kom. 

6. Dr. Sugerman, M.Pd. 

7. Lili Suryaningsih, M.Pd. 

8. Mardianti, S.Pd. 

9. Karyani, M.Pd. 

10. Sumiyanti, S.Pd.Gr. 

11. Ida Faridah, S.Pd.Gr.

 12. Ansari Nawawi, S.Pd. 

13. Ir. Hj. Nurhaidah 

14. Syatrudin, S.T., M.T. 

15. Fahrudin, S.Pd., M.Ag.

 Usai penyerahan hadiah dan penghargaan, ditampilkan olah vokal yang dpersembahkan oleh
Navyra Putri Cayra dan Wira Pratama, perwakilan Sanggar Toho Pahu SMAN 1 Dompu dan 
Musikalisasi Puisi berjudul “Pemuda Pemersatu Bangsa”, karya Muda Mahendrawan, yang dibawakan oleh Naura Isry Alimah dan Hesti Rahmawati, siswi MTs At-Kautsar Ranggo. 
Dilanjutkan penampilan oleh Ni Made Geisa Dwi Putri, siswi SMAN 1 Dompu. 

Acara di hari pertama ini diakhiri dengan Gelar Wicara Literasi yang mengangkat tema besar “JANGAN BIARKAN GAWAI MENGGANTIKAN BUKU”. Acara yang dipandu moderator Endang Puji Astuti ini menghadirkan 3
Narasumber yakni Pj. Sekda Dompu, Drs. H. Rifaid, M.Pd, Akademisi Dr. Ihlas, S.Pd.i, M.Pd., S.H dan Psikolog Firmansyah, S.Psi. (emo).