HSP ke-98 di Dompu, Bupati Bambang Firdaus Jadi Irup, Pengurus KNPI Perangkat Upacara -->
✕

Kategori Berita

.

HSP ke-98 di Dompu, Bupati Bambang Firdaus Jadi Irup, Pengurus KNPI Perangkat Upacara

Koran lensa pos
Rabu, 28 Oktober 2026

 

Upacara HSP ke-98 di Lapangan Beringin Dompu, Rabu (28/10/2026). Bupati Dompu, Bambang Firdaus menjadi Inspektur Upacara. Sedangkan Donny Damara Mosliem selaku Perwira Upacara. Firdaus Jadi Irup, Pengurus KNPI Perangkat Upacara



Dompu, koranlensapos.com – Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 tingkat Kabupaten Dompu, Rabu (28/10/2026), berlangsung di Lapangan Beringin Dompu. Bupati Dompu, Bambang Firdaus, bertindak sebagai inspektur upacara (Irup), sementara sejumlah pengurus DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Dompu mengambil peran sebagai perangkat upacara.


Dodi Herdiana saat menjadi Pemimpin Upacara HSP ke-98 di Lapangan Beringin Dompu, Rabu (28/10/2026)



Keterlibatan pengurus KNPI dalam pelaksanaan upacara tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi organisasi kepemudaan dalam memperingati momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia.


Bertindak sebagai Perwira upacara Donny Damara Mosliem (Sekretaris DPD KNPI Dompu). Sementara pemimpin upacara adalah Dodi Herdiana, anggota KNPI yang juga menjabat Kasi Kurikulum Bidang Dikdas Dikpora Dompu.


Pembaca Undang-Undang Dasar 1945 adalah Wildatun Mutmainnah, pengurus KNPI sekaligus Ketua Immawati Cabang Dompu. Sri Wahyuningsih membacakan hasil Kongres Pemuda Indonesia tahun 1928, sedangkan pembacaan doa dipimpin Muhammad Syarifudin M. Innov. Adapun pembawa acara adalah Nur Imamah, penerima KNPI Awards 2026 kategori Pemuda Inspiratif.



Dalam Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI yang dibacakan Bupati Bambang, ditegaskan bahwa 98 tahun silam Sumpah Pemuda menjadi ikrar bersejarah yang menyatukan perbedaan dan meneguhkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa, Indonesia.

Semangat tersebut harus terus hidup, bukan hanya dalam ingatan, tetapi juga tercermin dalam karakter dan tindakan nyata generasi penerus bangsa.


“Kemajuan sejati tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, atau kekayaan material. Kemajuan berawal dari kualitas manusia, karakter yang kuat, kecintaan terhadap tanah air, semangat pantang menyerah, serta kepedulian terhadap sesama,” demikian amanat Menpora yang dibacakan Bupati Bambang.


Menutup amanatnya, Bupati Bambang menyampaikan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat membangun generasi yang patriotik, gigih, dan berempati.

“Masa depan bangsa bukan sekadar sesuatu yang akan ditemui, melainkan sesuatu yang sedang dibangun bersama melalui kerja nyata, persatuan, dan tanggung jawab,” ujarnya.



Ketua DPD II KNPI Kabupaten Dompu, Muhammad Iradat, menjelaskan bahwa tema HSP ke-98 tahun 2026 adalah “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Menurut Iradat, tema tersebut menekankan tiga nilai utama yang harus menjadi karakter generasi muda.

Patriotisme merupakan kecintaan terhadap tanah air yang menjadi penggerak untuk terus maju. Kegigihan mencerminkan ketangguhan yang ditempa melalui disiplin dan kerja keras. Sementara empati merupakan kepedulian yang menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Filosofi logo peringatan tahun ini, “Besi yang Menjadi Cahaya”, menggambarkan bagaimana generasi muda ditempa agar menjadi pribadi yang kuat sekaligus mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa.


Iradat berharap nilai-nilai tersebut tumbuh dalam diri pemuda di Tanah Padompo. 

"Generasi muda tidak cukup hanya memiliki semangat, tetapi juga perlu membekali diri dengan karakter, kapasitas, dan kepedulian untuk ikut menyelesaikan persoalan di daerah," ujarnya.


Tokoh muda yang biasa disapa Dae Redo ini juga mendorong pemerintah daerah agar memperkuat kolaborasi dengan organisasi kepemudaan dalam merumuskan program yang menjawab kebutuhan generasi muda.



Sebelumnya, dalam pembukaan Gebyar Sumpah Pemuda pada Sabtu (24/10/2026), Iradat menegaskan bahwa KNPI siap menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan kepemudaan. 


"KNPI tidak ingin hanya melontarkan kritik, tetapi juga menawarkan langkah konkret melalui kerja sama dengan pemerintah daerah," pintanya.



Iradat mendorong penyusunan Rencana Aksi Daerah Pelayanan Kepemudaan yang mencakup tiga pilar, yakni penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan pemuda.


KNPI juga menyoroti perlunya ruang aktivitas dan kreativitas yang memadai bagi generasi muda, serta penanganan persoalan anak dan remaja melalui kegiatan positif dan keterlibatan berbagai pihak.


Selain itu, Iradat berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap pemerataan anggaran dan fasilitasi kegiatan kepemudaan.

Menurutnya, pembangunan pemuda tidak boleh hanya berorientasi pada olahraga, tetapi juga harus mencakup pembentukan karakter, pengembangan kreativitas, peningkatan kapasitas, dan pemberdayaan ekonomi.
Pemuda juga membutuhkan ruang dan peluang ekonomi yang lebih luas. Dukungan berupa pelatihan keterampilan digital, akses permodalan, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun koperasi dinilai penting untuk mendorong kemandirian ekonomi generasi muda.


Di bidang kebijakan publik, KNPI berharap pemerintah membuka ruang partisipasi yang lebih luas agar pemuda dapat menyampaikan gagasan inovatif dan terlibat dalam penyelesaian persoalan masyarakat.


Kolaborasi, lanjutnya, perlu menjangkau hingga tingkat desa dan kelurahan melalui program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti edukasi lingkungan, literasi digital, serta pemberdayaan masyarakat.
KNPI juga menyoroti perlunya ruang aktivitas dan kreativitas yang memadai bagi generasi muda, termasuk perhatian terhadap kondisi Gedung Pemuda Dompu. 


Persoalan kriminalitas anak dan remaja, tak luput dari perhatian KNPI Kabupaten Dompu. menurut Iradat, persoalan inj perlu ditangani melalui pemetaan penyebab serta penguatan kegiatan positif yang melibatkan keluarga, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.


“KNPI siap menjadi bagian dari solusi. Kami ingin pemerintah daerah dan KNPI berkolaborasi dalam pelayanan kepemudaan,” tegas Iradat 


Usai upacara, Bupati Bambang Firdaus menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba dalam rangkaian Gebyar Sumpah Pemuda Tahun 2026 yang diselenggarakan DPD II KNPI Dompu.

Perlombaan tersebut meliputi dai cilik tingkat sekolah dasar (SD), pidato tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA), serta paduan suara tingkat SMA. Para pemenang berasal dari sejumlah sekolah di Kabupaten Dompu.



Sekretaris DPD II KNPI Dompu, Donny Mosliem, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pembentukan karakter untuk mempersiapkan generasi muda yang berkualitas dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah.


“Kegiatan positif yang diadakan ini merupakan salah satu bentuk pembentukan karakter untuk menyiapkan generasi yang hebat demi kemajuan ke depan,” ujarnya.

Donny menjelaskan, sasaran kegiatan tahun ini mencakup pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMA. Melalui kegiatan tersebut, KNPI ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, kreativitas, keberanian, dan kepercayaan diri.



Ia menegaskan, DPD II KNPI Dompu berkomitmen untuk terus menjadi mitra kerja pemerintah sekaligus mitra kritis dalam mengawal jalannya roda pemerintahan.


Peringatan HSP ke-98 di Dompu pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pembangunan generasi muda membutuhkan lebih dari sekadar seremoni. Diperlukan pembentukan karakter sejak dini, ruang aktualisasi yang memadai, serta kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan pemuda demi masa depan Dompu yang lebih baik. (emo).