Irnawansyah menerima Penghargaan sebagai Pemuda Pelopor NTB 2026 di Bidang Sosial Kemasyarakatan usai Upacara Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Dikbud NTB, Rabu (28/10/2026)
Mataram, koranlensapos.com — Pengabdian yang dimulai dari desa mengantarkan Irnawansyah, S.T., pemuda asal Karamabura, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, meraih penghargaan sebagai Pemuda Pelopor Bidang Sosial Kemasyarakatan Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diterimanya pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tingkat Provinsi NTB yang digelar di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB di Mataram, Rabu (28/10/2026). Irnawansyah menjadi satu-satunya perwakilan Kabupaten Dompu yang menerima penghargaan tersebut.
Pencapaian ini bukan sekadar pengakuan atas kiprah seorang pemuda, melainkan buah dari perjalanan panjang pengabdian dan berbagai kegiatan pemberdayaan yang selama ini dilakukannya untuk masyarakat, terutama di lingkungan desa.
“Untuk sampai pada titik ini tidaklah mudah. Butuh proses panjang dan nyata. Ada tenaga yang terkuras, waktu santai yang tersita, jam tidur yang tidak teratur, badan sehat yang harus sakit, keringat dingin yang bercucuran, hingga kulit mulus yang harus kusam. Namun, semua terbayarkan dengan pencapaian ini,” ungkap Irnawansyah bahagia usai menerima penghargaan itu.
Baginya, menjadi Pemuda Pelopor NTB merupakan kebanggaan tersendiri. Ia merasa bersyukur bisa masuk dalam daftar pemuda-pemuda terbaik di NTB yang telah menunjukkan kontribusi dan pengabdian bagi masyarakat.
Siapakah Irnawansyah?
Irnawansyah adalah warga Dusun Ndano Duwe Desa Karamabura Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu NTB. Pemuda kelahiran Dompu pada 7 Mei 2000 ini merupakan lulusan S1 Teknik Geofisika Universitas Brawijaya. Jiwa kepemimpinan dan kepeduliannya terhadap lingkungan sosial mulai tumbuh sejak duduk di bangku sekolah
.
Pada 2016, saat masih menjadi siswa SMAN 1 Dompu, ia menggagas ekstrakurikuler CERIA (Cerdas Berbicara), sebuah wadah pembinaan pidato dan debat Bahasa Indonesia maupun Inggris. Inisiatif tersebut lahir dari kesadarannya bahwa kemampuan dan kepercayaan diri generasi muda perlu dibangun melalui ruang belajar yang berkelanjutan.
Pada tahun yang sama, ia juga terlibat dalam kepengurusan Forum Anak Daerah Kabupaten Dompu. Melalui wadah tersebut, ia ikut dalam kegiatan pembinaan dan pendampingan yang berkaitan dengan pemenuhan hak perempuan dan anak.
Pengabdiannya kemudian semakin berkembang ketika dipercaya menjadi Ketua Umum Komunitas Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Karamabura-Dompu Timur (KOMPAK-DT) selama dua periode, 2020–2024.
Di bawah kepemimpinannya, KOMPAK-DT menjadi ruang bagi pemuda dan mahasiswa desa untuk berproses sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat. Program yang dijalankan mencakup pengajaran gratis bagi anak-anak setiap pekan, kegiatan keagamaan selama Ramadan, pembentukan majelis taklim bagi kaum ibu, serta pentas seni dan budaya tahunan.
Komunitas tersebut juga mengembangkan kegiatan kewirausahaan melalui seminar dan diskusi bersama BUMN/BUMD, menggelar seminar pendidikan, mendorong pemberdayaan perempuan, serta mengedukasi masyarakat tentang kebersihan lingkungan dan perlindungan hutan. KOMPAK-DT turut memfasilitasi pendidikan pemilih menjelang pemilu melalui kerja sama dengan KPU Kabupaten Dompu.
"Bagi saya, KOMPAK-DT bukan sekadar organisasi. Wadah itu menjadi tempat menempa diri sekaligus mengabdikan tenaga dan pikiran untuk masyarakat di kampung halamannya," akunya.
Mendirikan MATUPA Project, Memperluas Manfaat
Kesadaran bahwa pengabdian tidak boleh berhenti ketika masa kepemimpinan dalam sebuah organisasi berakhir mendorong Irnawansyah mendirikan MATUPA Project pada 2025.
Nama MATUPA berasal dari bahasa Dompu yang bermakna keteladanan atau sesuatu yang bermanfaat. Komunitas sosial ini berfokus pada kegiatan pengabdian di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata, khususnya di desa-desa pelosok Kabupaten Dompu yang memiliki potensi wisata.
Melalui MATUPA Project, ia berupaya membuka ruang belajar bagi anak-anak, menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya daerah, serta memperkenalkan potensi wisata yang belum banyak dikenal. Kepedulian terhadap alam dan lingkungan juga menjadi bagian dari gerakan tersebut.
Kiprahnya diperkuat dengan keterlibatan dalam sejumlah organisasi, di antaranya sebagai Sekretaris Umum Karang Taruna Lampa Sama Desa Karamabura periode 2025–2030, Ketua Umum Geopark Tambora Youth Forum periode 2025–2028, dan pengurus Kelompok Sadar Wisata Desa Karamabura.
Ia juga memiliki pengalaman berorganisasi di lingkungan mahasiswa, termasuk sebagai Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa FMIPA Universitas Brawijaya dan pengurus Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Dompu-Malang.
Sejumlah prestasi turut mewarnai perjalanannya, antara lain Juara I sekaligus Best Speaker Lomba Debat Bahasa Indonesia tingkat SMA se-Kabupaten Dompu, mewakili Dompu dalam kompetisi debat tingkat Provinsi NTB, serta terpilih sebagai delegasi Garuda Nusa Youth Summit Chapter ASEAN di Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Membuktikan Pemuda Bisa Menjadi Penggerak
Penghargaan Pemuda Pelopor NTB 2026 menjadi capaian penting bagi Irnawansyah. Namun, rekam jejak pengabdiannya menunjukkan bahwa kontribusi pemuda tidak harus selalu dimulai dari panggung besar atau jabatan formal.
Perubahan dapat dimulai dari lingkungan terdekat: mendampingi anak-anak belajar, menghidupkan kegiatan kebudayaan, membangun kapasitas pemuda, memberdayakan masyarakat, hingga menjaga alam dan potensi desa.
Dengan semangat “Dari Desa, Untuk Indonesia”, Irnawansyah berupaya membuktikan bahwa desa bukan sekadar tempat seseorang berasal, melainkan ruang untuk memulai perubahan dan menebarkan manfaat yang lebih luas.
Prinsip itu sejalan dengan motto hidup yang dipegangnya: “Sebaik-baik manusia, yaitu yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (emo).

Komentar