Kegiatan peninjauan jalur Sorisakolo - Saneo oleh Pemda Dompu dan.Komisi III DPRD Dompu, Kamis (22/10/2026)Dompu, koranlensapos.com - Keluhan masyarakat 3 desa yakni Sorisakolo (Kecamatan Dompu, Serakapi dan Saneo (Kecamatan Woja) terkait kerusakan jalan mendapat respons dari Pemerintah Daerah DPRD Kabupaten Dompu. Pemerintah Daerah dan Komisi III DPRD Kabupaten Dompu, Kamis (22/10/2026) melakukan survei guna melihat secara langsung kondisi ruas jalan yang menghubungkan ketiga desa itu.
Kunjungan Pemkab Dompu diwakili Kabid Bina Marga Dinas PUPR, Muhammad Irfan bersama Camat Dompu, H. Muhammad Iksan. Sedangkan DPRD yang hadir yakni Ketua Komisi III H. Muhammad Ikhsan, Ismul Rahmadin, Suharlin dan Erik Rahmat Hidayat. Sekretaris DPRD Dompu, Annike Kusumawati juga mengikuti kegiatan survei itu.
Kades Sorisakolo dan Ketua BPD setempat turut mendampingi kegiatan peninjauan ifu.
Kabid Bina Marga Muhammad Irfan menyampaikan jalur lintas Sorisakolo - Saneo akan diupayakan masuk dalam skala prioritas untuk ditangani tahun 2027 mendatang.
"Kami berupaya jalur ini untuk diprioritaskan tahun 2027," kata Irfan.
Disebut Irfan, terakhir pengaspalan menyeluruh jalur sepanjang sekitar 6,8 Km itu dilakukan pada tahun 2006 silam (di masa pemerintahan Bupati H. Abubakar Ahmad periode kedua bersama Wakil Bupati H. Syaifurrahman Salman,red).
"Sudah 20 tahun lamanya," ungkapnya.
Diakuinya, pada tahun 2025 lalu, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat merencanakan penanganan sejumlah ruas jalan. Termasuk jalur lintas Sorisakolo - Saneo. Bahkan sudah dilakukan proses pelelangan untuk pelaksanaannya. Namun akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat mengakibatkan rencana tersebut gagal terlaksana.
"Tiba-tiba muncul efisiensi anggaran dari pusat. 27 miliar harus dikembalikan ke pusat, termasuk anggaran yang direncanakan untuk perbaikan jalur ini. Padahal sudah ditenderkan," akunya.
"Alhamdulillah kemarin kami dipanggil oleh pak Bupati untuk membuat usulan prioritas di tahun 2027. Doakan mudah-mudahan terealisasi," kata Irfan.
Camat Dompu, H. Muhammad Ikhsan mengemukakan keselamatan pengguna jalan menjadi alasan utama diperlukannya perbaikan jalur ini. Mulai dari tanjakan Saleko terlihat kondisi ruas jalan yang berlubang-lubang. Sedangkan arus lalu lintas juga bertambah padat yang melintasi jalur ini.
"Kita khawatir dengan kondisi jalan seperti ini bisa menimbukkan hal-hal yang tidak diinginkan terhadap pengguna jalan," ucap Camat.
Selanjutnya Camat berharap edukasi kepada masyarakat juga perlu dilakukan agar bisa memahami keterbatasan kemampuan yang dimiliki pemerintah. Tahun 2027 tidak lama lagi. Masyarakat diharapkan sabar menunggu waktu yang hanya tinggal beberapa bulan ini.
"Keinginan kita semua penanganan dilakukan sekarang juga, tapi tidak ada yang sim salabim. Semua ada proses yang harus dilalui," tandasnya.
Untuk penanganan segera dan sementara, politisi Demokrat Ismul Rahmadin akan mendanai pengurukan, terutama di tanjakan Saleko guna menghindari terjadinya laka lantas. Lubang-lubang menganga di lokasi tersebut untuk sementara waktu ditutup dengan tanah urukan guna memberikan kenyamanan kepada para pengguna jalan.
"Ini penanganan darurat sementara waktu untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas terutama di Saleko yang sudah cukup parah," kata Wakil Ketua 2 DPRD Kabupaten Dompu itu.
Tanjakan Saleko memang perlu mendapat perhatian khusus disebabkan jalur itu banyak kerusakan, sempit, menukik dan menikung. Tanjakan itu juga berada dalam wilayah permukiman padat penduduk. Banyak pula kendaraan terparkir di pinggir jalan.
Salah satu tokoh masyarakat mengusulkan pula agar tanjakan Saleko diperlebar untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas.
Mengakhiri kegiatan peninjauan itu, Ketua Komisi III DPRD Dompu, H. Muhammad Ikhsan mengatakan dalam waktu dekat DPRD akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pemerintah terkait penanganan jalur itu.
Pantauan koranlensapos.com, ruas jalan berlubang dan rusak parah juga dapat dilihat di sejumlah tempat. Antara lain di depan Masjid Sorisakolo, setelah jembatan memanjang hingga parit. Memasuki Desa Serakapi juga ditemukan banyak kondisi jalan rusak. Seperti di depan pemakaman umum, dan di ujung desa bagian utara yang berbatasan dengan Desa Saneo.
Kerusakan badan jalan di wilayah Desa Saneo terlihat mulai dari depan kantor desa hingga di ujung utara. Meski tidak terlalu parah, tetapi juga membutuhkan penanganan demi kenyamanan pengguna jalan.
Kondisi bahu jalan juga perlu mendapat perhatian untuk ditangani. Perekonomian masyarakat 3 desa itu yang terus mengalami kenaikan, berdampak pula pada peningkatan jumlah kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Kepadatan arus lalu lintas yang berpapasan dari dua arah, sangat membutuhkan bahu jalan yang aman dilalui. Bahu jalan yang tidak memadai dapat berpotensi terjadinya lakalantas.
Selain di jalur Sorisakolo - Saneo, tim tersebut juga melakukan survei di beberapa ruas jalan. Antara lain di jalur O'o - Karamabura di Kecamatan Dompu dan di jalur Matua- Rababaka. Kedua jalur ini juga perlu mendapatkan penanganan. (emo).

Komentar