Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YAPIS) Dompu, Arman Anwar Manan diwakili Nadirah Al-Habsyi memaparkan tentang lika-liku perjalanan YAPIS Dompu dari masa ke masaDompu, koranlensapos.com - Wisuda Sarjana Angkatan XII STKIP YAPIS Dompu yang digelar di Paruga Samakai, Rabu (21/10/2026) menjadi spesial. Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YAPIS) Dompu, Arman Anwar Manan yang diwakili Nadirah Al-Habsyi memaparkan sejarah awal berdirinya lembaga pendidikan tinggi tersebut.
"Yayasan Pendidikan Islam Dompu berdiri pada tahun 2000, dirintis oleh ayahanda kami, almarhum H. Anwar H. Manan, bersama ibunda kami tercinta, Hj. Sarfiah binti Idris," ungkap Bunda Nadirah di hadapan 241 wisudawan - wisudawati yang didampingi orang tua dan keluarga serta para tamu undangan dalam acara pengukuhan gelar kesarjanaan tersebut.
Dari langkah awal itulah pengabdian yayasan dalam pendidikan tinggi di Kabupaten Dompu mulai tumbuh. Pada tahun yang sama, berdirilah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAPIS Dompu, atau STIE YAPIS Dompu, di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Dompu.
"Perjalanan tersebut dimulai dengan sarana yang terbatas. Kegiatan perkuliahan pada awalnya dilaksanakan dengan meminjam pakai gedung Sekolah Cokroaminoto di Kelurahan Karijawa. Selanjutnya, kegiatan pendidikan berpindah ke gedung SD Negeri 15 di Kelurahan Bali, Kabupaten Dompu," sebut srikandi yang merupakan Anggota DPRD Provinsi NTB itu.
"Kami mengenang tahap-tahap tersebut dengan penuh rasa hormat. Di balik keterbatasan tempat belajar, terdapat kesungguhan untuk mempertahankan kegiatan pendidikan dan melayani mahasiswa," imbuhnya.
Pada rentang tahun 2004 hingga 2005, kegiatan pendidikan akhirnya berpindah ke gedung milik sendiri di Sawete Timur, Kelurahan Bali, Kabupaten Dompu. Kehadiran gedung sendiri menjadi tonggak penting yang memberikan landasan lebih kuat bagi pengembangan lembaga.
Komitmen itu kemudian berlanjut dengan berdirinya STKIP YAPIS Dompu pada tahun 2009. Perkuliahan perdana dilaksanakan di bangunan baru berlantai dua di Sawete Timur, Kelurahan Bali, Kabupaten Dompu. Gedung tersebut saat ini dipergunakan oleh STIE YAPIS Dompu.
Pada awal pendiriannya, STKIP YAPIS Dompu menyelenggarakan dua program studi sarjana, yaitu Pendidikan Sejarah serta Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
"Pada tahun 2012, kami mengusulkan empat program studi baru. Alhamdulillah, pada tahun yang sama, izin penyelenggaraannya diterbitkan, yaitu Pendidikan Bahasa Inggris; Pendidikan Guru Sekolah Dasar; Pendidikan Teknologi Informasi; serta Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi," papar Bunda Nadirah.
Dengan demikian, STKIP YAPIS Dompu berkembang menjadi perguruan tinggi dengan enam program studi sarjana yang terus diselenggarakan hingga saat ini.
Seiring dengan besarnya animo masyarakat Dompu untuk menempuh pendidikan di STKIP YAPIS Dompu, pihak yayasan menyadari perlunya lahan dan bangunan kampus yang lebih luas. Yayasan kemudian membeli tanah seluas kurang lebih tiga hektare di Desa Sorisakolo, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, dan langsung memulai pembangunan kampus baru.
Pada rentang akhir tahun 2014 hingga tahun 2015, kegiatan perkuliahan mulai dilaksanakan di kampus baru STKIP YAPIS Dompu di Desa Sorisakolo. Kampus ini menjadi tempat penyelenggaraan pendidikan STKIP YAPIS Dompu hingga saat ini.
"Dengan memahami sejarahnya, kita dapat menghargai perjuangan yang telah dilalui dan menyadari tanggung jawab yang harus diteruskan," imbuhnya.
Pengembangan fasilitas terus dilanjutkan. Di atas lahan tersebut telah berdiri bangunan ruang perkuliahan dan lapangan futsal berstandar nasional dengan permukaan interlock. Saat ini, gedung baru berlantai dua juga sudah mulai dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan kampus. Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya Yayasan menyediakan lingkungan belajar yang semakin memadai bagi mahasiswa.
Dalam perjalanan pengembangan aset pendidikan tersebut, pada tahun 2024, Yayasan Pendidikan Islam Dompu juga membeli tanah dan bangunan Pondok Pesantren Al-Amin yang berada di Desa Sorisakolo. "Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus memperkuat sarana dan landasan pengabdian Yayasan di bidang pendidikan," ujarnya.
Pengurus YAPIS Dompu yang juga mengemban amanah sebagai Ketua DPW PPP Provinsi NTB ini menyampaikan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang pernah memberikan tempat, dukungan, tenaga, dan kepercayaan pada masa-masa awal tersebut.
"Kebaikan Bapak dan Ibu telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan YAPIS Dompu," ucapnya.
Pada 17 Ramadan tahun 2017, pendiri YAPIS Dompu, ayahanda H. Anwar H. Manan wafat. Amanah sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Dompu dipercayakan kepada putranya, Arman Anwar Manan. Sejak tahun 2017 hingga saat ini, Arman berusaha menjalankan tanggung jawab tersebut bersama seluruh jajaran Yayasan.
Bagi Arman, meneruskan kepemimpinan ini berarti menjaga cita-cita para pendiri sekaligus memenuhi kepercayaan masyarakat. Amanah tersebut harus diwujudkan melalui keputusan yang bertanggung jawab, pelayanan pendidikan yang semakin baik, serta kesediaan untuk terus memperbaiki kekurangan.
Disadarinya, bahwa tugas ini hanya dapat dijalankan melalui kerja bersama. Karena itu, setiap kemajuan lembaga merupakan hasil kontribusi pengurus Yayasan, pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan para mitra.
Akreditasi Institusi
Peningkatan mutu menjadi perhatian utama Yayasan. STKIP YAPIS Dompu telah memperoleh akreditasi institusi Baik Sekali dari BAN-PT sejak 29 Agustus 2023. Status ini menempatkan STKIP YAPIS Dompu sebagai satu-satunya perguruan tinggi di daratan Pulau Sumbawa bagian timur dengan peringkat tersebut, serta memperoleh pengakuan LLDIKTI Wilayah VIII sebagai kampus terbaik di Dompu-Bima.
Akreditasi Program Studi
Hingga September 2026, seluruh program studi STKIP YAPIS Dompu telah terakreditasi Baik Sekali oleh LAMDIK, yaitu:
1. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1).
2. Pendidikan Sejarah (S1).
3. Pendidikan Bahasa Inggris (S1).
4. Pendidikan Guru Sekolah Dasar atau PGSD (S1).
5. Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi atau PJKR (S1).
6. Pendidikan Teknologi Informasi atau PTI (S1).
Capaian terbaru diraih Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi berdasarkan SK LAMDIK Nomor 2081/SK/LAMDIK/Ak/S/IX/2026setelah asesmen lapangan pada 26–29 Agustus 2026 oleh asesor dari Universitas Negeri Semarang dan Universitas Pendidikan Ganesha.
Dengan capaian tersebut, tidak ada lagi program studi berstatus C di kampus ini. Seluruh program studi telah memperoleh peringkat Baik Sekali. Capaian ini memperkuat kepercayaan terhadap mutu pendidikan dan menjadi bekal kelembagaan bagi lulusan untuk melanjutkan studi maupun memasuki dunia kerja, termasuk mengikuti seleksi ASN dan PPPK sesuai persyaratan masing-masing rekrutmen.
"Kepada pimpinan kampus, para dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh tim akreditasi, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Peringkat yang telah diraih harus tercermin dalam pembelajaran yang baik, bimbingan yang memadai, layanan administrasi yang tertib, dan kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan potensinya," ucapnya.
Capaian Kinerja Nasional
Selain capaian akreditasi, STKIP YAPIS Dompu juga mencatat sejumlah capaian pada tingkat nasional.
Pertama, STKIP YAPIS Dompu telah masuk Klaster Madya Nasional berdasarkan klasterisasi kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang menggunakan data SINTA Kemendikbudristek. Berdasarkan data capaian yang disampaikan kepada Yayasan, dari 4.492 perguruan tinggi di Indonesia, sebanyak 238 perguruan tinggi masuk Klaster Madya, dan STKIP YAPIS Dompu termasuk di dalamnya. Capaian ini menjadi dorongan untuk terus meningkatkan mutu penelitian dan manfaat pengabdian dosen bagi masyarakat.
Kedua, sebanyak 10 mahasiswa STKIP YAPIS Dompu lolos Program Kampus Mengajar Kemendikbudristek. Melalui program ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan pengalaman mengajar, bekerja sama dengan sekolah, dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.
Ketiga, sebanyak 13 mahasiswa lolos Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka atau PMM. Berdasarkan laporan capaian kampus, jumlah tersebut merupakan yang terbanyak se-Pulau Sumbawa. Para mahasiswa ditempatkan di Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Jember, Universitas Pendidikan Indonesia, dan IKIP Budi Utomo Malang. Pengalaman ini memperluas wawasan akademik, membangun jejaring, dan menguatkan pemahaman mahasiswa terhadap keberagaman.
Keempat, publikasi dosen terus meningkat di jurnal nasional terakreditasi. Yayasan mengapresiasi kerja akademik tersebut dan mendorong agar peningkatan publikasi disertai kualitas penelitian, integritas akademik, serta kontribusi nyata bagi pendidikan dan pembangunan daerah.
"Ke depan, kita berharap semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan serupa dan semakin banyak karya dosen memberikan manfaat nyata bagi pendidikan dan pembangunan daerah," harapnya.
Dilanjutkan Bunda Nadirah, yayasan memiliki cita-cita untuk mengembangkan layanan pendidikan tinggi yang lebih luas, termasuk menyiapkan langkah menuju bentuk universitas. Arah pengembangan tersebut perlu disusun secara bertahap melalui kajian kelayakan, kesiapan dosen, sarana pembelajaran, pembiayaan, serta pemenuhan ketentuan perizinan. Bidang pertanian, peternakan, hukum, ekonomi, dan pertambangan menjadi bagian dari gagasan pengembangan yang perlu dikaji sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.
Harapannya agar anak-anak Dompu memiliki semakin banyak pilihan pendidikan yang bermutu di daerahnya sendiri. "Untuk mewujudkannya, kami mengharapkan bimbingan LLDIKTI Wilayah VIII, dukungan pemerintah daerah, serta kerja sama berbagai pihak," pintanya.
Sejalan dengan itu, pengembangan kampus harus peka terhadap perubahan zaman. Teknologi digital dan kecerdasan buatan menghadirkan peluang untuk memperluas akses pengetahuan dan memperbaiki pembelajaran. Perguruan tinggi perlu membekali mahasiswa dengan kemampuan menggunakannya secara kritis, etis, dan bertanggung jawab.
Dalam pendidikan, ketepatan informasi, kejujuran akademik, dan kepedulian terhadap peserta didik harus tetap menjadi pegangan.
Mengakhiri sambutan, Nadirah mengajak seluruh keluarga besar YAPIS untuk menjaga warisan pengabdian para pendiri dengan kerja yang sungguh-sungguh. "Mari kita rawat kepercayaan masyarakat, tingkatkan mutu pendidikan, dan siapkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta mampu memberikan manfaat," pungkasnya. (emo).

Komentar