Kegiatan wisuda sarjana jenjang Strata Satu Angkatan XII STKIP YAPIS Dompu yang berlangsung di Paruga Samakai, Rabu (21/10/2026)
Dompu, koranlensapos.com - Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yayasan Pendidikan Islam (YAPIS) Dompu kembali menggelar Wisuda Sarjana Jenjang Strata Satu Angkatan XII Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan itu berlangsung di Paruga Samakai Dompu, Rabu (21/10/2026).
Sebanyak 241 sarjana baru diwisuda dalam rangkaian kegiatan Rapat Senat Terbuka itu. Mereka yang diwisuda ini lulusan dari 6 Program Studi (Prodi). Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) meluluskam 26 sarjana.
Dari Prodi Pendidikan Sejarah 9 orang, 19 orang dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris,
Prodi Pendidikan Guru sekolah Dasar (PGSD) 75 orang, Prodi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) 82 orang, dan Prodi
Pendidikan Jasmani dan Rekreasi (PJKR) 30 orang.
Ketua STKIP YAPIS Dompu, Dr. Dodo Kurniawan, M.E menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan yang telah berhasil menuntaskan studi sehingga meraih gelar kesarjanaan strata satu.
"Saudara-saudara telah berhasil dengan baik menyelesaikan studi di Kampus STKIP YAPIS Dompu ini. Keberhasilan saudara-saudara ini adalah bukti kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas suadara-saudara," ungkapnya.
Lebih lanjut Doktor Dodo mengemukakan Wisuda Angkatan ke 12 tahun 2026 ini merupakan wisuda yang begitu istimewa karena berbagai capaian gemilang diperoleh kampus STKIP YAPIS Dompu. Antara lain:
Pertama, institusi STKIP YAPIS Dompu dan seluruh Prodi telah mendapatkan Akreditasi BAIK SEKALI,
Kedua, sebanyak 10 dosen MERAIH HIBAH Riset KemenDiktiSaintek dan KemenBud RI,
Ketiga, sebanyak 17 orang Mahasiswa Meraih Medali pada Ajang PORProv. NTB Tahun 2026.
Dikatakan pula bahwa Visi Kampus STKIP YAPIS Dompu yaitu sebagai “Perguruan Tinggi Keguruan yang Unggul, Islami dan Berdaya Saing Nasional tahun 2028”. Untuk mencapai visi tersebut, disadari dengan sungguh-sungguh bahwa keterlibatan berbagai pihak sangatlah diperlukan, baik mahasiswa, dosen, staf, alumni, pemerintah daerah, dan DUDIKA (Dunia Usaha, Dunia Industri dan Dunia Kerja).
Tak ketinggalan Doktor Dodo menyampaikan pesan-pesan khusus kepada para alumni yang merupakan representasi dari Kampus STKIP YAPIS Dompu di sekolah dan di masyarakat.
"Kami berpesan untuk senantiasa menjaga perilakunya di masyarakat, karena saudara-saudara akan menjadi cerminan kampus STKIP YAPIS Dompu di masyarakat," pesannya.
Para alumni diminta untuk
menjaga nama baik almamater dengan selalu berpikir, bersikap, dan bertindak kreatif dan inovatif melalui konsep KIP (Kolaboratif, Inovatif, Profesional) yang dilandasi Nilai-nilai Islami yakni Doa, Usaha, Ikhlas, dan Tawakal serta Sabar (DUITS).
Atas nama pimpinan dan seluruh civitas akademikax Doktor Dodo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para orang tua/wali wisudawan yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya menimba ilmu di kampus STKIP YAPIS Dompu.
"Tanpa kepercayaan tersebut, sudah tentu Kampus STKIP YAPIS Dompu tidak dapat berbuat banyak dalam penciptaan suasana akademik yang kondusif dan peningkatan kualitas tata kelola Kampus STKIP YAPIS Dompu," ucapnya.
Diharapkan pula, kerja sama yang telah terjalin baik, agar dapat ditingkatkan terus walaupun putra-putri mereka telah menuntaskan studi di kampus tersebut.
"Pada kesempatan yang berbahagia ini pula, kami serahkan kembali para wisudawan ke pangkuan Bapak/Ibu sekalian," ujarnya.
Ketua YAPIS Dompu, Arman Anwar Manan, SE yang diwakili Nadirah, SE., Akt mengawali sambutannya dengan menyampaikan ucapan.selamat kepada para wisudawan dan kepada para orang tua dan keluarga.
"Atas nama Yayasan Pendidikan Islam Dompu, saya menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan sarjana. Saya juga menyampaikan selamat kepada para orang tua dan keluarga yang telah mendampingi perjalanan panjang ini dengan doa, pengorbanan, dan kasih sayang," kata srikandi yang juga Anggota DPRD Provinsi NTB periode 2024 - 2029 itu.
"Hari ini kita menyaksikan hasil dari ketekunan belajar, kesabaran menghadapi kesulitan, dan keberanian untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai. Semoga ilmu yang diperoleh membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat," pintanya.
Pada momen itu pula, Nadirah memaparkan perjalanan panjang YAPIS Dompu sejak dirintis tahun 2000 oleh almarhum H. Anwar H. Manan bersama istri tercinta Hj. Sarifah Binti H. Idris.
Wakil Bupati Dompu, Syirajuddin, SH menjelaskan pengukuhan seseorang yang telah menyekesaikan studi sebagai sarjana merupakan momentum yang istimewa. sebuah momentum yang menandai berakhirnya satu fase perjuangan akademik sekaligus menjadi awal dari perjalanan baru dalam kehidupan, pengabdian, dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.
Dikatakan Wabup, wisuda bukanlah sekadar seremoni untuk mengenakan toga, menerima ijazah, dan mengabadikan kebahagiaan bersama keluarga.
"Lebih dari itu, wisuda merupakan pengakuan atas perjalanan panjang yang telah dilalui dengan kerja keras, ketekunan, pengorbanan, dan doa. Di balik toga yang dikenakan hari ini, ada cerita tentang malam-malam panjang untuk menyelesaikan tugas, ada perjuangan menghadapi keterbatasan, ada semangat yang terus dijaga ketika kelelahan datang, serta ada doa orang tua yang tidak pernah putus mengiringi setiap langkah," ujarnya.
Wabup menegaskan, gelar kesarjanaan yang disandang hari ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan amanah untuk memulai pengabdian yang lebih besar. Ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi hendaknya tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi harus diwujudkan menjadi karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Jadilah generasi yang tidak hanya mengejar keberhasilan untuk diri sendiri, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan bagi lingkungan, daerah, dan bangsa. Sebab, keberhasilan seorang sarjana tidak semata-mata diukur dari gelar yang disandang atau jabatan yang diperoleh, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada sesama, menyaksikan secara langsung keberhasilan seluruh murid yang pernah dididiknya. Nilai-nilai yang ditanamkan, ilmu yang diwariskan, dan keteladanan yang diberikan akan terus hidup dalam perjalanan murid-muridnya.
"Oleh karena itu, kepada para wisudawan dan wisudawati, khususnya yang akan mengabdikan diri dalam dunia pendidikan, saya berpesan jadilah pendidik yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga luhur dalam akhlak. Jadilah guru yang tidak hanya mengajar untuk menyelesaikan kurikulum, tetapi mendidik untuk membentuk masa depan. Tanamkan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan kepada generasi penerus. Sebab, masa depan Kabupaten Dompu turut ditentukan oleh kualitas pendidikan dan keteladanan para pendidiknya hari ini," pungkasnya.
Pada Sidang Senat Terbuka itu, Waket I, Fathir Ma'ruf, M.Kom membacakan SK Wisuda. Sedangkan SK 10 Wisudawan Terbaik dibacakan oleh Waket III, Budiman, M.Kom. Diumumkam pula nama-nama dosen dan mahasiwa berprestasi, pengukuhan wisudawan, pembacaan janji alumni, dan penyampaian pesan kesan mahasiswa.
Pada acara tersebut, pendiri STKIP YAPIS Dompu, Hj. Syarifah Binti H. Idris bersama Wakil Pengurus Yayasan Nadirah Al-Habsyi memberikan kado apresiasi kepada pasangan suami istri Ismail Abdullah dan Kalisom, warga Dusun Rade Desa Kareke Kecamatan Dompu. Kado istimewa itu diberikan karena ketujuh anaknya dikuliahkan di STKIP YAPIS Dompu.
Kegiatan wisuda tersebut dihadiri pula oleh Ketua LLDIKTI Wilayah 8 yang diwakili Made Adi Kartika Yasa, ST., MM. Hadir pula para Pimpinan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) atau pejabat yang mewakili, Pimpinan OPD dan lain-lainnya. (emo).

Komentar