Aksi gotong royong masyarakat Desa Teta Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima NTB memperbaiki jalan rusak. Terlihat dalam gambar, warga bahu membahu mendorong dan menarik kendaraan mesin gilas untuk pengaspalan jalan rusakBima, koranlensapos.com – Perhatian pemerintah daerah yang dinantikan bertahun-tahun tak kunjung hadir. Warga Desa Teta, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima, akhirnya memilih bergotong royong memperbaiki jalan rusak yang selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat setempat.
Jalan yang melintasi Desa Kuta, Desa Teta dan Desa Kaowa tersebut disebut warga mengalami kerusakan cukup parah. Lubang-lubang menganga terlihat di sejumlah titik dan membuat kendaraan harus ekstra hati-hati saat melintas.
Kondisi itu tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga disebut telah memicu kecelakaan lalu lintas.
"Sudah banyak terjadi kecelakaan di tempat ini, baik kendaraan roda empat maupun roda dua," ungkap salah seorang warga.
Warga mengaku kondisi jalan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Harapan agar pemerintah daerah melakukan perbaikan terus disampaikan, namun hingga kini belum terwujud.
Pergantian pemimpin daerah pun belum membuat kondisi jalan tersebut berubah. Di tengah kondisi itu, masyarakat akhirnya mengambil inisiatif untuk melakukan perbaikan secara swadaya.
Ratusan warga, baik tua maupun muda, turun langsung bergotong royong memperbaiki bagian-bagian jalan yang mengalami kerusakan. Di bawah terik matahari, mereka bahu-membahu mengerjakan perbaikan agar akses tersebut kembali lebih mudah dan aman dilalui kendaraan.
Kaum perempuan juga ikut berperan. Mereka menyiapkan konsumsi bagi warga yang bekerja memperbaiki jalan.
Tidak hanya mengandalkan tenaga, masyarakat juga mengumpulkan donasi secara swadaya untuk memenuhi kebutuhan dalam kegiatan perbaikan tersebut.
Kegotongroyongan warga itu sekaligus menjadi bentuk keprihatinan terhadap kondisi infrastruktur yang mereka hadapi selama ini.
Atas nama masyarakat Desa Kuta, Desa Teta dan Desa Kaowa, warga kemudian menyampaikan surat terbuka kepada Bupati dan Wakil Bupati Bima.
Surat terbuka tertanggal 27 September 2026 itu berisi permohonan agar Pemerintah Kabupaten Bima memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan di tiga desa tersebut.
Dalam surat tersebut, masyarakat menyampaikan bahwa jalan yang melintasi Desa Kuta, Desa Teta dan Desa Kaowa saat ini dalam kondisi rusak parah. Jalan yang menjadi penghubung utama masyarakat itu disebut penuh lubang, mengalami kerusakan berat dan sulit dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
Masyarakat juga menegaskan bahwa mereka telah berusaha memperbaiki jalan tersebut melalui gotong royong. Namun, kemampuan swadaya masyarakat dinilai belum cukup untuk menangani kerusakan yang sudah sedemikian parah.
"Warga setempat sudah berusaha semampunya dengan melakukan gotong royong memperbaiki jalan tersebut," demikian isi surat terbuka tersebut.
Menurut masyarakat, keberadaan jalan tersebut sangat vital karena digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari pergi ke sekolah, berobat, berdagang hingga mengangkut hasil bumi menuju pasar.
Apabila kerusakan terus dibiarkan, masyarakat khawatir aktivitas ekonomi, pendidikan dan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut semakin terhambat.
Dalam surat terbuka itu, masyarakat menyampaikan tiga permintaan kepada Bupati dan Wakil Bupati Bima.
Pertama, meminta kepala daerah mengunjungi dan melihat langsung kondisi jalan di Desa Kuta, Desa Teta dan Desa Kaowa, Kecamatan Lambitu.
Kedua, meminta Pemerintah Kabupaten Bima menjadikan perbaikan jalan tersebut sebagai salah satu prioritas dalam program pembangunan daerah.
Ketiga, masyarakat meminta pemerintah mengalokasikan anggaran serta mengerahkan tim teknis untuk memperbaiki dan membangun kembali jalan tersebut agar dapat digunakan secara aman dan nyaman.
Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya menerima aspirasi tersebut, tetapi juga segera melihat kondisi jalan secara langsung dan mengambil langkah penanganan.
"Kami sangat berharap kehadiran Bapak dapat membawa harapan baru bagi kami," tulis masyarakat dalam surat terbuka tersebut.
Warga juga berharap Desa Kuta, Desa Teta dan Desa Kaowa tidak lagi tertinggal dalam pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat sehari-hari. (emo).

Komentar