Perambahan Ancam Sumber Air Tiga Desa, KPH Hentikan Pembakaran Lahan di Saneo -->
✕

Kategori Berita

.

Perambahan Ancam Sumber Air Tiga Desa, KPH Hentikan Pembakaran Lahan di Saneo

Koran lensa pos
Jumat, 04 September 2026

 




Dompu, koranlensapos.com — Ancaman terhadap kelestarian hutan dan sumber air di wilayah Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, kembali menjadi perhatian. Dalam patroli pencegahan perambahan, petugas Resort Panca menemukan aktivitas pembersihan dan pembakaran lahan di kawasan hutan, Rabu (2/9/2026).

Temuan tersebut terjadi ketika personel Resort Panca melaksanakan patroli pengamanan dan pencegahan perambahan kawasan hutan. Tim sebelumnya berkumpul di Kantor Resort Panca sebelum bergerak menuju wilayah Desa Saneo.

Sesampainya di lokasi So Mada Oi Monggo Lenggo, petugas mendapati warga sedang melakukan aktivitas pembersihan lahan yang disertai pembakaran di dalam kawasan hutan.

Petugas langsung menghentikan aktivitas tersebut. Warga yang ditemukan di lokasi kemudian diberikan pembinaan dan penyuluhan mengenai larangan membuka kawasan hutan serta risiko pembakaran lahan, terlebih saat musim kemarau.

Petugas mengingatkan bahwa pembukaan lahan baru di kawasan hutan merupakan pelanggaran ketentuan kehutanan. Sementara pembakaran lahan dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sewaktu-waktu dapat meluas dan mengancam kawasan hutan lainnya.

Warga diminta menghentikan aktivitas tersebut serta tidak kembali melakukan pembukaan maupun pembakaran lahan di kawasan hutan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pencegahan yang dilakukan KPH melalui pendekatan persuasif. Meski demikian, pengawasan terhadap kawasan rawan perambahan akan terus dilakukan secara berkala.

Jangan Sampai Hutan Rusak, Sumber Air Terancam

Kekhawatiran terhadap perambahan hutan bukan tanpa alasan. Kawasan hutan di sekitar wilayah tersebut memiliki fungsi penting sebagai daerah yang menyimpan ketersediaan air baku bagi masyarakat.

Kepala Desa Serakapi, Mardona, mengatakan kawasan tersebut memiliki peran penting bagi kebutuhan air baku masyarakat di tiga desa, yakni Desa Serakapi, Desa Karamabura dan Desa Saneo.

Karena itu, menurutnya, upaya menghentikan perambahan hutan harus mendapat dukungan semua pihak.

“Kami menaruh kepercayaan kepada Balai KPH Wilayah VI dapat melindungi hutan agar tidak terjadi lagi perambahan di sekitar wilayah yang menyimpan ketersediaan air baku kebutuhan tiga desa yaitu Desa Serakapi, Desa Karamabura dan Desa Saneo,” kata Mardona.

Ia menegaskan pemerintah desa siap mendukung langkah jajaran KPH dalam menjaga kawasan hutan.

“Kami pastikan akan memberikan dukungan penuh terhadap kinerja teman-teman KPH yang serius untuk menghentikan perambahan hutan. Kami pun siap ikut dalam barisan ketika ada pihak tertentu yang mencoba menghalangi tugas mulia ini,” tegasnya.

Menurut Mardona, menjaga kawasan hutan bukan semata-mata persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan kebutuhan dasar masyarakat.

Jika kawasan hutan yang menjadi daerah tangkapan dan penyimpan air terus mengalami kerusakan, dampaknya dikhawatirkan akan dirasakan masyarakat yang menggantungkan kebutuhan air dari wilayah tersebut.

Karena itu, sinergi antara KPH, pemerintah desa dan masyarakat menjadi penting untuk memastikan kawasan hutan tetap terjaga.

Patroli yang dilakukan Resort Panca diharapkan menjadi peringatan bahwa aktivitas perambahan dan pembakaran di kawasan hutan tidak boleh dibiarkan. Pendekatan pembinaan akan terus dikedepankan, namun pengawasan dan penindakan sesuai ketentuan tetap menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan hutan.

“Semoga menjadi amal jariyah. Sukses dan sehat selalu untuk semuanya,” tutup Mardona. (emo).