Pembangunan Markas Brigif dan Yonif TP Sudah Dimulai -->

Kategori Berita

.

Pembangunan Markas Brigif dan Yonif TP Sudah Dimulai

Koran lensa pos
Minggu, 30 November 2025

 

Dandim 1614/Dompu, Letkol Czi Janu Hendarto, S.E 


Dompu, koranlensapos.com - Kabupaten Dompu NTB merupakan salah satu daerah yang dijadikan lokasi pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). Yonif TP ini bergandengan pula dengan Brigif TP (Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan). Brigif adalah satuan organik Brigade di TNI Angkatan Darat dan Korps Marinir Republik Indonesia, yang membawahi paling tidak 2 atau 3 Batalyon Infanteri.

Dandim 1614/Dompu, Letkol Czi Janu Hendarto menyebut saat ini progres pembangunan markas Brigif dan Yonif TP sedang berlangsung. Lokasinya 
di kawasan Doro Mboha Desa Soritatanga Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu.

"Progres pembangunan sudah dimulai dan dilakukan secara bertahap," ungkap Dandim saat diwawancarai awak media di sela-sela kegiatan penghijauan di Desa Dorebara Kecamatan Dompu, Jumat (28/11/2025).

Dikemukakan Dandim, pembangunan markas Brigif dan Yonif menjadi prioritas untuk dirampungkan. Sebab 800-an personel kedua satuan itu telah menempati lokasi tersebut sejak 13 November 2025 lalu. 

Bersamaan dengan itu, pembangunan rumah-rumah dinas dan barak juga sedang berlangsung secara bertahap.

"Pembangunan ini secara bertahap. Tapi ditargetkan tahun 2027 sudah 100% rampung," imbuh Perwira Menengah TNI-AD yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Batalyon Zeni Tempur (Danyonzipur) 11/Durdhaga Wighra itu.

Dandim menyebut pula luas markas Yonif TP minimal 50 Hektare (Ha). Sedangkan Brigif TP minimal 30 Ha. Terkait status penggunaan lahan untuk pembangunan markas ini sudah dikoordinasikan dengan berbagai pihak. Mulai dari Pemda, Kantor Pertanahan hingga Kementerian ATR/BPN (Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional) Republik Indonesia. Lampu hijau sudah didapatkan untuk pembangunan di atas kawasan yang merupakan tanah negara itu.
Adapun pembangunan markas kedua satuan itu dilakukan dan dibiayai oleh Kementerian Pertahanan RI.

Ada sekitar 1.300 personel yang akan ditempatkan di markas Brigif dan Yonif TP ini. Saat ini baru sekitar 800 personel. 

"Ditargetkan tahun depan sudah bisa mencapai angka 1300 personel," ucap Dandim.

Disebut Dandim pula, Yonif TP ini terdiri dari 5 kompi. Di antaranya ada kompi pertanian, peternakan, kesehatan, dan konstruksi. 

Mengenai pemanfaatan prajurit TNI ini akan berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah melalui OPD-OPD terkait.
Misalnya Kompi Pertanian akan bersinergi dengan Dinas Pertanian setempat. Demikian pula dengan Kompi Peternakan akan bersinergi dengan Dinas Peternakan setempat.

"Karena konsep kabijakan pemerintah kita adalah ketahanan pangan tentunya bersinergi dengan OPD terkait di pemerintahan," ungkap Dandim.


Dandim membeberkan pula mengenai prajurit TNI yang akan ditempatkan di Yonif dan Brigif TP adalah diprioritaskan putra daerah. 
"Mayoritas prajurit yang direkrut dari wilayah setempat. Kalau kemarin (800 personel yang dikirim gelombang I,red) ada juga yang diambil dari Pulau Sumbawa, Lombok dan NTT, tapi mayoritas banyak orang Dompu," kata Dandim. (emo).