Babinsa Daha Didaulat Jadi Guru Sehari di SMKN 1 Hu'u, Ini Rangkaian Kegiatannya

Kategori Berita

.

Babinsa Daha Didaulat Jadi Guru Sehari di SMKN 1 Hu'u, Ini Rangkaian Kegiatannya

Koran lensa pos
Sabtu, 22 Juli 2023


Babinsa Daha Serda Abdullah Maulana memberikan pembekalan materi PBB dan Wasbang kepada siswa baru SMKN 1 Hu'u


Dompu, koranlensapos.com -  Babinsa Desa Daha Koramil 1614-03/Hu'u, Serda Abdullah Maulana didaulat menjadi guru sehari di SMKN 1 Hu'u, Kamis (20/7/2023).

Babinsa berkesempatan memberikan materi Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada siswa dan siswi baru di sekolah kejuruan itu. 

Dijelaskan Babinsa Serda Abdullah Maulana bahwa materi PBB sangat penting untuk membentuk karakter dan kepribadian siswa baru agar disiplin sejak dini.

"Siswa juga harus paham tentang Peraturan Baris berbaris yang betul," jelasnya.

Kehadiran Babinsa di sekolah tersebut, di samping sebagai tanggung jawab teritorial kewilayahan, juga sebagai wadah untuk berkomunikasi sosial dengan siswa-siswi yang ada di sekolah tersebut. Termasuk juga dengan para guru.

Selain Materi PBB, Babinsa juga memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan kepada para siswa dan siswi baru di sekolah yang berlokasi di Desa Daha itu. Babinsa menguraikan tentang Pancasila sebagai Dasar Negara. UUD 1945 sebagai Konstitusi Dasar yang membawahi semua peraturan perundang-undangan yang berlaku di seluruh wilayah NKRI, Bhineka Tunggal Ika yang menyatukan semua keberagaman serta NKRI yang harus dijaga keutuhannya mulai dari Sabang sampai Merauke.

Babinsa menjelaskan kegiatan materi Wasbang ini sangat penting sehingga perlu terus digalakkan. 

"Agar Anak sekolah paham dan mengerti arti dan tujuan dari Wawasan Kebangsaan tersebut sejak dini," tandasnya.

Babinsa mengatakan, negara kita ini sebelum merdeka dulu adalah negara jajahan. Nusantara dijajah oleh pihak asing lebih kurang 350 tahun.

"Kenapa itu bisa terjadi..? Tiada lain penyebabnya hanya satu karena kita belum bersatu. Masih menggunakan sistem kerajaan, berkelompok-kelompok, bersuku-suku juga membedakan ras atau agama," ujarnya.


Kondisi demikian diperparah lagi dengan minimnya pengetahuan karena tidak berpendidikan. Sehingga mudah dihasut dan dipecah belah oleh kelompok-kelompok yang hanya mementingkan dirinya sendiri.

"Selama masa penjajahan tersebut,  negara kita mengalami berbagai macam keterpurukan dan persoalan yang sangat menyedihkan.
Apa mau negara kita ini dijajah lagi oleh orang asing? Tentu saja kita tidak mau dan tidak akan rela," ujarnya.

Maka dari itu, lanjut Babinsa, perjuangan dan jerih payah para leluhur pendahulu bangsa ini harus dihargai dengan cara belajar yang sungguh-sungguh agar dapat berkontribusi bagi kemajuan pembangunan di negeri tercinta ini.


"Mari kita hargai jerih payah leluhur kita memperjuangkan kemerdekaan yang ada ini. Mari kita cintai tanah air Indonesia kita ini dengan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat," ajaknya dengan semangat berapi-api.

Dijelaskan Bintara TNI peraih penghargaan Babinsa teladan ini bahwa negara kita ini adalah negara yang kaya akan hasil hutan, bumi, 
dan laut. Indonesia adalah surganya Bumi. Semua ada di negeri yang dianugerahkan oleh Allah SWT ini.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya yang memperjuangkan nasib bangsanya untuk Merdeka meski nyawa taruhannya sekalipun," tutupnya. (emo).