Koranlensapos.com**Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Dompu (IKPMD)
Yogyakarta bekerja sama dengan Keluarga Pelajar Mahasiswa Bima (KEPMA)
Yogyakarta dan Pusmaja (Pusat Studi Mahasiswa Pasca Sarjana) Bima Dompu
Yogyakarta serta Aliansi Mahasiswa NTB Yogyakarta mengadakan Pagelaran
Seni Tari. Kegiatan yang digelar di 0 Km ( nol kilometer) di Perempatan Kantor
Pos Malioboro Yogyakarta itu dilaksanakan pada Sabtu malam (17/3) kemarin
bertema "Dompu Berduka". Ketua IKPMD, Muh. Nurul Habib dan Ketua
Panitia, Hanif Mujaddid mengatakan tujuan kegiatan sebagai ucapan terima kasih
kepada masyarakat Yogyakarta dan para donatur yang telah memberikan dukungan
baik materi maupun spirituil kepada para korban bencana banjir di Dompu pada
Senin (5/3) lalu.
Para pelajar dan mahasiswa yang
menjalani studi di Kota Gudeg Yogyakarta itu menampilkan sejumlah tarian
tradisional seperti Tarian Wura Bongi Monca, Tarian Wa'a Mama,
Tarian Doro Sangiang, Tarian Anak fare pidu, Tarian daerah Pinrang Sulawesi
Selatan, Tarian dari Sulawesi Barat, Mpa'a (atraksi) Gantao, Mpa'a Manca
Baleba, Patu Dompu Mbojo, dan Musikalitas. Adiansyah, warga Dompu yang
berdomisili di Yogyakarta mengaku bangga dan memberikan apresiasi tinggi kepada
para mahasiswa yang telah ikhlas dan tanpa kenal lelah membantu para
korban banjir Dompu lewat usaha mengumpulkan donasi bantuan di wilayah
Yogyakarta. Dari aksi tersebut, terkumpul donasi dari warga Yogyakarta sebesar
Rp. 31 juta yang disalurkan langsung ke para korban. "Hujan semalam tidak
menyurutkan mereka untuk tampil dengan penuh semangat. Dan Alhamdulillah,
semesta bersahabat saat adik-adik mau memulai acara, hujan berhenti. Dan luar
biasanya, acara tersebut sangat ramai ditonton oleh para pengunjung
Malioboro," kata admin grup Mbolo itu.
Sementara itu, Marga Harun,
salah seorang mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan itu mengemukakan bahwa
kegiatan itu selain sebagai ungkapan terima kasih kepada masyarakat Yogyakarta
atas kepedulian terhadap banjir Dompu, juga dimaksudkan untuk memperlihatkan
dan memperkenalkan kembali nilai nilai budaya lokal Bima-Dompu kepada
masyarakat Yogyakarta dan seluruhnya. "Karena selama ini budaya
daerah Bima-Dompu sudah mulai mengalami degradasi dengan pengaruh budaya-budaya
barat atau westernisasi," ujarnya. (Amin Dompu)

Komentar

