Nadira Ramayanti memberikan klarifikasi terkait isu perselingkuhan dirinya dengan Bupati Dompu, Bambang Firdaus yang viral akhir-akhir ini
Mataram, koranlensapos.com - Isu perselingkuhan yang dilakukan Bupati Dompu, Bambang Firdaus dengan seorang wanita akhir-akhir ini santer beredar di media sosial.
Beragam komentar dan tanggapan netizen membuat isu itu menjadi viral. Berita itu menjadi konsumsi publik. Banyak yang percaya bahwa isu dugaan perselingkuhan itu benar. Apalagi Bupati BBF mengambil sikap diam atas tudingan itu.
Tetapi banyak pula yang mengambil sikap bijak. Tidak mau percaya mentah-mentah atas sebuah informasi yang belum jelas validitasnya.
Benarkah Bupati BBF berselingkuh dengan wanita muda yang merupakan seorang Polwan yang bertugas di Polda NTB itu?
Sang Polwan bernama Nadira Ramayanti akhirnya buka suara.
Nadira memberikan klarifikasi atas isu yang beredar mengenai dugaan perselingkuhan dirinya dengan Bupati BBF. Klarifikasi itu perlu disampaikannya agar tidak memunculkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
"Sehubungan dengan beredarnya berbagai informasi dan tuduhan di media sosial yang mengaitkan nama saya dengan Bapak Bupati Dompu dalam konteks hubungan pribadi, bersama ini saya merasa perlu menyampaikan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat," tulisnya dalam siaran pers.
Diakui Nadira, bahwa saat ini dirinya sedang menjalani proses perceraian dengan suaminya melalui Pengadilan Agama Mataram. Ia membeberkan sejak sekitar bulan November 2025, mereka telah hidup terpisah serta tidak lagi tinggal serumah.
"Kondisi tersebut merupakan persoalan rumah tangga pribadi yang saat ini sedang diselesaikan melalui jalur hukum dan saya berharap semua pihak dapat menghormati proses tersebut," bebernya.
Nadira membenarkan terkait isu yang berkembang di media sosial pernah berkomunikasi dengan Bupati BBF. Komunikasi itu terjadi pada sekitar bulan Februari 2026.
"Saya sempat melakukan komunikasi secara terbatas melalui media komunikasi elektronik dengan salah satu tim dari Bapak Bupati Dompu yang kemudian berlanjut melalui WhatsApp," akunya.
Nadira melanjutkan, komunikasi tersebut pada dasarnya berkaitan dengan penyampaian beberapa pandangan serta hal-hal terkait dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.
"Hal tersebut saya sampaikan sebagai bagian dari komunikasi yang wajar antara masyarakat dengan kepala daerah dan tidak memiliki maksud ataupun tujuan lain di luar itu," tegasnya.
Komunikasi terbatas itu berlanjut secara langsung melalui WhatsApp dengan Bupati Bambang. Namun pada prinsipnya hanya berkaitan dengan penyampaian beberapa hal yang dianggap perlu disampaikan.
"Perlu saya tegaskan bahwa komunikasi tersebut tidak pernah dimaksudkan untuk menyampaikan informasi yang bertujuan menjelekkan ataupun merugikan nama baik pihak manapun," tandasnya.
Lagi-lagi Nadira menegaskan hal-hal yang ia sampaikan dalam komunikasi tersebut semata-mata merupakan pandangan pribadi mengenai beberapa hal yang dianggapnya penting untuk disampaikan. Tidak ada maksud untuk memengaruhi hubungan ataupun dinamika pemerintahan daerah.
"Perlu saya tegaskan bahwa sebelum komunikasi tersebut terjadi, saya secara pribadi tidak memiliki hubungan kedekatan maupun hubungan pribadi dengan Bapak Bupati. Komunikasi yang terjadi juga tidak pernah mengarah pada hubungan pribadi maupun hubungan khusus sebagaimana yang dituduhkan oleh beberapa pihak di media sosial," paparnya.
Terkait berbagai isu yang menyebutkan adanya hubungan khusus maupun rencana pertemuan pribadi antara dirinya dengan BBF, Nadira menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak pernah terjadi.
"Apabila terdapat potongan percakapan maupun narasi tertentu yang beredar di media sosial, maka hal tersebut tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya dan sangat mungkin merupakan informasi yang tidak utuh sehingga menimbulkan penafsiran yang keliru," bantahnya.
Nadira menilai berbagai tuduhan serta narasi yang berkembang di media sosial tersebut sangat merugikan dirinya secara pribadi sebagai seorang perempuan serta berdampak pada keluarganya.
Melalui klarifikasi ini, Nadira berharap masyarakat dapat memperoleh penjelasan yang sebenarnya serta dapat menyikapi berbagai informasi yang beredar secara bijak dan tidak mudah memercayai informasi yang belum tentu kebenarannya.
"Saya menegaskan bahwa tidak pernah ada hubungan pribadi maupun hubungan khusus antara saya dengan Bapak Bupati Dompu sebagaimana yang dituduhkan oleh beberapa pihak. Demikian klarifikasi ini saya sampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat," pungkasnya. (emo).

Komentar