Menumbuhkan Self Love Dalam Diri Remaja Menurut Pandangan Islam

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Menumbuhkan Self Love Dalam Diri Remaja Menurut Pandangan Islam

Koran lensa pos
Minggu, 28 Agustus 2022

 




Oleh : Nesha Wilda Nur Fadillah
(Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Self-love atau yang biasa dikenal dengan mencintai diri sendiri, sangat penting untuk diterapkan dalam diri seseorang. Namun ada beberapa orang yang mendefinisikan self love yaitu memiliki rasa percaya dan bangga terhadap kemampuan diri sendiri. Banyak sekali remaja yang mengalami kesulitan dalam mencintai diri sendiri karena mencintai diri sendiri tidaklah mudah. Dengan adanya perkembangan media sosial dan digital, mudah bagi kita untuk membanding bandingkan hidup dengan orang lain. Dan pada akhirnya menimbulkan rasa kurang percaya diri.
Mencintai diri sendiri merupakan bentuk rasa syukur atas anugerah dari Allah SWT. Orang yang tidak mencintai dirinya sendiri sama saja mengabaikan nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita.
Lantas, bagaimana cara menumbuhkan self love dalam diri remaja menurut pandangan islam?
Sebagai makhluk Allah SWT yang diciptakan secara sempurna, yang memiliki akal fikiran serta rasa mencintai dan keinginan untuk dicintai. Kita perlu mengenal dan mencintai diri sendiri, hal ini dilakukan untuk lebih mengenal Allah SWT.
Dalam islam sesungguhnya mencintai diri sendiri merupakan amanat dari Allah SWT yang harus kita jaga. Mencintai diri sendiri dengan mensyukuri segala kelebihan yang telah Allah SWT berikan kepada kita dan menerima atas segala kekurangan dalam diri kita. Ada beberapa cara agar kita mencintai diri sendiri:

Mengenali diri sendiri dan bersyukur

Ada sebuah hadis yang mengatakan  “مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّه”  artinya “Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya.” Dari hadist ini dapat disimpulkan bahwa kita tidak dapat mengenal Allah SWT jika tidak mengenal diri sendiri. Kita juga tidak akan bisa mengenal Allah SWT sampai kita mencintai diri kita sendiri terlebih dahulu karena diri kita adalah ciptaan Allah.
Lalu kita juga harus banyak bersyukur kepada Allah dalam keadaan apapun, sebab syukur kepada Allah SWT berarti juga syukur kepada diri sendiri sebagaimana firman Allah AWT dalam Q.S Al-Luqman : 12
وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".

Ayat di atas juga sekaligus memberikan arahan untuk berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain. Merasa mempunyai kehidupan  kurang baik dibandingkan orang-orang di sekitar harus segera dihilangkan.

Beribadah 

Dengan beribadah kepada Allah SWT serta berpegang teguh kepada sunah, hal itu mampu membawa diri kita untuk cinta kepada diri sendiri dan kepada Allah. Kita perlu memperkuat hubungan kita dengan Sang Pencipta dan kemudian meninggalkan segalanya dalam doa kita.
Pikiran kita perlu tahu bahwa kita membutuhkan Allah sepanjang waktu, baik ketika senang maupun sedih, kita selalu membutuhkan Allah SWT. Dengan begitu, sujud akan terasa seperti tempat terbaik di dunia ini ketika hatimu terluka.
Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain
Terlalu sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain, bisa menjadi salah satu alasan mengapa seseorang lupa untuk mencintai dirinya sendiri. Dengan maraknya media sosial dan perkembangan era digital, mudah bagi kita untuk membanding bandingkan hidup dengan orang lain. Diawali dengan rasa kurang puas pada diri sendiri dan menimbulkan rasa kurang percaya diri. Perbandingan yang tepat adalah perbandingan antara diri kita kemarin dengan diri kita hari ini. Ada sebuah motivasi yang mengatakan “Hidup itu terlalu singkat jika hanya digunakan untuk membandingkan diri dengan pencapaian orang lain. Belajarlah mencintai diri sendiri, setiap orang sejatinya berproses dengan caranya masing masing”.
Meskipun beberapa bunga ditanam dalam waktu dan tempat yang sama, hal itu tidak menjamin mereka akan mekar pada saat yang bersamaan. Demikian dengan manusia. Setiap orang pasti memiliki waktu ‘mekar’ yang berbeda dengan proses dan hasil yang berbeda-beda pula. Yang harus dilakukan adalah bersyukur, menerima apa adanya, berusaha menjadi lebih baik, dan tidak membandingkan diri dengan orang lain. Sesuai dengan firman Allah berikut,
لَا الشَّمْسُ يَنْۢبَغِيْ لَهَآ اَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا الَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۗوَكُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ
“Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan, dan malam pun tak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS.Yasin: 40)

Menjauhi pertemanan dan lingkungan yang tidak baik

Pertemanan bisa memberikan energi yang baik atau energi yang buruk, maka kita harus memilih pertemanan yang bisa mengarahkan kita ke dalam hal hal yang positif. Karena lingkungan dan pertemanan yang sehat akan membuat mental kita lebih sehat. Tidak heran, Islam menganjurkan kita untuk berhati-hati dalam memilih teman. Selektif dalam memilih teman merupakan prinsip utama dalam Islam. Teman dapat mempengaruhi kita. Bahkan, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seorang mukmin merupakan cerminan saudaranya yang mukmin.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, Abu Dawud dalam Ash-Shahihah)
 Jangan pernah takut untuk meninggalkan lingkungan pertemanan yang kurang baik. Ingat, berpura pura bahagia itu melelahkan, kita harus menjadi diri kita sendiri.

Mencari kebahagian untuk diri sendiri

Salah satu cara terbaik untuk membuat diri bahagia adalah memfokuskan banyak waktu dan perhatian pada tubuh kita atau lebih populer dengan kata me time. Sebaik baiknya me time yaitu dengan Allah. Seorang hamba selayaknya memiliki waktu untuk dirinya sendiri yang ia gunakan untuk berdo’a, berzikir, shalat, tafakur, mengevaluasi diri serta memperbaiki hati (Ibnu Timiyah).
Dengan mencintai diri sendiri, kita tidak akan pernah melakukan perbuatan yang akan merusak apa yang telah Allah karuniakan kepada kita. Oleh karenanya penting untuk memulai mencintai diri sendiri. Karena selain melindungi diri dari berbagai masalah, Islam pun turut mendorong setiap umat untuk yakin dengan kemampuan diri. Selalu bersyukur serta bertawakal pada Allah SWT.