Difasilitasi YRII dan LP2DPM, Pemkab Dompu Bentuk Tim Asistensi Teknis Program Pengendalian Perubahan Iklim

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Difasilitasi YRII dan LP2DPM, Pemkab Dompu Bentuk Tim Asistensi Teknis Program Pengendalian Perubahan Iklim

Koran lensa pos
Sabtu, 23 April 2022

  



Dompu, koranlensapos.com - Islamic Relief dan mitranya LP2DPM saat ini tengah melaksanakan program pengendalian perubahan iklim. Program tetsebut bertajuk ‘Building Community Resilience Against Climate Change (BUCRACE)”.  

Pembina LP2DPM, Ir. Muttakun mengemukakan program ini bermaksud untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan, serta merubah perilaku masyarakat di 10 komunitas/desa terpilih dalam mengelola perhutanan sosial/hutan kemasyarakatan dan lahan kritis (+ 680 hektar) melalui pertanian ramah iklim (climate smart agriculture/CSA) terintegrasi yang berkeadilan gender. Program ini akan dilaksanakan sampai bulan Oktober 2023. 
Dikatakannya, melalui program ini, diberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat berubah dari yang semula berperilaku sebagai climate induced disaster risk driver (pemicu risiko bencana iklim) berubah menjadi climate induced disaster risk reducer (pengurang risiko bencana iklim).  

Tujuan jangka panjang dari program BUCRACE itu sendiri adalah terciptanya keseimbangan antara produktivitas hutan dan lahan untuk menopang ekonomi masyarakat, meningkatnya kesejahteraan sosial masyarakat, dan kembalinya fungsi hutan dan lahan sebagai paru-paru dunia. 

"Saat ini, tantangan yang dihadapi di lapangan adalah terjadinya perambahan hutan dan perusakan alam dalam skala besar dengan laju yang sangat cepat untuk keperluan penanaman jagung sehingga ribuan hektar hutan menjadi gundul. Laju run off dan sedimentasi begitu besar mudah menimbulkan banjir serta mempercepat pendangkalan waduk-waduk atau dam," paparnya.


Lebih lanjut Muttakun menguraikan untuk menghadapi tantangan dan mencapai tujuan di atas, maka beberapa kegiatan utama telah dicanangkan, yaitu :
Pertama, Membangun kesepakatan dengan 10 desa/komunitas di wilayah hutan kemasyarakatan maupun di luar kawasan hutan di lahan miring untuk melaksanakan model pertanian ramah iklim dengan target :
a. terdapat antara 50 sampai dengan 400 pohon kayu per hektar yang dapat menyerap karbon,
b. terdapat kegiatan produktif pertanian terintegrasi untuk menopang mata pencaharian masyarakat 

Kedua, Membangun kesepakatan dengan tiga Pemerintah Daerah (Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima karena Islamic Relief bekerja di 3 kabuoaten/kota ini), DPRD Kabupaten Dompu, Pemerintah Provinsi, Polri, TNI, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), dan masyarakat sasaran untuk menyukseskan model pertanian ramah iklim berikut upaya penegakkan hukum, khususnya di wilayah perhutanan sosial/hutan kemasyarakatan;
Ketiga, Mendaftarkan kegiatan pertanian ramah iklim ke dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI) agar mendapatkan Nilai Ekonomi Karbon (NEK);
Keempat, Membangun keadilan gender dalam pelaksanaan pertanian ramah iklim melalui pemberdayaan laki-laki maupun perempuan melalui pemberian fasilitas microfinance syariah

Dalam proses fasilitasi ini, telah diadakan Lokakarya dan Pelatihan Gender, Pertanian Ramah Iklim, dan SRN-PPI yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perilaku dari para stakeholder kunci terkait isu keadilan gender, teknik pertanian ramah iklim, dan tata cara pendaftaran dan pengelolaan projek di SRN-PPI.
 Adapun keluaran yang diharapkan dari lokalatih adalah :
1. Seluruh staf mitra pelaksana projek BUCRACE dari LP2DPM dan LP2DER memperoleh sertifikat pelatihan sebagai tanda telah sepenuhnya mengikuti kegiatan lokalatih;
2. Dihasilkannya kesepakatan skenario demplot pertanian ramah iklim terintegrasi di lahan miring 
3. Dihasilkannya kesepakatan skenario perhitungan dan monitoring skema microfinance untuk kelompok perempuan dan pertanian ramah iklim

Kegiatan lokalatih ini dilaksanakan secara online dan offline mulai tanggal 18 April dan berakhir tanggal 21 April 2022 bertempat di Cafe Laberka Jln.Syekh Muhammad Lingkungan Sawete Timur Kelurahan Bali dan melalui zoom meeting yang melibatkan narasumber Wakil Gubernur NTB, Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim KemenLHK RI, Kadis LHK Propinsi NTB serta narasumber lokal dari OPD Terkait.

Adapun peserta yang ikut dalam lokalatih berjumlah 36 orang dengan rincian yaitu peserta dari Tim Program LP2DPM 8 orang, Pimpinan OPD terkait (Dinas LH, Bappeda, Distanbun, Disnak dan Kesehatan Hewan, Dinas Koperasi, BPBD serta DP3A) masing-masing 1 orang, BKPH Topaso 1 orang, KTH 10 orang dan KMPB 10 orang. 

Menindaklanjuti kegiatan lokakarya dan pelatihan di Laberka yang dilaksanakan dari tanggal 18-21 April 2022 kemudian pada tanggal 22 April 2022, Tim Program Bucracce LP2DPM dan Islamic Relief Indonesia yang dipimpin langsung oleh Chief Eksecutive Islamic Relief Indonesia, Ir. H. Nanang S Dirja melakukan pertemuan dengan Wabup Dompu untuk menyampaikan laporan hasil distribusi 1000 Paket Ramadhan yang telah diterima oleh 1000 pemegang hak dari warga miskin/rentan yang memenuhi kriteria yang ditetapkan melalui proses yang partisipatif, transparan dan akuntabel. Pertemuan itu dihadiri pula oleh Ketua Badan Pembina LP2DPM yang notabene Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Dompu, Ir. Muttakun dan juga Pimpinan OPD terkait yaitu Dinas LH, Bappeda, Distanbun, Disnak dan Kesehatan Hewan, Dinas Koperasi, BPBD serta DP3A. Momen ini dimanfaatkan oleh Islamic Relief Indonesia dan LP2DPM untuk menyampaikan rekomendasi hasil lokakarya dan pelatihan sebelumnya. Dalam pembahasannya sebelumnya telah disepakati untuk membentuk Tim Asistensi Teknis yang akan bertugas mewujudkan 3 (tiga) mandat hasil lokakarya dan pelatihan yaitu Mewujudkan implementasi Sistem Registri Nasional (SRN) untuk Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI), Mewujudkan Komitmen Pemkab Dompu untuk Pelaksanaan Pembangunan Rendah Karbon (PRK) serta Membentuk Pokja Multilayer untuk Pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan di Kabupaten Dompu.

Islamic Relief Indonesia makin tertarik untuk bekerja di wilayah Kabupaten Dompu karena Bupati dan Wakil Bupati Dompu memiliki cara pandang yang sama untuk upaya penyelamatan hutan dan lingkungan serta adanya dukungan dan komitmen yang diberikan oleh pemkab Dompu untuk berbagi dalam melaksanakan program pengendalian perubahan iklim. (Tim).