Kadislutkan Dompu Tinjau Usaha Pengeringan Ikan di Desa Soro Barat

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Kadislutkan Dompu Tinjau Usaha Pengeringan Ikan di Desa Soro Barat

Koran lensa pos
Selasa, 08 Maret 2022

 


Dompu, koranlensapos.com - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, Amiruddin, S. Hut, Selasa (1/3/2022) melakukan peninjauan usaha pengeringan ikan di Desa Soro Barat Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu.
Peninjauan itu dimaksudkan untuk melihat secara langsung tekhnik pengeringan ikan yang dilakukan oleh para pengusaha setempat yang telah bertahun-tahun menggeluti usaha tersebut. Pengeringan dilakukan secara alami menggunakan sinar matahari. Sedangkan para-para untuk penjemuran  menggunakan bedhek dari anyaman bambu. Sebagian dari ikan-ikan yang dikeringkan itu ada yang dibelah, tetapi ada juga yang dikeringkan tanpa dibelah disesuaikan dengan jenis dan ukuran ikan.


"Profesi sebagai pengolah ikan dengan cara pengeringan seperti ini masih terus dilakukan oleh pak Sofian dan kawan-kawan di Desa Soro Barat," ungkap Amiruddin.
Dikatakannya ikan kering dari Desa Soro Barat selain dipasarkan di pasar-pasar lokal yang ada di Kabupaten Dompu, juga dikirim dan dipasarkan di pasar-pasar tradisional di Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok.
"Semoga para pengolah ikan kering ini tetap eksis dan penghasilannya terus meningkat ke depannya," harapnya.

Lebih lanjut Kadislutkan menerangkan bahwa pengusaha pengeringan ikan di Desa Soro Barat cukup banyak, namun kini tinggal beberapa keluarga saja yang masih eksis menjalani profesi itu. 

Selain di Desa Soro Barat, Amiruddin menyebutkan bahwa usaha pengeringan ikan terdapat di beberapa wilayah di Kabupaten Dompu. Terutama di kawasan pesisir pantai. Seperti di Kecamatan Hu'u, Kilo dan Manggelewa.
 
"Yang pernah saya tinjau ada di Jala, Hu'u dan Marada serta beberapa desa di Kecamatan Kilo. Sedangkan 
yangg di Kecamatan Manggelewa ada di Desa Nangatumpu yaitu pengeringan udang rebon (sepi) sebagai bahan baku pembuatan terasi," tuturnya.

Kadislutkan menyebutkan bahwa para kelompok usaha pengeringan ikan pernah dibantu berupa perbaikan tempat penampungan (bedah rumah UPI/Unit pengolah ikan), bantuan para-para tempat jemur, maupun bantuan alat tranportasi untuk penjualan ikan roda 2 dan roda 3. (emo).