Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

MPLS SMPN 1 MALUK TANPA SAMPAH PLASTIK

Sabtu, 10 Juli 2021 | 7:09 AM WIB Last Updated 2021-07-09T23:09:07Z

Oleh: Bambang Supriadi (Pemerhati Lingkungan)



Menjadi sekolah terbaik dalam pengelolaan sampah tidaklah sekadar angan-angan bagi SMPN 1 Maluk. Sebab derap langkah menuju sekolah bebas sampah tampak semakin rapi dan berirama. Kolaborasi yang apik terbentuk antara siswa, guru dan wali murid kian bersinergi dalam mewujudkan mimpi sekolah bebas sampah menjadi nyata. Di masa pandemi sekali pun, saat kegiatan belajar mengajar di sekolah ditiadakan, masih sempat memberikan materi pengelolaan sampah kepada siswa secara daring.

Berawal dari keikutsertaannya dalam Program Pengelolaan Sampah di Sekolah (PPSS) yang diinisiasi Departemen Lingkungan AMMAN, kini PPSS diinduksikan lagi kepada siswa baru dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2021. PPSS telah memberikan manfaat berharga bagi SMPN 1 Maluk di antaranya berhasil menurunkan timbulan sampah sekolah dari 0,22 kg/siswa/hari menjadi 0,06 kg/siswa/hari. Meskipun capaiannya belum memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu 0,01 – 0,02 kg/siswa/hari (SNI 19-3983 1995) namun penurunan timbulan sampah sebagai akibat dari sinergitas siswa, guru dan wali murid telah memberikan perubahan signifikan dalam pengelolaan sampah SMPN 1 Maluk. Karenanya SMPN 1 Maluk memandang perlu untuk mensosialisasikan PPSS kepada siswa baru. Keberadaan siswa baru diharapkan sebagai  energi tambahan untuk mencapai target timbulan sampah sesuai SNI.

Dalam Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru disebutkan bahwa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) adalah kegiatan pertama masuk sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur sekolah. Jadi selama MPLS siswa baru  diperkenalkan dengan program, sarana, prasarana dan sebagainya sehingga bisa beradaptasi dan berinteraksi dengan baik di  lingkungan sekolah yang baru.

Salah satu tujuan PLS sebagaimana disebutkan dalam Permendikbud tersebut adalah menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisiplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong. Terdapat tiga kegiatan wajib dan lima kegiatan pilihan untuk mencapai tujuan tersebut. Kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah dan pengenalan tata cara membuang sampah sesuai dengan jenis sampah merupakan salah satu kegiatan pilihan yang sangat berkorelasi dengan PPSS SMPN 1 Maluk.

Sejalan dengan tujuan PLS maka dalam kegiatan MPLS tahun 2021 SMPN 1 Maluk fokus untuk mensosialisasikan PPSS bagi siswa baru. Materi dan cara pengurangan dan penanganan sampah disampaikan kepada seluruh siswa baru. Upaya pengurangan sampah yang selama ini diterapkan seperti  tidak membawa makanan dan minuman berkemasan plastik ke sekolah pun mulai diperkenalkan dan diterapkan dalam MPLS yang berlangsung pada tanggal 7 – 10 Juli 2021 termasuk pra MPLS. Pelaksanaan MPLS tetap mengutamakan protokol kesehatan sehingga siswa dikelompokkan menjadi enam grup. 

Sebanyak 130 siswa baru dan 30 panitia membawa bekal makanan dan minuman dari rumah menggunakan wadah diguna ulang dan tumbler. Makanan yang dibawa pun tidak sembarangan, harus dari jenis organik dan tanpa kemasan plastik. Kantin sekolah juga ditutup selama masa MPLS.  Sekolah tetap menyediakan galon air isi ulang untuk kebutuhan air minum siswa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa MPLS SMPN 1 Maluk berlangsung dengan tertib tanpa menimbulkan sampah plastik. Atau sekitar 10 kg/hari sampah berhasil dikurangi selama MPLS. Upaya pengelolaan sampah yang dilakukan SMPN 1 Maluk merupakan salah satu tindakan dalam merestorasi ekosistem laut karena sampah plastik dapat mencapai laut dan merusak ekosistem perairan. Hal ini sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2021, yaitu “Restorasi Ekosistem”.

Penyajian materi dan praktik upaya pengurangan dan penanganan sampah kepada siswa baru yang telah dilakukan oleh SMPN 1 Maluk perlu mendapat apresiasi. Ke depan, diharapkan sekolah lainnya bisa melakukan peran yang sama.   Karena sejalan dengan kebijakan pemerintah yaitu mencapai target pengurangan sampah 30% dan penanganannya 70% di tahun 2025. Sementara Provinsi NTB dengan program zero waste-nya menargetkan tahun 2023 NTB bebas sampah. Dengan demikian SMPN 1 Maluk telah berkontribusi dalam pengurangan dan penanganan sampah untuk mewujudkan NTB bebas sampah 2023 maupun Indonesia bebas sampah 2025. Program Sanitasi Total Berbasis Lingkungan (STBM) Kabupaten Sumbawa Barat juga terbantu.

Sementara capaian kinerja pengelolaan sampah nasional tahun 2020 dalam Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) adalah sebagai berikut: pengurangan sampah (16,12%), penanganan sampah (37,67%) dan sampah tidak terkelola (46,21%) dari total timbulan sampah 36.725.828,83 ton yang dihimpun dari 289 kabupaten/kota. Rasanya untuk mencapai target pengurangan sampan 30% dan penanganan sampah 70% tahun 2025 masih sangat berat. Tentu, peran dan kontribusi sekolah sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah tahun 2025. Sebab kontribusi sekolah dalam pengurangan sampah cukup signifikan jika secara masif pengelolaan sampah bisa diterapkan di seluruh sekolah.  Sebagai contoh: Sekolah Adiwiyata berhasil mengurangi timbulan sampah sebesar 38.745 ton/tahun dalam kurun waktu tahun 2006 – 2019 dengan menerapkan prinsif 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Sebelumnya, MPLS dengan materi pengelolaan sampah pernah diterapkan sekolah-sekolah di Jawa dan Bali. Bahkan mendapat dukungan dari pemerintah daerah setempat seperti di Kabupaten Subang, MPLS digelar di TPA Penembong (Subang.go.id, 18 Juli 2017). Sementara di  Kota Purwakarta,  memberikan materi pengelolaan sampah plastik (disdik.purwakarta.go.id,  15 Juli 2019), Kabupaten Tabanan, mengelola dan mengolah sampah (NusaBali.com, 4 Juli 2019). Pemberian materi pengelolaan sampah dalam MPLS ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap permasalahan lingkungan sekitar baik di sekolah maupun di rumah. Kini SMPN 1 Maluk tampil menunjukkan kepeduliannya dalam perlindungan lingkungan dengan tidak menimbulkan sampah dalam kegiatan MPLS. Suatu tindakan dan praktik terbaik yang perlu diduplikasi di tempat lain, semoga.

-------------------------------
Kontributor: Hairussalim, S.Pd, Guru Pembimbing PPSS SMPN 1 Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB
×
Berita Terbaru Update