Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Patut Diapresiasi, Sejumlah Anak Muda Saneo Swadaya Tanam Pohon untuk Kembalikan Fungsi Hutan

Sabtu, 26 Juni 2021 | 5:58 PM WIB Last Updated 2021-06-26T11:37:10Z


Dompu, koranlensapost.com - Tempo dulu sekitar belasan tahun silam, wilayah hutan Saneo sangat dikenal lebat dan rimbun. Hutan di wilayah ini sebagai kantong mata air yang mengalir deras ke sejumlah sungai yang dimanfaatkan oleh masyarakat di desa-desa lain yang ada di Kecamatan Woja Kabupaten Dompu maupun di kecamatan lain. Masyarakat setempat juga dikenal sejak dulu sebagai pencari madu yang hebat. Mereka mendapatkan madu dengan memanjat pohon-pohon besar dengan ketinggian hingga puluhan meter yang berlokasi di wilayah hutan Saneo dan sekitarnya. Beberapa tahun silam, di sekitar embung Saneo (sebelah utara Desa Saneo) terdapat ribuan pohon kemiri yang tingginya mencapai belasan meter. Masyarakat setempat tinggal mengumpulkan buah kemiri tua yang jatuh di bawah tanah untuk dijual.
Kondisi demikian tinggal cerita. Hutan Saneo tidak lagi rimbun dan lebat seperti dulu. Hutan Saneo tidak lagi menghasilkan mata air yang deras mengalir ke sungai-sungai. Debit airnya sudah sangat mengecil. Bahkan warga setempat juga kini mengeluh karena kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Para pemburu madu kini harus berjalan puluhan kilometer untuk mendapatkan madu. Tidak ada lagi buah kemiri yang bisa dipungut anak-anak untuk dijual karena pohon-pohonnya sudah tiada lagi. Saneo sudah gersang dan panas. Sejauh mata memandang yang terlihat hanya tanah dan batu. 
Kondisi demikian memunculkan kegalauan sejumlah pemuda di desa tersebut. Di antaranya adalah Juraid Mahmud, Nurajin (Fasul), Bung Fudin, Abakar, anggota BPD dan beberapa tokoh muda lainnya.
Mereka merindukan alam sekitarnya hijau dan sejuk seperti masa silam. Mereka ingin kondisi hutan Saneo sedikit demi sedikit bisa seperti dulu lagi. Meski ini bukan langkah yang mudah, tetapi tidak ada salahnya untuk memulai.
Apa upaya yang bisa mereka perbuat ?
Juraid menceritakan mereka secara sukarela melakukan pembibitan tanaman kemiri, durian, nangka, alpokat secara swadaya kemudian menanam di sepanjang jalan di So Sori Soba atau sekitar fider Saneo. Fider ini merupakan bagian dari Dam Raksasa Rababaka Komplek yang berhubungan dengan Bendungan Mila di Kecamatan Woja dan Bendungan Tanju di Kecamatan Manggelewa. Pisang juga.mereka tanam di.sekitar.areal tersebut.


Sekitar seribuan pohon aneka jenis itu telah mereka tanam di sekitar area dimaksud dengan harapan bila tanaman-tanaman tersebut telah tumbuh besar dapat mengembalikan fungsi hutan Saneo seperti dulu lagi. Masyarakat dapat memungut lagi buah-buah kemiri. Begitu pula buah durian, nangka, alpokat dan pisang dapat dinikmati hasilnya.
"Sudah 2 tahun kami melakukan penanaman pohon-pohon ini. Alhamdulillah sudah tinggi-tinggi" kata tokoh muda Saneo yang sehari-hari bekerja sebagai security di Kejaksaan Negeri Dompu tersebut. (emo).


×
Berita Terbaru Update