Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pabrik Teh Kelor Tri Utami Jaya Diresmikan Gubernur NTB

Senin, 11 Januari 2021 | 10:17 PM WIB Last Updated 2021-01-11T14:58:15Z


Mataram, Koranlensapost.com - Pabrik Teh Kelor Moringa Kidom milik Nasrin H. Muhtar yang berlokasi di Jalan Sakura Raya Blok G Nomor 10 BTN Sweta Indah Mataram diresmikan oleh Gubernur.NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M. Sc pada hari Senin (11/1/2021) sekitar pukul 10.00.



Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan Prasasti oleh Gubernur dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Gubernur bersama dengan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkiefimansyah, SE., M. Sc.




Setelah itu dilanjutkan dengan peninjauan mesin dan bangunan mentereng pabrik teh kelor terbesar di NTB itu.
Dalam sambutannya sesaat sebelum peresmian, Gubernur menyampaikan apresiasi atas inovasi Nasrin Muhtar  membangun pabrik teh kelor berstandard internasional itu. 
"Saya menyampaikan apresiasi kepada pak Nasrin karena telah mewujudkan imdustrialisasi teh kelor di NTB ini," ucap Gubernur Zul.
Dikatakannya hal yang mustahil NTB akan meraih kemajuan dan kemakmuran bagi masyarakat tanpa adanya sentuhan industrialisasi. 
"Kita akan begini-begini saja kalau tidak ada industrialisasi," imbuhnya.


Gubernur mengemukakan industrialisasi dibutuhkan karena tidak mungkin tenaga kerja mampu ditampung oleh sektor pertanian, peternakan, dan lainnya.
"Kelebihan tenaga kerja kita mengharuskan industrialisasi jadi jawabannya," jelas Bang Zul.

Lebih lanjut diterangkan Gubernur 
duku kelor cuma sayuran biasa. Dipandang sebelah mata, harganya pun tak seberapa.
"Tapi itu dulu. Sekarang kelor adalah simbol kemakmuran. Kelor adalah komoditas luar biasa. Bisa diolah jadi teh, kopi, sabun, hand body, masker kecantikan, pasta gigi, dan lain-lain," paparnya.
Gubernur bahkan menyebut saat ini di NTB kelor sudah naik kelas. 


"Apa yang membuat kelor naik kelas? Jawabannya adalah berkat hadirnya industri pengolahan kelor," ungkapnya.

Dilanjutkan Gubernur adanya industri teh kelor ini juga menyerap tenaga kerja. Selain itu juga mendapatkan bonus lain berupa tumbuhnya pusat-pusat penanaman pohon kelor di berbagai daerah pemasok bahan baku kelor untuk pabrik ini. 
"Tumbuhnya pohon-pohon kelor ini, akan ikut menjaga kelestarian alam kita, terutama lahan-lahan kering di Pulau Sumbawa. Pak Nasrin, pemilik Pabrik Teh Kelor Tri Utami Jaya telah membuktikan kepada kita bahwa, industrialisasi memang menjadi pembuka pintu kesejahteraan bagi masyarakat. Selamat, untuk hadirnya industri kelor terbesar di NTB. Dengan hadirnya industri pengolahan kelor maka permintaan akan kelor senantiasa akan meningkat dan stabil. Ayo hijaukan hutan-hutan kita dengan menanam kelor," ajaknya.



Pada kesempatan tersebut Direktur CV Tri Utami Jaya Nasrin H. Muhtar menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT karena impian untuk mendirikan pabrik teh kelor akhirnya berwujud nyata.

"Saya sering mendengar kata orang dan itu menjadi inspirasi bagi saya (bahwa) perjalanan panjang itu dimulai dari langkah pertama," ungkapnya.



Ia mengaku tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan bisa membangun pabrik teh kelor berstandar internasional itu. Sebab pada 27 tahun silam, ia memulai merintis usaha bisnis jamu dari modal yang ia sebut minus lima (hanya tamat SMP, bahan baku pembuatan jamu dari tanaman-tanaman yang tidak bernilai jual, pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Lombok, tidak paham mengelola bisnis, dan modal hanya Rp. 500 ribu).



Banyak orang mengatakan kelor adalah simbol kemiskinan. Tapi hari ini saya mengatakan bahwa kelor adalah simbol kemakmuran," ujarnya.

Dikatakannya kelor bagi sebagian orang adalah barang yang tidak memiliki nilai manfaat. Dulu kelor hanya dikenal dari kebu, di dapur dan di meja makan. Tapi Alhamdulillah sampai hari ini kelor dari Nusa Tenggara Barat berkat Tri Utami Jaya sudah merambah ke 13 negara," sebutnya.

Pria asal Desa Malaju Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu ini menjelaskan berbagai persoalan yang dihadapi di Provinsi Nusa Tenggara Barat ini bisa diatasi dengan kelor. Persoalan lingkungan karena hutan gundul dapat diatasi dengan penanaman kelor. Demikian pula terkait persoalan kesehatan (gizi buruk, stunting) juga dapat mengonsumsi kelor. Begitu pula persoalan kemiskinan bisa diatasi dengan kelor.


"Karena WHO sudah mengatakan bahwa kelor adalah pohon ajaib," ungkapnya.

Disebutnya pabrik teh kelor Tri Utami Jaya ini dapat menampung 50 orang tenaga kerja. 
"Mudah-mudahan dapat menambah devisa bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat," harapnya.

Ia menyebut, selain teh celup, juga tersedia bubuk daun kelor dan kapsul daun kelor. Selanjutnya juga akan diproduksi masker wajah dari daun kelor, sabun cair dan sabun batangan kelor.
"Kita juga sudah memprroduksi kopi kelor dan biskuit kelor," ucapnya. (AMIN).




×
Berita Terbaru Update