Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Destinasi Wisata Doro Wadu Na'e Suguhkan Pesona Natural Menakjubkan

Rabu, 23 Desember 2020 | 6:43 PM WIB Last Updated 2020-12-23T10:43:50Z


Dompu, koranlensapost.com - Doro Wadu Na'e (DWN) kini menjadi salah satu destinasi wisata pegunungan di Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mulai diminati pengunjung. 
Setiap hari tetap ada puluhan anak-anak muda, pria maupun wanita yang hendak menikmati suguhan keindahan alam yang masih natural plus menakjubkan di atas puncak gunung berketinggian sekitar 500 meter dari permukaan laut (dpl) itu sembari berfoto selfie.

Letaknya di Lingkungan Doro Ngao Kelurahan Kandai Satu Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu.

Doro Wadu Na'e dalam bahasa lokal Dompu dan Bima adalah Gunung Batu Besar. Karena di puncak gunung tersebut terdapat sebongkah batu besar (wadu na'e). Tingginya mencapai mencapai sekitar 13 meter. 


Wadu Na'e (batu besar) yang ada di puncak bukit itulah yang menjadi tujuan utama bagi para pengunjung. Karena dari atas puncak batu besar tersebut, pengunjung dapat menikmati pemandangan alam nan eksotik yang luar biasa indahnya sejauh pandangan mata dan ke segala penjuru arah mata angin. 
Tatkala memandang ke arah utara, pengunjung dapat menyaksikan gedung-gedung perkantoran yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Dompu. Kubah kuning keemasan Masjid Raya Baiturrahman juga terlihat dari kejauhan dengan.jarak sekitar 3 km itu. Begitu pula dengan rumah-rumah penduduk kota Dompu dan sekitarnya. Terlihat pula hamparan persawahan warga berbentuk kotak-kotak laksana permadani berwarna hijau.

Melihat ke arah barat tampak situs purbakala Doro Mpana dan Doro Bata. Lebih jauh lagi sekitar belasan kilometer ke arah barat terlihat gunung-gunung yang hijau karena baru ditanami jagung oleh masyarakat.

Ketika pandangan diarahkan ke selatan, pengunjung dapat menyaksikan langsung keindahan alam laut dan pantai di kawasan Teluk Cempi dan sekitarnya.

Sedangkan di sebelah timur tampak Doro Karefa. Dinamakan demikian karena bentuk gunung tersebut mirip karefa (katak). Di sebelahnya terdapat Doro (gunung) Salunga. Kedua gunung tersebut dipenuhi rerimbunan hutan jati yang lebat.


Untuk memasuki kawasan DWN, pengunjung dapat menggunakan sepeda motor sampai di sekitar areal lahan proyek pembangunan rumah BTN Doro Mpana. Setelah itu pengunjung harus melakukan pendakian dengan berjalan kaki hingga ke Pos I sekitar 5 (lima) menit lamanya.
Setelah beristrahat sejenak di Pos I, pengunjung kembali melanjutkan pendakian hingga ke puncak gunung dengan menyusuri jalan setapak di bawah teduhan rerimbunan hutan jati sehingga meskipun di siang hari tetap terasa sejuk. Jarak Pos I hingga ke puncak gunung diperkirakan sekitar 150 meter. 
Di atas puncak gunung inilah batu besar (wadu na'e) itu berada. Untuk mencapai puncak batu besar tersebut, kini Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kandai Satu didukung oleh Anggota DPRD Kabupaten Dompu Muttakun, Pendamping Pariwisata Kecamatan Dompu Azwar Munandar serta Pemerintah Kelurahan Kandai Satu telah membuat tangga dari kayu sepanjang 4 meter. Di kanan kirinya dibuatkan pegangan dari bambu. Di bagian bawah kedua tiang tangga diberi cor-coran semen campur pasir agar tidak mudah roboh. Begitu pula di bagian atasnya. 


"Tangga ini panjangnya hanya sepanjang 4 meter saja. Karena di bagian atasnya batu ini terdapat tangga alam," ungkap Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kandai Satu, Syamsuddin yang menemani media ini saat meninjau destinasi wisata DWN tersebut, Rabu siang (23/12/2020).

Tangga alam yang dimaksud Syamsuddin adalah berupa rongga-rongga yang ada di batu besar itu. Rongga di batu besar itu memudahkan bagi pengunjung untuk berpegangan dan bertumpu laksana meniti anak-anak tangga buatan.
"Kelelahan dalam melakukan pendakian jadi terobati setelah kita berada di puncak bukit ini karena bisa menikmati pemandangan alam ciptaan Allah yang luar biasa indahnya. Apalagi kalau di pagi hari saat matahari belum terbit di sini dipenuhi kabut," kata Syam.


Dalam perbincangan sembari melakukan pendakian, Syam mengemukakan bahwa beberapa hari ke depan pengunjung bisa langsung mengemudikan kendaraannya hingga ke Pos I. Karena ada seorang dermawan yang bersedia menyiapkan alat berat (eksavator) untuk meratakan dan menata jalur tersebut. 
"Mudah-mudahan pada tahun baru nanti (1 Januari 2021,red) sepeda motor sudah bisa sampai di Pos I ini," harapnya.
Ia menambahkan bahwa di Pos I direncanakan akan dibangun spot selfie dengan backround Wadu Na'e (batu besar) yang ada di puncak gunung.
"Rencana kami spot selfie dibuat berupa perahu sehingga pengunjung yang ingin melepaskan lelah di sini dapat langsung berselfie di atas perahu itu dengan latar belakangnya Wadu Na'e," jelas tokoh muda yang punya pengalaman beberapa tahun bekerja di bagian travelling di Gili Trawangan KLU itu sembari menunjuk lokasi spot selfie dimaksud dan kemudian menunjuk ke arah wadu na'e yang berada di atas ketinggian.

Sekitar pertengahan antara Pos I dengan puncak bukit terdapat hamparan tanah agak datar. Syam mengatakan di lokasi tersebut bisa dijadikan areal camping, flying fox dan outbond. 


"Rencana kami ke depan di sini pengunjung dapat berwisata kuda. Naik ke puncak gunung dengan mengendarai kuda. Karena kuda di Dompu sudah mulai berkurang. Benhur tidak ada lagi seperti dulu. Makanya kami ingin di sini pengunjung dapat melakukan travelling dengan kuda," tuturnya.


Syam mengatakan bahwa anggota Pokdarwis Kandai Satu yang berjumlah 50 orang dengan penuh semangat bertekad ingin mewujudkan Doro Wadu Na'e sebagai destinasi wisata pegunungan yang dapat menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Karena itu atas nama Pokdarwis Kandai Satu, Syam meminta perhatian dan kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu maupun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat agar memberikan dukungan terhadap semangat generasi muda di wilayah tersebut dalam rangka mengembangkan dunia pariwisata yang dapat memberikan nilai tambah bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal dan peningkatan sumber daya manusia.



Hal senada disampaikan Lurah Kandai Satu, Dedy Arsyik. Ia mengatakan semangat Pokdarwis untuk mengembangkan Destinasi Wisata baru DWN ini perlu diapresiasi dan didukung oleh semua pihak. 
Apalagi di Kelurahan Kandai Satu juga terdapat situs-situs purbakala peninggalan sejarah Dompo (Dompu) di masa lampau. Di antaranya adalah Situs Doro Mpana, Situs Doro Bata dan Makam Waro Kali. Ketika wisatawan mengunjungi DWN, sekaligus dapat mengunjungi destinasi wisata budaya yang masih dalam wilayah administratif Kelurahan Kandai Satu. (AMIN).
×
Berita Terbaru Update