Pancasari Travel Buka Trayek Baru Bima - Mataram

Kategori Berita

.

Pancasari Travel Buka Trayek Baru Bima - Mataram

Koran lensa pos
Senin, 20 Juli 2020
Andi Jalaludin, SH

Mataram, Lensa Pos NTB - Bus angkutan penumpang Pancasari selama 2 tahun ini beroperasi dengan trayek jurusan Dompu - Mataram dan Mataram - Dompu.
Tetapi kini bus travel tersebut sudah membuka trayek baru dari Terminal Dara (Bima) menuju Terminal Mandalika (Mataram) dan sebaliknya Terminal Mandalika - Terminal Dara.

Pengelola travel Pancasari, Andi Jalaludin, SH menyebut trayek baru tersebut mulai beroperasi sejak hari Rabu (15/7/2020) lalu.
"Sebenarnya izin operasinya sejak bulan Januari (2020) lalu tapi karena Corona sehingga kami tidak bisa memulai trayek ini dan baru hari Rabu kemarin kami melepas perdana kendaraan tersebut dari Terminal Dara menuju Terminal Mandalika," jelas Sekretaris DPD Organda Kabupaten Dompu ini.

Ia menyebut untuk sementara ini ada 2 (dua) unit bus Pancasari yang beroperasi untuk Jurusan Terminal Dara - Mandalika. Sedangkan pemberangkatan dari Terminal Dara pada pukul 14.00 Wita.
"Sementara ini yang beroperasi 2 unit, satu hari sekali pemberangkatan yaitu jam 2 siang," sebutnya.
Andi mengatakan meski ada 2 unit travel Pancasari yang start dari Bima menuju Mataram, tetapi yang start dari Dompu menuju Mataram juga tetap beroperasi setiap hari sebagaimana biasa.

Dikatakannya fasilitas tempat duduk penumpang (seat) di kendaraan tersebut dengan tampilan yang berbeda mengacu pada standar protokol kesehatan Covid -19 sebagaimana yang menjadi imbauan pemerintah untuk menjaga jarak (physical distancing) antara penumpang satu dengan lainnya.
"Seat penumpang tidak dempet tetapi satu kiri satu kanan begitu sampai belakang," ujarnya.

Pemilik PO Sasambo ini menyebut pengaturan seat ini membuat penumpang bisa lebih nyaman karena jarak antara penumpang berjauhan.
"Penumpang bisa lebih leluasa karena bisa menjaga jarak," katanya.

Bagaimana dengan harga tiket ? 
"Harga tiket masih disesuaikan dengan harga standar di Dompu yaitu 300 ribu karena ada pembatasan jumlah penumpang hanya 70 persen dari kelayakan uji KIR," pungkasnya. (AMIN).