Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ramuan Ini Diyakini Bisa Tangkal Virus Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 8:42 AM WIB Last Updated 2020-03-16T00:43:33Z

Dompu, Lensa Pos NTB - Salah satu cara untuk mencegah masuknya virus corona adalah dengan mengonsumsi  rempah-rempah. Karena ramuan  tersebut mengandung anti oksidan yang berkhasiat memberikan sistem imun (kekebalan) bagi tubuh untuk menghindari masuknya penyakit dalam tubuh. Salah satunya adalah virus Covid - 19 penyebar penyakit Corona.
Salah seorang perawat asal Indonesia yang bekerja di Hospital Arab Saudi menyebutkan ramuan dimaksud terdiri dari bawang putih, lemon (jeruk), jahe, serai, dan kayu manis.
Perawat ini mengemukakan resepnya adalah 10 siung bawang putih diiris tipis, 1 biji lemon berbagai jenis juga diiris tipis, 1 ruas jahe diiris panjang, 1 batang serai, dan 1 batang kecil kayu manis.

"Gabungkan ramuan-ramuan tersebut di wadah periuk dengan 5 gelas air. Didihkan selama 15 menit lalu matikan kompor. Setelah itu diamkan suam-suam kuku lalu minum sebelum tidur, siang atau pagi setelah sarapan. Saat minumnya bisa ditambahkan madu," jelasnya.
Ia menegaskan semua semua bahan di atas mengandung anti
Oksidan. Bagi yang mengalami sembelit juga bagus untuk mengonsumsi ramuan ini agar BAB lancar.

Selain itu, ia menyebutkan sayuran daun kelor juga bisa memberikan imun bagi tubuh yang menolak masuknya virus berbahaya itu.
Daun kelor dimasak sebagaimana biasa lalu ditambahkan 10 siung bawang putih sebagai bumbu.

Ia mengatakan daun kelor mengandung anti oksidan yang berfungsi memperbaiki 
sistim imune anti cancer. 

"Selain dari sinar matahari penangkal virus, Sayur ini juga tak kalah hebatnya. Dia membentengi sistim imune agar lebih stabil karena virus corona itu gampang dimiliki oleh orang-orang yang metabolisme tubuhnya lemah," terangnya.
Hal demikian diungkapkan pula oleh Owner Teh Moringa Kidom, Nasrin H. Muhtar.
Fakta mengejutkan bahwa ternyata kelor dapat menangkal virus corona. Dikutip dari INIKATASULTRA.com bahwa Tim peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menemukan kandungan antivirus corona dari bahan alam Indonesia. Golongan senyawa tersebut antara lain hesperidin, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin.

FKUI merilis penemuannya, Jumat (13/3). Hasilnya, kandungan senyawa-senyawa tersebut banyak terkandung dalam jambu biji (daging buah merah muda), kulit jeruk dan daun kelor.

Dekan FKUI Ari Fahrial Syam menuturkan, Gabungan Kelompok Peneliti Kedokteran yang terdiri atas peneliti di FKUI, Fakultas Farmasi UI, dan IPB menemukan bahwa daun kelor mengandung senyawa yang cukup lengkap untuk menghambat persebaran Covid-19.

Ari mengungkapkan, pihaknya memanfaatkan teknologi bioinformatika. Setelah meneliti struktur genom dari virus, peneliti melakukan pencocokan dengan berbagai daftar senyawa yang bisa menghambat Covid-19.

Pencocokan memakai metode molecular docking dengan menggabungkan dua senyawa. Tim lantas mendapatkan daftar senyawa yang bisa melawan Covid-19.

”Komponen pada jambu biji, kulit jeruk dan daun kelor cukup lengkap sebagai bahan alam yang bisa mencegah, paling tidak mengurangi, penyebaran,” katanya.

Meski demikian, Ari menjelaskan, hal tersebut baru studi bioinformatika. Tetap diperlukan studi lanjutan untuk menemukan komponen yang bisa menjadi obat Covid-19.

Berdasar hasil skrining, aktivitas terhadap ratusan protein dan ribuan senyawa herbal terkait mekanisme kerja virus, diperoleh beberapa golongan senyawa yang berpotensi menghambat dan mencegah virus corona baru untuk menginfeksi manusia.

”Golongan senyawa tersebut, antara lain, hesperidin, kuersetin, rhamnetin, kaempferol, dan myricetin yang terkandung dalam jambu biji (daging buah merah muda), kulit jeruk, dan daun kelor,” jelas Fadilah.

Menurut Rafika Indah Paramita yang juga ikut meneliti, cara kerja senyawa tersebut adalah memotong salah satu struktur genom milik Covid-19 yang disebut spike.

Bentuknya mirip duri atau tanduk. Fungsi spike itu adalah menyambung sel Covid-19 dengan reseptor yang dimiliki manusia. Hesperidin dkk bertugas untuk memotong kontak antara spike dan reseptor sel manusia. Dengan begitu, virus gagal menyebar.

”Virus ini kan juga butuh memperbanyak diri. Jadi, spike ini salah satunya berfungsi memperbanyak diri. Jika virus sudah tidak bisa kontak dengan reseptor manusia, proses memperbanyak ini akan gagal. Seharusnya sel virus akan mati,” jelas Rafika. (AMIN).

×
Berita Terbaru Update