Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

RIF Adakan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram dengan Pemanfaatan Bonggol Jagung

Minggu, 05 Juli 2020 | 10:27 PM WIB Last Updated 2020-07-05T23:35:39Z
Pelatihan budidaya jamur tiram oleh RIF di Desa Taropo Kec. Kilo Kab. Dompu NTB, Sabtu (5/7/2020)

Dompu, Lensa Pos NTB - Responsive Innovation Fund (RIF) bekerja sama dengan Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu kembali melaksanakan kegiatan pelatihan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Kelompok Wanita Tani (KWT).

Kegiatan yang diselenggarakan di Kantor Desa Taropo Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu NTB pada Sabtu (5/7/2020) tersebut adalah pelatihan Budidaya Jamur Tiram 
Putih (Pleurotus ostreatus) dengan memanfaatkan bonggol jagung sebagai medianya.

Kegiatan itu dibuka oleh Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu sekaligus Person In Charge (PIC) RIF Dompu, Miftahul Suadah, ST.
Dalam paparannya, Suad menjelaskan bahwa pemanfaatan bonggol jagung sebagai bahan baku dalam budidaya jamur tiram akan memberikan nilai positif bagi komoditas jamur tiram. 
"Kabupaten Dompu merupakan sentra komoditas jagung yang tersebar di berbagai Kecamatan, di antaranya Kecamatan Manggelewa dan Kilo," paparnya.
Dikatakannya di Kecamatan Manggelewa dan Kilo terdapat beberapa kelompok tani. Terdapat pula Kelompok Wanita Tani. KWT ini merupakan salah satu kelompok yang memilki usaha dalam bidang pengolahan hasil hortikultura dan tanaman pangan terutama jagung yang harus selalu diberdayakan agar produksi jagung bahkan limbah jagung dapat memberikan nilai tambah bagi peningkatan ekonomi.
PIC RIF Dompu ini menjelaskan
dalam rangka mendukung pencapaian salah satu sasaran RPJMN 2015-2020, yaitu peningkatan keterkaitan kota-desa melalui pengembangan pusat-pusat pertumbuhan, Pemerintah Kanada melalui Proyek National Support for Local Investment Climates (NSLIC)/National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSELRED) memberikan dukungan teknis kepada Pemerintah Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan iklim usaha dan kemudahan berinvestasi. Sebagai salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut, Proyek NSLIC/NSELRED menyediakan Program Dana lnovasi Responsif (Responsive Innovation Fund/RIF) yaitu berupa dukungan teknis kepada pemerintah daerah dalam menciptakan dan melaksanakan inovasi pengembangan ekonomi lokal dan daerah.

Sementara itu, RIFTA Program RIF Dompu, Julian Ashory menjelaskan pelatihan budidaya jamur tiram ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi budidaya jamur tiram dari bonggol jagung. Kualitas dan jangkauan pemasaran produk jamur tiram Kabupaten Dompu agar beromset tinggi dan memberikan lapangan kerja yang lebih banyak; Meningkatkan pengetahuan petani budidaya jamur tiram dari bonggol jagung agar menghasilkan produk yang berkualitas; Memberikan informasi dan pengetahuan kepada Petani budidaya jamur tiram bahwa tongkol jagung memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan jamur tiram; Menjelaskan proses dan teknik mulai dari fase pembibitan sampai fase panen untuk budidaya jamur tiram dari bonggol jagung yang berkualitas; Meningkatkan aspek manajemen usaha dan pemasaran produk jamur tiram dari bonggol jagung.

Sedangkan output yang ingin dicapai adalah memberikan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan rumah tangga bagi masyarakat yang menggeluti usaha tersebut.

Hadir pada acara tersebut Ketua BKAD Kecamatan Manggelewa, Pendamping Kawasan, Ketua Bumdesma "Karawi Sama", Ketua Bumdes "Manggini" (Soriutu), Bumdes "Sama Ngawa" (Nanga Tumpu), Bumdes Bunga (Tanju), Bumdes Nusa Jaya, Bumdes Bahrul Hayat (Kampasi Meci), Bumdes Bina Bersama (Anamina), Bumdes Kawangko Indah.(Kwangko), Bumdes Restu Ibu (Banggo), Bumdes Sinar Jaya (Tekasire), Bumdes Sinar Damai (Suka Damai), Bumdes Tekad Makmur (Lanci Jaya), Bumdes Sejahtera (Doromelo), Bumdes Imbi Kasama (Desa Malaju), Bumdes Taropo Jaya (Taropo), Bumdes Amanah (Lasi), Bumdes Insan Cinta (Mbuju), Bumdes Harapan (Kiwu), Bumdes Keramat Jaya (Keramat), KWT Sama Ngawa (Tekasire), KWT Bina Bersama (Nusa Jaya), KBUP PKBM Lanci Jaya, dan sejumlah KWT serta UKM dari desa lainnya yang ada di Kecamatan Manggelewa dan Kilo.
Sedangkan sebagai pemateri adalah profesional / pelaku budidaya jamur, Rustam Efendi. (AMIN).





×
Berita Terbaru Update