Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ines Handayani Paparkan Fungsi Kemasan dan Label Bagi Produk UMKM

Rabu, 17 Juni 2020 | 10:41 AM WIB Last Updated 2020-06-17T03:37:18Z

Dompu, Lensa Pos NTB - Ines Handayani, Konsultan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menjadi narasumber dalam acara pelatihan packaging bagi pelaku UKM/UMKM, Bumdes dan Bumdesma di Kawasan Pedesaan Prioritas Nasional (KPPN) Agropolitan Jago Kala Manggelewa - Kilo Kabupaten Dompu pada hari Selasa (16/6/2020) pukul 14.00 Wita.
Kegiatan pemberian materi tersebut berlangsung secara virtual melalui aplikasi zoom meeting. Pemateri Ines Handayani berada di Jakarta, sedangkan peserta pelatihan di aula Kantor Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu.

Dalam paparannya Ines menjelaskan secara rinci tentang fungsi kemasan dan label.
Dijelaskannya fungsi dasar kemasan ada 3 yaitu fungsi proteksi (melindungi produk), sebagai branding dan promosi, dan fungsi kepuasan pelanggan.

Fungsi proteksi artinya kemasan harus melindungi produk dari suhu, sinar matahari, serangga, tikus, kutu, air, udara yang bisa menurunkan kualitas produk.

"Kemasan yang tidak berkualitas akan merugikan pembeli," jelasnya.

Fungsi branding dan promosi menunjukkan segmen/kelas produk, tampil beda dengan kompetitor, menaikkan nilai produk, menarik perhatian calon pembeli, serta produk akan mudah dikenal dan diingat.
 Sedangkan fungsi kepuasan pelanggan karena produk kemasan bagus, mudah dibawa dan aman. 
Apabila produk dengan kemasan bagus, maka customer (pelanggan) akan memberikan testimoni dan referensi kepada temannya. Karena saat ini orang yang puas dengan kualitas produk akan memposting di media sosial mengajak teman-temannya untuk membeli produk itu.
"Sebaliknya bila kemasan produk jelek, maka pembeli akan kapok san tidak akan mau membeli lagi.
Parahnya lagi mengajak teman-temannya agar jangan membeli produk itu karena jelek," ujar Ines.

Dikatakannya tingkatan kemasan ada 3 yaitu kemasan primer, sekunder, dan tersier tergantung jenis produk dan kebutuhannya.
Kemasan primer adalah kemasan atau bungkus yang langsung melekat pada produk.
"Kemasan primer adalah kemasan pertama yang langsung menempel pada produk," jelas founder COO Saqina Intermoda dan founder PT. Digital Agri Nusantara ini.

Sedangkan kemasan sekunder menggabungkan produk yang terbungkus kemasan primer. Sedangkan kemasan tersier menggabungkan produk yang terbungkus kemasan sekunder.

Dijelaskannya jenis bahan untuk kemasan bisa berupa kaca (glass), metal, aluminium foil, composit, plastik. Jenis kemasan ini juga disesuaikan dengan jenis produk.

Memilih kemasan yang cocok disesuaikan dengan jenis produk, karakter produk, ukuran suatu penjualan, possitioning produk atau target market, fitur kemasan, material kemasan, dan.quantity minimal pengadaan.

"Dengan adanya fasilitas internet informasi mengenai jenis kemasan bisa cari secara online berikut daftar harganya. Kemasan makin cantik, fungsional dan mudah didapat," tuturnya.

Lebih lanjut Ines menerangkan antara kemasan dan label ibarat dua sisi mata uang. Kemasan harus benar, label juga harus baik dan benar.
Kenapa label penting ?
"Kemasan sama akan tampil beda karena labelnya," paparnya.

Disebutnya fungsi label ada 4 yaitu mendeskripsikan produk dan memberikan informasi spesifik isi dalam kemasan, identifikasi jenis produk, branding dan promosi, dan informasi produk berstandar sesuai peraturan/hukum yang berlaku.

Label memuat nama produk, komposisi produk, berat bersih, informasi nilai gizi, nomor PIRT, Halal MUI, tanggal kedaluarsa, identitas produsen (akun media sosial), kode produksi - barcode, dan varian produk.
Pelatihan packaging  ini adalah kelanjutan dari pemberdayaan bagi para UMKM yang berlokasi di 18 desa yang ada di Kecamatan Manggelewa dan Kecamatan Kilo. Sebagaimana diketahui Kabupaten Dompu merupakan salah satu dari 60 kabupaten dari seluruh Indonesia yang menjadi kawasan KPPN yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas sebagaimana telah tertuang dalam RPJMN. 6 kabupaten di antaranya digandeng oleh  
NSLIC/NSELRED melalui program RIF. Salah satu di antaranya adalah Kabupaten Dompu.
Person In Charge (PIC) RIF Miftahul Suadah menjelaskan para pelaku UMKM telah mendapatkan beberapa kali pelatihan dan pembekalan tentang cara pembuatan beras analog, tepung jagung, serta produk turunannya seperti bronis jagung, dan jus jagung.
"Kita memang fokus pada olahan makanan dari jagung karena jagung adalah produk unggulan di Dompu tapi tidak menutup kemungkinan juga untuk produk berbahan dasar lain," jelasnya.

RIFTA Program, Julian menyebutkan bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Dompu selain diberi pelatihan tentang pengolahan produk jagung juga diberikan dukungan mesin pembuat tepung jagung, mesin pencetak beras analog, mixer pengaduk adonan dan oven pengering.
"Pada hari Kamis (18/6/2020) akan diberikan pembekalan PIRT bagi pelaku UMKM ini di Laberka Dompu," pungkas Julian. (AMIN).



×
Berita Terbaru Update