Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tolak RKUHP, Mahasiswa STIH Muhammadiyah Demo DPRD Bima

Kamis, 26 September 2019 | 3:51 PM WIB Last Updated 2019-09-26T07:51:07Z
Bima, Lensa Pos NTB - Sekitar ratusan massa aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIH Muhammadiyah Bima menggelar aksi didepan Kantor DPRD Kabupaten Bima. Massa aksi menuntut dan meminta kepada DPR RI melalui DPRD Kabupaten Bima agar menolak rencana revisi undang-undang KPK dan rancangan KUHP. Kamis, (26/9/2019).

Pantauan langsung awak media, aksi yang digelar ini berlangsung tegang. Massa aksi memaksa masuk halaman kantor DPRD Kabupaten Bima dengan menggedor pintu gerbang kantor setempat.

Beberapa saat berorasi, massa aksi pun didatangi Wakil Ketua sementara DPRD Kabupaten Bima M Aminullah. Namun kehadiran pria yang akrab disapa Maman ini ditolak oleh massa aksi.

Massa aksi menginginkan ketua sementara DPRD Kabupaten Muhammad Ferryandi yang menerima kehadiran mereka. Maman pun tinggalkan massa aksi dan kembali ke ruang kerjanya.

Massa aksi kembali berorasi dan terus menggedor pintu gerbang untuk memaksa masuk. Hingga pintu gerbang dijebol dan massa aksi berhasil masuk halaman kantor Wakil rakyat ini.

Dalam aksi ini, bukan hanya mahasiswa yang berorasi. Dosen-dosen STIH juga ikut turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan revisi undang-undang KPK dan rancangan KUHP.

Namun aksi ini berlanjut audiensi. Puluhan orang perwakilan mahasiswa dan dosen melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Bima diruang komisi I, yang kembali diterima oleh Wakil Ketua sementara DPRD Kabupaten Bima M Aminullah.

Korlap Aksi Rustam AR mengungkapkan, dalam aksi ini selain menolak revisi UU KPK dan KUHP, juga mengutuk tindakan militerisasi dan aksi rasisme di tanah Papua. Juga mengutuk tindakan represif atau kriminalisasi terhadap mahasiswa dan aktivis oleh aparat penegak hukum di Jakarta, Jawa dan Sulawesi.

"Kami juga meminta kepada Presiden RI untuk menyelesaikan persoalan kebakaran hutan dan lahan di Riau dan Kalimantan," tegasnya. (Usman).
×
Berita Terbaru Update