Mataram, Lensa Post NTB - Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, Sabtu (30/6/2018) menggelar workshop Etika Bermedia Sosial. Acara yang bertempat di Ruang Kenari Kantor Walikota Mataram, dibuka resmi oleh Ketua Umum MUI Provinsi NTB Prof. Drs. H. Saiful Muslim, MM, turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua Umum DPP LDII Prof. Dr. Ir. KH. Abdullah Syam, M.Sc, Ketua DPW LDII NTB, dan 135 peserta utusan dari MUI dan LDII. Hadir pula sebagai nara sumber Ketua DPP LDII, Drs. H. Hidayat Nahwi Rasul, yang juga merupakan pakar Teknologi Informasi dan Ketua Forum Telematika Kawasan Indonesia Timur, Kadis Kominfo Provinsi NTB, Drs. Tri Budi Prayitno, M.,Si serta Direktur Reskrimsus Polda NTB.
Ketua DPW LDII NTB, Ir. Abdullah A.Karim, M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini sebagai tindak lanjut hasil Munas LDII VIII Tahun 2016 yang salah satunya
ditandai dengan dilounchingnya Gerakan Bijak Bermedia Sosial, menurutnya, sebagai ormas Islam, LDII menganggap penting dan mendesak ditegakkannya nilai nilai moral dalam penggunaan Teknologi dan Informasi di era yang serba digital yang diformulasikan sebagai Kode Etik Penggunaaan media sosial, jelasnya.
Ketua DPW LDII dua periode ini juga menyampaikan bahwa Acara workshop ini juga didukung Kepolisian Daerah NTB dan Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kominfostik NTB. Sementara tema yang diusung dalam workshop ini adalah "Bijak Bersosial Media Dalam Islam, Bermasyarakat dan Berbangsa, Saring Sebelum Sharing". Kegiatan yang digelar selama satu hari ini, akan dilanjutkan dengan aksi damai di kegiatan car free day, besok Minggu (1/7/2018).
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, Prof. Dr. Ir. KH. Abdullah Syam, M.Sc. dalam sambutannya menjelaskan, workshop ini merupakan
sumbangsih LDII dalam upaya ikut menjaga jati diri bangsa sebagai bangsa yang santun, gotong royong dan menjunjung tinggi keluhuran
budi atau budi luhur yang tinggi bagi terwujudnya kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Selanjutnya, Gerakan ini melahirkan penandatanganan MoU antara
LDII dengan Kementerian Kominfo Repubik Indonesia, sehingga pelaksanaan Workhop ini merupakan implementasi nyata dan
merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan dari MoU tersebut, jelas Abdullah Syam.
Ditempat yang sama, Ketua Panitia, M.Ramadhani, menjelaskan setelah workshop ini, akan dilanjutkan dengan Aksi Damai Sosialisasi Etika Bermedia Sosial yang akan dilaksanakan Besok, Minggu 1 Juli 2018 di arena Car Free Day Jalan Udayana Mataram yang akan diikuti olehGenerasi
Muda LDII sebagai hasil nyata dari Work shop ini dengan menyebarkan leaflet, brosur, dan stiker yang berisi edukasi etika bermedia sosial dan sosialisasi UU ITE serta Fatwa MUI tentang
Muamalah Media Sosial, jelas Ketua Panitia sekaligus Sekretaris DPW LDII NTB ini. (LP.NTB/ Humas LDII)
Ketua DPW LDII NTB, Ir. Abdullah A.Karim, M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini sebagai tindak lanjut hasil Munas LDII VIII Tahun 2016 yang salah satunya
ditandai dengan dilounchingnya Gerakan Bijak Bermedia Sosial, menurutnya, sebagai ormas Islam, LDII menganggap penting dan mendesak ditegakkannya nilai nilai moral dalam penggunaan Teknologi dan Informasi di era yang serba digital yang diformulasikan sebagai Kode Etik Penggunaaan media sosial, jelasnya.
Ketua DPW LDII dua periode ini juga menyampaikan bahwa Acara workshop ini juga didukung Kepolisian Daerah NTB dan Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kominfostik NTB. Sementara tema yang diusung dalam workshop ini adalah "Bijak Bersosial Media Dalam Islam, Bermasyarakat dan Berbangsa, Saring Sebelum Sharing". Kegiatan yang digelar selama satu hari ini, akan dilanjutkan dengan aksi damai di kegiatan car free day, besok Minggu (1/7/2018).
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, Prof. Dr. Ir. KH. Abdullah Syam, M.Sc. dalam sambutannya menjelaskan, workshop ini merupakan
sumbangsih LDII dalam upaya ikut menjaga jati diri bangsa sebagai bangsa yang santun, gotong royong dan menjunjung tinggi keluhuran
budi atau budi luhur yang tinggi bagi terwujudnya kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Selanjutnya, Gerakan ini melahirkan penandatanganan MoU antara
LDII dengan Kementerian Kominfo Repubik Indonesia, sehingga pelaksanaan Workhop ini merupakan implementasi nyata dan
merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan dari MoU tersebut, jelas Abdullah Syam.
Ditempat yang sama, Ketua Panitia, M.Ramadhani, menjelaskan setelah workshop ini, akan dilanjutkan dengan Aksi Damai Sosialisasi Etika Bermedia Sosial yang akan dilaksanakan Besok, Minggu 1 Juli 2018 di arena Car Free Day Jalan Udayana Mataram yang akan diikuti olehGenerasi
Muda LDII sebagai hasil nyata dari Work shop ini dengan menyebarkan leaflet, brosur, dan stiker yang berisi edukasi etika bermedia sosial dan sosialisasi UU ITE serta Fatwa MUI tentang
Muamalah Media Sosial, jelas Ketua Panitia sekaligus Sekretaris DPW LDII NTB ini. (LP.NTB/ Humas LDII)

Komentar


