Mataram, Lensa Post NTB - Gempabumi tektonik siang ini, Minggu (1/7/2018) pukul 14.00.16 wita, mengguncang beberapa wilayah di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto, SP, MM menjelaskan Hasil analisa BMKG menujukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M=4,5. Episenter terletak pada kordinat 8,64 LS dan 116,15 BT atau tepatnya pada jarak 4 km arah Timur Laut Lombok Barat NTB pada kedalaman 109 km .
Menurut Agus Riyanto, Dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Mataram, Lombok Timur dan Lombok Barat dalam skala intensitas II SIG (III MMI). Di daerah ini guncangan gempabumi dirasakan oleh beberapa orang. Selain itu, di Praya guncangan lemah dirasakan dalam skala intensitas I SIG (II MMI).
Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Hingga pukul 14:23 WITA, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat di wilayah Lombok dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (LP.NTB / BMKG)
Menurut Agus Riyanto, Dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Mataram, Lombok Timur dan Lombok Barat dalam skala intensitas II SIG (III MMI). Di daerah ini guncangan gempabumi dirasakan oleh beberapa orang. Selain itu, di Praya guncangan lemah dirasakan dalam skala intensitas I SIG (II MMI).
Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Hingga pukul 14:23 WITA, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat di wilayah Lombok dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (LP.NTB / BMKG)

Komentar