Dinilai Ada Kejanggalan Dibalik Kasus Bunuh Diri Siswa SMP di Saneo Dompu -->

Kategori Berita

.

Dinilai Ada Kejanggalan Dibalik Kasus Bunuh Diri Siswa SMP di Saneo Dompu

Koran lensa pos
Sabtu, 12 Mei 2018
Teman sekolah korban di Rumah Duka
Dompu, Lensa Post NTB - Sabtu pagi tadi, (12/5) sekitar pukul 06.30 Wita, warga Dusun Marampa Desa Saneo Kecamatan Woja dihebohkan dengan teriakan histeris Ramlah, istri H. A. Kadir, warga setempat. Teriakan histeris itu disebabkan ia menemukan putra bungsunya sendiri yang bernama Jami'un (14) dalam kondisi tergantung pada seutas tali nilon di rumah kosong miliknya.Mendengar teriakan itu, warga sekitar berkerumun mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun tidak ada satupun warga yang berani menyentuh jasad siswa kelas VII di SMPN 7 Woja itu, apalagi melakukan tindakan mengevakuasi.Hal itu disebabkan mereka melihat ada yang tidak wajar di balik kejadian tersebut.

Mereka melihat jasad korban terjerat lehernya oleh seutas tali nilon yang diikatkan pada atap rumah, tetapi tubuh korban dalam keadaan duduk berlutut.Untung saja pihak kepolisian dari Polsek Woja dan dari Polres Dompu segera tiba di TKP untuk melakukan evakuasi dan kemudian membawa jasad korban ke rumah duka sekitar 100 meter dari TKP tepatnya  di Dusun Wawo Desa Saneo.
Jasad korban gantung diri
Mengenai kejanggalan itu, beberapa warga yang berkerumun memperbincangkannya."Kalau memang dia gantung diri, kenapa posisinya seperti itu (duduk berlutut) ?," kata seorang warga berbincang-bincang dengan warga lainnya.Namun warga lainnya tidak berani mempertanyakan hal itu. Sebagian memilih untuk menyerahkan persoalan itu pada pihak kepolisian."Biarlah pihak kepolisian yang mendalami hal itu. Tidak baik kita membahasnya," ungkap warga itu.

Kapolsek Woja, IPDA Rusdi, SH menegaskan bahwa kasus ini murni bunuh diri dan tidak ada kejanggalan yang dijumpai."Pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan," ujarnya.Kepala Desa Saneo Rustam yang dikonfirmasi media ini juga tidak mengetahui persis motif yang melatarbelakangi aksi nekat bocah SMP ini hingga melakukan bunuh diri."Menurut pengakuan orang tuanya, tidak ada masalah sebelumnya," jawabnya singkat.

Pantauan media ini, teman-teman sekolahnya dengan mengenakan seragam Pramuka hadir untuk melayat ke rumah duka. Mereka nampak turut bersedih atas tragedi yang menimpa teman mereka.Ketua Kelas VIIB, Saiful  menceritakan sifat dan kepribadian korban yang diketahuinya cenderung pendiam."Kalau di sekolah suka berdiam diri. Kadang-kadang ada temannya yang mengejeknya banci, dia tidak marah tetapi dia diam saja," kata Saiful. (EMO - Biro Dompu)