DPRD Dompu Siap Back Up Program Pemberdayaan Perempuan -->

Kategori Berita

.

DPRD Dompu Siap Back Up Program Pemberdayaan Perempuan

Koran lensa pos
Selasa, 08 Mei 2018


Dompu, Lensa Post NTB - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dompu siap untuk mendukung dan memback up program-program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kabupaten Dompu. Komitmen itu disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Dompu, Muhammad Ikhsan, S. Sos saat membuka Workshop Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Dompu bertajuk Stop Perkawinan Anak yang diselenggarakan di Gedung PKK Dompu, Senin (7/5). "Kami secara pribadi dan mewakili unsur pemerintah mendukung program-program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang dilaksanakan oleh KPI dan organisasi-organisasi lainnya," ujar politisi Nasdem ini. Ikhsan menilai kegiatan-kegiatan KPI maupun NGO lainnya yang diikutinya selama ini cukup positif dan sangat membantu pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan maupun mendorong peningkatan partisipasi perempuan di Kabupaten yang bersemboyankan Nggahi Rawi Pahu ini. Sebagai bentuk dukungannya, Ikhsan menjanjikan akan memback up program-program pemberdayaan perempuan dan anak, baik berupa kegiatan fisik maupun non fisik berupa program peningkatan kapasitas dan pemberdayaan-pemberdayaan perempuan dan anak.

Komitmen yang sama juga disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda dan Litbang) Kabupaten Dompu, Drs. H. Abdul Haris, M. AP. Dikemukakan Haris, setiap tahun pemerintah daerah tetap mengalokasikan anggaran untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kabupaten Dompu. "Kami di Bappeda selalu konsisten mendukung program-program bagi pemberdayaan perempuan maupun perlindungan anak. Dan kami tunggu di Bappeda dengan program dan acara apapun," tandasnya. Menurutnya kedua persoalan itu adalah hal yang wajib dan mutlak untuk didukung oleh pemerintah. Disebutnya kesuksesan seorang pria tidak bisa dilepaskan dari peran wanita yang mendampinginya. Karena itu, program-program pemberdayaan bagi wanita adalah sebuah keniscayaan. Begitu pula dengan program perlindungan anak merupakan suatu keharusan karena anak adalah pelanjut generasi. "Kalau generasi kita rusak, maka akan rusaklah negara kita," pungkasnya. (emo)