Dompu,
Lensa Post NTB - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
Kabupaten Dompu siap untuk mendukung dan memback up program-program
pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kabupaten Dompu. Komitmen itu
disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Dompu, Muhammad Ikhsan, S. Sos
saat membuka Workshop Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Dompu bertajuk
Stop Perkawinan Anak yang diselenggarakan di Gedung PKK Dompu, Senin (7/5). "Kami
secara pribadi dan mewakili unsur pemerintah mendukung program-program
pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang dilaksanakan oleh KPI dan
organisasi-organisasi lainnya," ujar politisi Nasdem ini. Ikhsan
menilai kegiatan-kegiatan KPI maupun NGO lainnya yang diikutinya selama ini
cukup positif dan sangat membantu pemerintah dalam program pengentasan
kemiskinan maupun mendorong peningkatan partisipasi perempuan di Kabupaten yang
bersemboyankan Nggahi Rawi Pahu ini. Sebagai bentuk dukungannya, Ikhsan
menjanjikan akan memback up program-program pemberdayaan perempuan dan anak,
baik berupa kegiatan fisik maupun non fisik berupa program peningkatan
kapasitas dan pemberdayaan-pemberdayaan perempuan dan anak.
Komitmen yang sama juga disampaikan
oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda
dan Litbang) Kabupaten Dompu, Drs. H. Abdul Haris, M. AP. Dikemukakan
Haris, setiap tahun pemerintah daerah tetap mengalokasikan anggaran untuk
pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kabupaten Dompu. "Kami
di Bappeda selalu konsisten mendukung program-program bagi pemberdayaan
perempuan maupun perlindungan anak. Dan kami tunggu di Bappeda dengan program
dan acara apapun," tandasnya. Menurutnya kedua persoalan itu adalah hal
yang wajib dan mutlak untuk didukung oleh pemerintah. Disebutnya
kesuksesan seorang pria tidak bisa dilepaskan dari peran wanita yang
mendampinginya. Karena itu, program-program pemberdayaan bagi wanita adalah sebuah
keniscayaan. Begitu pula dengan program perlindungan anak merupakan suatu
keharusan karena anak adalah pelanjut generasi. "Kalau generasi kita
rusak, maka akan rusaklah negara kita," pungkasnya. (emo)

Komentar