Kota
Bima, koranlensapos.com**Meningkatnya
aksi kriminal dalam perayaan pergantian tahun baru yang cenderung maksiat,
memang mengkhawatirkan para orangtua. Bukan hanya persoalan moral yang kian
merosot, namun melindungi putra dan putri dari kejahatan adalah prioritas
orangtua di malam tahun baru. Menyikapi fenomena akhir tahun 2017 dan menyambut
tahun baru 2018 ini. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota
Bima, minggu (31/12/2017) kemarin, menggelar pengajian malam pergantian tahun
bagi para remaja LDII, kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan setiap tahun dalam
rangka mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi pada malam tersebut. Kegiatan
semalam suntuk ini dipusatkan di Masjid Al Fatah Lingkungan Manggemaci Kota
Bima dimulai setelah Shalat Magrib dan Isya berjamaah. Kegiatan ini dihadiri
Ketua LDII Kota dan Kabupaten Bima, serta para ulama dan tokoh LDII.
Acara pengajian yang melibatkan
sedikitnya 150 remaja LDII ini mengusung tema “Membentuk Pemuda Alim, Berbudi
Pekerti luhur, Mandiri, Profesional, Religius di Era Milenial”, juga dihadiri
Sekretaris MUI Kota Bima, Drs. Mahmud, SH, sekaligus mengisi tauziah. Pada kesempatan
tersebut Sekretaris MUI mengaku bangga
terhadap pemuda LDII bisa mengantisipasi kerusakan moral, dengan menghelat
pengajian di akhir tahun. Dengan demikian generasi muda LDII justru kian
bertambah keimanannya, tak hanyut dalam kemerosotan moral. “Remaja adalah calon
pemimpin dikemudian hari nanti, untuk itu remaja harus mempersiapkan diri untuk
hal-hal yang positif. LDII menjadi wadah untuk menampung kegiatan-kegiatan yang
positif termasuk dalam menyambut tahun baru,” ujar Drs. Mahmud, SH.
Sementara itu, Ketua LDII Kota Bima sekaligus Ketua Panitia
Pelaksana, Umar Hamdan, S.Ag menekankan agar remaja memiliki bekal tiga hal yang
dikenal dengan Tri Sukses, yakni, Memiliki ilmu dan kefahaman agama yang kuat
(faqihu fiddin), Memiliki budi pekerti dan akhlaq yang baik (akhlaqul karimah),
dan Memiliki keterampilan untuk hidup mandiri. Ia menambahkan bahwa kegiatan pengajian semalam suntuk ini
dilakukan untuk membentengi diri generasi muda dari kerusakan akhir zaman,
menambah ilmu keagamaan, dan menumbuhkan jiwa Entrepreneurship. Setidaknya,
dengan adanya kegiatan ini, remaja tidak keluyuran dan hura-hura dalam
menyambut tahun baru 2018, tutup Umar Hamdan. (Sukur Bima)

Komentar

