Mengenal Lambang Daerah Dompu dan Arifin M. Saleh, Sang Pemenang Sayembara

Kategori Berita

.

Mengenal Lambang Daerah Dompu dan Arifin M. Saleh, Sang Pemenang Sayembara

Koran lensa pos
Kamis, 23 Februari 2023

 

Lambang Daerah Kabupaten Dompu dan Alm. Arifin M. Saleh sang pemenang sayembara 



Dompu, koranlensapos.com - Sebuah ungkapan menyatakan tak kenal maka tak sayang.

Bila diresapi, ungkapan di atas mengandung makna yang sangat dalam. Mengandung suatu makna bahwa untuk mencintai sesuatu haruslah dilandasi dengan mengenalnya secara mendalam.


Ungkapan ini juga sangat tepat menggambarkan tentang Lambang Daerah Kabupaten Dompu yang dilengkapi dengan semboyan yang sangat fenomenal Nggahi Rawi Pahu. Sejarah pembuatan dam bermulanya penggunaan Lambang Daerah patut untuk diketahui khususnya oleh segenap masyarakat Kabupaten Dompu.

Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Dompu, H. Agus Bukhari, SH., M. Si mengungkapkan bahwa Lambang Daerah Kabupaten Dompu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 tahun 1970. Dikatakannya penetapan Lambang Daerah Kabupaten Dompu tidak langsung terjadi begitu saja. Tetapi melalui proses panjang. Bupati Dompu saat itu yakni H. Soewarno Atmodjo membuat sayembara pembuatan Lambang Daerah Kabupaten Dompu. 

"Sayembara itu diikuti beberapa peserta. Arifin M. Saleh yang memenangkan sayembara itu," ungkap H. Agus Bukhari.

H. Agus Bukhari



Disebutnya Arifin M. Saleh adalah warga Kampo Rato Kelurahan Karijawa . Saat itu sebagai pegawai honorer di Dinas Pendidikan dan Kabudayaan (Dikbud) Daerah Tingkat II Dompu. Setelah itu kemudian diterima menjadi pegawai Statistik dan pindah tugas di Mataram. 



"Arifin M. Saleh sehari-hari dipanggil Minggu atau Enggo dan selalu saya panggil Minggus Tahitu," ujar Sekda senior yang pensiun 1 September 2020 itu.

H. Agus Bukhari mengemukakan bahwa keterangan di atas sesuai dengan pengakuan langsung almarhum Arifin M. Saleh waktu masih hidup.


Suatu ketika saat Agus Bukhari masih menjabat Sekda Dompu, Arifin M. Saleh pernah mendatanginya. Sekda waktu itu didampingi Kabag Humas Pemda Dompu, Ardiansyah, SE (kini menjadi Camat Dompu). 

"Almarhum menghadap saya membawa dokumen berupa piagam penghargaan sebagai juara satu. Piagam ditandatangani oleh Bupati Soewarno Atmodjo dan Ketua DPR M Ali Moehamad," ungkap Agus Bukhari.


Arifin menuturkan pada Sekda bahwa saat mengikuti sayembara itu, ia membuat tiga buah desain gambar yang sama tentang lambang Dompu tetapi dengan sasanti (semboyan) yang berbeda. Salah satunya adalah sasanti Nggahi Rawi Pahu. Pembuatan lambang daerah itu dilakukan Arifin, berkat bantuan KH. Abdurrahman Mansyur, seorang seniman dan pelukis serta penulis kaligrafi andal saat itu yang terkenal sampai di Maroko. Setelah itu Enggo berkonsultasi dengan KH. Mahmud Bin Hasan.yang merupakan Imam Besar Masjid Jami' (sekarang Masjid Raya Baiturrahman Dompu).

KH. Mahmud bin Hasan menyetujui lambang daerah yang memakai semboyan Nggahi Rawi Pahu itu. Arifin pun mengikuti arahan sang Imam Besar dan kemudian  mengikutkannya dalam sayembara. Walhasil Arifin menjadi pemenang sayembara itu. Karena hasil karya Arifin yang memenangkan sayembara sehingga ditetapkan secara reami sebagai Lambang Daerah Kabupaten Dompu. Akhirnya kemudian dimuat dalam Perda Nomor 14 Tahun 1970 dan digunakan hingga kini.

""Saat peringatan 17 Agustus 1970, semua peserta sayembara menerima piagam penghargaan. Tetapi Arifin M. Saleh yang disuruh maju ke depan sebagai pemenang sayembara itu," kata Agus Bukhari berdasarkan pengakuan Arifin.


 
Dikatakannya, sekitar sebulan kemudian,  Arifin M. Saleh wafat.

Mantan Kabag Humas Setda Dompu, Ardiansyah, SE juga membenarkan hal itu. Berdasarkan penuturan almarhum Arifin M. Saleh bahwa lambang Dompu yang dibuatnya terinspirasi dari lambang NTB. Namun dengan beberapa perbedaan seperti pada bentuk perisai dan kubah.

Menurut Simpe Dian, sapaannya bahwa  Arifin M. Saleh seorang yang visioner. Pemikirannya sangat jauh ke depan. Bahkan lambang daerah yang dibuatnya sudah memuat aspek ekonomi, sosial, budaya, agama, lingkungan, pertanian,. peternakan, maupun kehutanan. 

"Apalagi motto Nggahi Rawi Pahu itu benar-benar luar biasa," ujarnya.

Ardiansyah


Ardiansyah kemudian menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerhati sejarah dan budaya Dompu, Ir. Nurhaidah yang masih menyimpan arsip salinan asli Perda Nomor 14 tahun 1970 tentang Lambang Daerah Kabupaten Dompu itu. Dengan adanya arsip tersebut, dapat menjadi rujukan ketika terjadi kekeliruan dalam penggunaan lambang daerah Kabupaten Dompu.


Ir. Nurhaidah yang dikonfirmasi menerangkan bahwa Perda Nomor 14 Tahun 1970 tentang Lambang Daerah Kabupaten Dompu tidak pernah mengalami perubahan hingga kini. Maka apabila terjadi perbedaan supaya menyesuaikan dengan isi Perda tersebut. 

Nurhaidah

Dikatakannya yang kerap menjadi kekeliruan adalah pada gambar kuda. Menurut Perda tersebut, gambar kuda yang benar adalah berwarna putih kemerah-merahan.

"Pokoknya harus sesuai Perda, kuda berwarna putih kemerah-merahan," tandasnya.


Putri almarhum budayawan Israel M. Saleh ini juga menguraikan tentang aturan penggunaan Lambang Daerah sesuai dengan pasal 4, Perda Nomor 14 tahun 1970 tersebut:

1. Surat Pemerintah Daerah;
2. Pada gedung-gedung kantor pemerintahan daerah dan rumah-rumah dinas daerah;
3. Sebagai pertanda hak milik barang-barang daerah sepanjang pemasangan tidak merendahkan derajad lambang;. 
4. Sebagai budge pada pemakaian seragam pemerintah daerah; 
5. Sebagai Fandel dari Parpol/Ormas daerah kabupaten Dompu.


"Selanjutnya pada pasal 5 ada poin yang melarang pemakaian lambang daerah yang tidak pada tempatnya sehingga menimbulkan kesan yang merendahkan derajad lambang daerah dan pemerintah daerah dan ada sanksinya sesuai pasal berikutnya," ucapnya.


Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, SP., MM saat menjabat sebagai Sekretaris Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu pernah menguraikan tentang penjelasan Lambang Daerah Kabupaten Dompu menurut Perda Nomor 14 tahun 1970 tersebut. Mengenai hal ini, koranlensapos.com juga telah memuatnya pada edisi 2 Maret 2021.
Inilah selengkapnya ulasan mengenai
Lambang Daerah Kabupaten Dompu :
 1. Lukisan perisai berwarna biru laut.
 2. Lukisan bintang berwarna kuning emas 
3. Lukisan kapas berwarna putih dan hijau sebanyak 17 kuntum
 4. Lukisan rantai berwarna hitam sebanyak 8 mata rantai 
5. Lukisan padi berwarna kuning emas sebanyak 45 butir
 6. Lukisan kubah masjid berwarna putih 
7. Lukisan gunung berwarna biru tua dan latar belakang biru langit
 8. Lukisan dataran luas berwarna hijau rumput 
9. Lukisan kuda berwarna putih kemerah-merahan 
10. Pita kuning dan tulisan hitam dalam bahasa Dompu berbunyi."NGGAHI RAWI PAHU". 
11. Tulisan "DOMPU" berwarna putih. 
 
 PERISAI menggambarkan jiwa kepahlawanan rakyat Daerah Kabupaten Dompu di dalam mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. 
• BINTANG melukiskan pancaran Pancasila yang merupakan falsafah kehidupan bangsa dan negara. 
• BUNGA KAPAS dan BUTIR PADI, melukiskan bahan pokok bagi kemakmuran rakyat. 
RANTAI melambangkan pesatuan dan kegotong-royongan. 

17 kuntum bunga kapas, 8 mata rantai dan 45 butir padi, melambangkan detik proklamasi 17 Agustus 1945 

• KUBAH MASJID yang berwarna putih melambangkan rakyat Daerah Kabupaten Dompu yang taat dan patuh dalam menjalankan perintah-perintah Agama 

• GUNUNG menjulang tinggi yang berwarna biru tua melambangkan harapan kemakmuran bagi rakyat Kabupaten Dompu. 

Dataran yang berwarna hijau melambangkan kesuburan bagi Daerah Kabupaten Dompu sebagai Daerah Agraris. 

• KUDA yang berlari bebas berwarna putih kemerah-merahan ‘Jara Gunu Kala’ menggambarkan tekad dan semangat Daerah Kabupaten Dompu di dalam mengejar ketinggalan di masa silam. Di samping itu pula melambangkan Daerah Kabupaten Dompu selain daerah agraris juga merupakan Daerah Peternakan. 

• PITA yang berwarna kuning dengan tulisan yang berwarna hitam dalam bahasa Daerah Nggahi Rawi Pahu melukiskan tekad masyarakat Daerah Kabupaten Dompu di dalam melaksanakan arti dan makna kata-kata hikmah yang turun-temurun berupa Nggahi Rawi Pahu yang berarti Satunya Kata dan Perbuatan dalam mewujudkan kenyataan. 
Tulisan Dompu yang berwarna putih adalah nama Daerah Kabupaten Dompu yang secara historis merupakan daerah otonom sejak dahulu. (emo).