Penenun Cilik Kain Muna Pa'a Menarik Perhatian Pengunjung FT 2022

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Penenun Cilik Kain Muna Pa'a Menarik Perhatian Pengunjung FT 2022

Koran lensa pos
Selasa, 07 Juni 2022

 

Silfa Wahyadania sedang menenun kain khas Dompu, Muna Pa'a di stand Dekranasda Tambora Expo 2022

Dompu, koranlensapos.com - Seorang remaja putri menarik perhatian publik di lokasi pelaksanaan Festival Tambora 2022 Pos 1 Pendakian Gunung Tambora Jalur Doro Ncanga pada tanggal 4 dan 5 Juni 2022 yang baru lalu.

Tangan mungil si gadis kecil itu terlihat begitu lincah menggerakkan peralatan tenunan tradisional. Dengan mengenakan rimpu (penutup aurat bagi wanita khas Dompu), sang remaja putri nan jelita itu sedang membuat kain tenun Muna Pa'a. Muna Pa'a merupakan tenunan tradisional khas Dompu.

Siapakah si gadis cilik tersebut ? Ia bernama Silfa Wahyadania. Ia beralamat di Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu. Usianya baru sekitar 13 tahun. Saat ini Silfa merupakan siswi kelas 7 di SMPN 1 Pajo.
Silfa kini mulai menekuni pembuatan kain tradisional mengikuti jejak turun temurun dari orang tua. Selain untuk melestarikan budaya daerah, Silfa juga sudah bisa mendapatkan hasil dari usaha pembuatan kain tenun tersebut.

"Kecil-kecil Silfa sudah bisa cari uang dari hasil menenun ini," ungkap Ir. Nurhaidah, tokoh sejarah dan budaya Dompu yang mendampingi Silfa di stand Tambora Expo Dekranasda Kabupaten Dompu.

Menurut Dae Dau, sapaan dari Ir. Nurhaidah bahwa usaha pembuatan tenunan tradisional Muna Pa'a sangat prospektif untuk digeluti. Karena kain tenun tetap menjadi idola bagi masyarakat Dompu. Dalam event-event budaya maupun dalam Upacara Hari-Hari Besar Nasional dan Daerah, Pemerintah Daerah mengimbau para peserta untuk mengenakan pakaian adat dan tenunan khas daerah baik dalam bentuk kain sarung, baju, ikat kepala (sambolo) maupun syal (kain pembebat leher). Kain Muna Pa'a kini juga sudah banyak dikenal sehingga tidak mengherankan jika para pejabat di pusat maupun provinsi serta para turis domestik maupun mancanegara menjadikan kain tradisional tersebut sebagai cendera mata untuk dibawa pulang sebagai 'buah tangan'. Dae Dau optimis kain tenun Muna Pa'a akan terus berkembang untuk memenuhi pernintaan pasar. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda)  Kabupaten Dompu terus mendorong para pengusaha kerajinan kain tenun untuk terus menggeluti pembuatan kain tenun Muna Pa'a.

"Mulanya tenunan Muna Pa'a hanya ada di Ranggo, sekarang ini sudah diproduksi juga oleh pengrajin tenun di Desa Wawonduru, Mangge Asi dan Saneo," ujarnya.

Selanjutnya Dae Dau berharap ke depan akan muncul penenun - penenun muda seperti Silfa yang akan menggeluti usaha kerajinam tenun tradisional Muna Pa'a.

"Mudah-mudahan dengan adanya Silfa ini memberikan motivasi bagi yang lain untuk menekuni usaha bertenun," harapnya. (emo).