Tanjakan Taropo Sering 'Minta' Korban Jiwa, Kapan Ada Perhatian Serius Pemerintah ?

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Tanjakan Taropo Sering 'Minta' Korban Jiwa, Kapan Ada Perhatian Serius Pemerintah ?

Koran lensa pos
Jumat, 25 Maret 2022

 



             Kondisi jalur Taropo (sumber foto : fb)

Dompu, koranlensapos.com - Jalur menanjak menuju Desa Taropo Kecamatan Kilo dinilai sangat membahayakan bagi para pengguna jalan. Selain menanjak
 tajam yang sangat ekstrim, sepanjang jalur tersebut juga menikung, sempit dan banyak lubang menganga di tengah jalan sehingga para pengguna jalan harus berjalan zik-zak untuk melintasi jalur aspal yang masih baik. Apalagi di sisi pinggir kanan jalan (dari arah bawah) banyak yang rusak akibat gerusan air hujan.

"Tanjakan Taropo adalah tanjakan maut, hampir setiap tahun ada kejadian yang mengakibatkan kecelakaan maut," kata Junaidin MY, warga Desa Taropo.

Junaidin mengungkapkan kecelakaan maut kembali terjadi di jalur itu pada hari Kamis (24/3/2022) kemarin. Seorang wanita asal Kore (Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima) datang menjenguk keluarganya di Desa Taropo. Dalam perjalanan kembali ke Kore, ketika menuruni jalur itu, wanita yang berboncengan tiga sepeda motor dengan kedua anaknya tersebut mengalami kecelakaan sehingga meninggal dunia. Sedangkan kedua anaknya selamat dalam peristiwa tragis yang sangat memilukan hati itu.

Junaidin menyebut umumnya kecelakaan dialami pengguna jalan pada saat turunan (menuruni jalur itu). Di pinggir kanan jalan terdapat sebuah batu besar yang membahayakan bagi pengguna jalan. Karena bentuk batu itu menyerupai bagian kepala kapal (pesawat terbang), maka warga setempat menyebutnya dengan nama Rengge Kapa. 

"Umumnya kecelakaan itu dimulai dari Rengge Kapa itu dan berakhir beberapa meter di bawahnya batu itu. Turunan itu memang ekstrim sekali apalagi kalau memakai motor matic. Pernah saya rasakan sendiri waktu menggunakan motor Vario kayak loss motornya padahal sudah direm menggunakan rem cakram," akunya.

Ia berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu melalui dinas terkait (PUPR) dapat segera mengusahakan perbaikan terhadap jalur itu agar tidak membahayakan bagi masyarakat.

"Tahun lalu warga dua Desa yaitu Taropo dan Mbuju bergotong royong mengangkat batu-batu untuk ditaruh di pinggirnya. Namun datang hujan hilang semua batu-batu yang dipasang itu sekarang tambah parah lagi. Dari pemerintah belum ada perbaikan sampai sekarang. Entah kapan mau diperbaiki," kata Jun.

Ia juga berharap jalur alternatif yang dirintis atas swadaya masyarakat menuju ke Desa Tanju Kecamatan Manggelewa bisa dilakukan pengaspalan oleh pemerintah. Menurutnya jalur itu jauh lebih aman karena tidak ada tanjakan yang tajam. 

"Mudah-mudahan jalur yang tembus ke Tanju juga bisa diaspal. Di samping lebih dekat juga lebih aman," harapnya.

Permintaan kepada pemerintah agar segera melakukan perbaikan jalur Taropo juga datang dari Ketua KNPI Kabupaten Dompu, Syarifuddin, S. Pd.I. 
Syarif mengatakan tanjakan itu sudah memakan banyak korban. Karena itu ia meminta kepada Dinas PUPR untuk segera melakukan perbaikan jalur itu.

"Tanjakannya terlalu ekstrim mungkin perlu diturunkan atau direndahkan lagi supaya lebih aman," ujarnya mengakhiri. (emo).







Screenshoot ungkapan hati warga di fb tentang kondisi jalur Tanjakan Taropo yang butuh perhatian segera dan serius dari pemerintah