Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

LP2DPM Lakukan Pertemuan Dengan Pemkab Dompu Bahas Program Pengembalian Fungsi Hutan Islamic Relief

Minggu, 26 Desember 2021 | 7:42 AM WIB Last Updated 2021-12-25T23:42:02Z

 



Dompu, koranlensapos.com - Para Pengurus Lembaga Pengkajian Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2DPM) Kabupaten Dompu, Jumat (24/12/2021) mengadakan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Dompu yang dihadiri oleh Wakil Bupati H. Syahrul Parsan, ST., MT didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jufri, ST., M. Si dan Kasat Pol PP, Sukardin, S. Sos.


Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Dompu tersebut membahas program Islamic Relief Worldwide Indonesia di Kabupaten Dompu selama 2 (dua) tahun. 

Pembina LP2DPM Kabupaten Dompu, Ir. Muttakun mengemukakan bahwa Islamic Relief akan bersinergi dengan Pemkab Dompu dalam upaya mengembalikan fungsi hutan di Kabupaten Dompu yang sudah mengalami kerusakan parah akibat perambahan secara masif oleh oknum-oknum masyarakat di berbagai wilayah di Kabupaten Dompu.

"Melalui program ini akan dibangun ketahanan masyarakat mengenai perubahan iklim atau climate change. Masyarakat akan diberikan edukasi tentang fungsi hutan bagi kehidupan sekaligus melakukan kegiatan penanaman untuk memperbaiki kondisi hutan," jelas aktivis lingkungan yang juga merupakan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Dompu itu.

Muttakun menyebut program Islamic Relief akan masuk pada 10 (sepuluh) desa di Kabupaten Dompu, yakni Desa Matua dan Saneo di Kecamatan Woja, Desa Karamabura, Mangge Na'e, dan Mangge Asi di Kecamatan Dompu, Desa Woko di Kecamatan Pajo, Desa Adu, Sawe, Cempi Jaya, dan Daha di Kecamatan Hu'u.

"Yang membuat kami bersemangat bahwa program Islamic Relief ini selaras dengan komitmen yang tinggi dari Pemerintah AKJ-SYAH (Bupati Dompu Kader Jaelani dan Wakil Bupati H. Syahrul Parsan, ST., MT) untuk melestarikan hutan di Kabupaten Dompu," ungkap Muttakun.

Muttakun menjelaskan bahwa untuk memaduserasikan program Islamic Relief dengan program Pemkab Dompu dan juga dengan Pemerintah Desa yang disebutkan di atas, maka pada tanggal 29 Desember 2021 mendatang, LP2DPM mengagendakan kegiatan Lokakarya.

Kadis LH, Jufri, ST., MT yang menjadi moderator pertemuan tersebut menerangkan bahwa lokakarya yang akan digelar di Gedung Samakai itu mengundang pula Gubernur NTB, Dr. H. Zulkielimansyah, M. Sc.

"Mudah-mudahan bapak Gubernur atau
Ibu Wagub bisa menjadi pembicara dalam forum tersebut," jelas pejabat yang biasa disapa Bang Jef itu.

Jufri mengatakan pula bahwa dalam kegiatan lokakarya itu akan dibuka ruang diskusi kelompok guna membahas pengelolaan hutan yang menjadi isu seksi akhir-akhir ini.

Dikatakan Jufri bahwa upaya Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Lingkungan Hidup serta dinas-dinas terkait sudah banyak berbuat untuk mengatasi persoalan lingkungan ini. Upaya-upaya penghijauan dan reboisasi terus gencar dilaksanakan. Upaya membangun kesadaran masyarakat agar tidak merusak hutan juga tidak henti-henti dilakukan. Namun realita di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas pembukaan kawasan hutan terus berlangsung yang berakibat semakin berkurangnya fungsi hutan sebagai penyedia oksigen dan penyimpan mata air. 

"Mudah-mudahan dengan masuknya program Islamic Relief ini akan mendukung program-program kami di pemerintahan yang berkaitan dengan masalah reboisasi dan penghijauan sehingga hutan berfungsi secara optimal memberikan kontribusi oksigen bagi kehidupan kita," harapnya.

Jufri menyebut Pemda Dompu mempunyai misi ke depan bahwa Kabupaten Dompu harus bisa memberikan kontribusi besar oksigen minimal dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Karena itu dengan upaya penghijauan dan reboisasi yang terus gencar dilakukan saat ini dan didukung pula oleh masuknya program Islamic Relief, misi tersebut dapat mencapai hasil sesuai yang diharapkan.

Wabup Syahrul Parsan menyambut gembira kehadiran program Islamic Relief di Kabupaten Dompu. Karena program tersebut sangat sejalan dengan komitmen pemerintah AKJ-SYAH yang terus menggelorakan gerakan penanaman di daerah bermotto Nggahi Rawi Pahu tersebut. Dengan motto tersebut menguatkan tekad Pemkab Dompu yang bukan hanya menggaungkan gerakan penanaman dan penghijauan secara lisan, namun diwujudnyatakan dalam tindakan agar membuahkan hasil yang optimal.

"Mulai dari saat pelantikan sampai detik ini dan seterusnya kami selalu berbicara mengenai lingkungan hidup dan pengembalian fungsi hutan dan sekaligus melakukan kegiatan penanaman. Karena kita semua menyadari bahwa hutan adalah sumber kehidupan kita," jelas Pensiunan pejabat di Dinas PUPR Provinsi NTB tersebut.

Syahrul menjelaskan salah satu fungsi pohon (hutan) adalah menyerap karbondioksida dan mengeluarkan oksigen yang dibutuhkan oleh manusia untuk bernapas. Maka keberadaan pohon (hutan) sangat penting dalam kehidupan dan penghidupan di muka bumi ini.

"Kalau tidak ada pohon bagaimana kita bisa hidup. Makanya di tempat-tempat yang kurang pohon banyak orang mengalami sesak napas dan serangan jantung. Kita bersyukur walaupun hutan kita sudah parah tapi masih bisa diselamatkan," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya fungsi hutan yang kedua adalah sebagai sumber mata air. Dengan adanya pepohonan, air hujan yang turun tidak langsung ke tanah karena ada daun-daun pohon.
Setelah sampai di tanah, maka ditahan lagi oleh akar-akar pohon dan dedaunan yang jatuh sehingga menyerap masuk ke dalam tanah.

"Kalau tidak ada pepohonan, otomatis air hujan yang jatuh langsung mengenai permukaan tanah dan mengalir dengan membawa sesimentasi batu, tanah, kayu yang ada menuju ke sungai, bendungan, areal sawah, bahkan di jalan. Tidak ada air yang masuk ke dalam tanah. Kalau tidak ada air yang masuk ke dalam tanah, kita bisa bayangkan kekeringan terjadi. Sumber air kita tidak ada lagi. Terjadi kekurangan air untuk kebutuhan rumah tangga dan untuk areal sawah," urainya.

Wabup menerangkan pada masa lalu 
orang menggali sumur hanya kedalaman 2-3 meter sudah menemukan mata air. Tetapi kini dengan kedalaman pengeboran hingga 30 meter baru bisa mendapatkan mata air. 
"Ini semua disebabkan karena kerusakan hutan. Karena pohon tidak ada lagi. Bagaimana kalau 10 atau 20 tahun yang akan datang ?," ujarnya.

Wabup juga menerangkan tentang siklus hidrologi, yaitu proses terjadinya hujan yang diawali dengan penguapan air dipermukaan yang kemudian membentuk gumpalan mendung dan menjadi hujan turun ke bumi. Air hujan yang turun ada yang langsung mengalir di permukaan tanah, tetapi ada pula yang masuk ke dalam tanah. 

"Siklus hidrologi ini tidak akan bisa berjalan baik tanpa adanya hutan," 

Wabup menegaskan program Islamic Relief ini harus disambut dengan tangan terbuka. Karena dengan adanya program ini berarti sudah menyelamatkan bumi dan menyelamatkan anak cucu selanjutnya.

"Mari kita sambut bersama program ini bagaimana membuat Dompu ini sejuk. Sumber mata air. Tidak terjadi longsor, tidak terjadi lagi kebanjiran," pesannya.

Lebih lanjut Wabup menyarankan agar pepohonan yang ditanam dalam Program Islamic Relief adalah tanaman penghasil buah. Apalagi beberapa tahun ke depan PT. STM berencana melakukan eksploitasi yang membutuhkan ribuan tenaga kerja. Tentunya akan membutuhkan buah-buahan dalam jumlah yang banyak untuk dikonsumsi.

"Jadi kita melakukan ini (penanaman) tidak sia-sia bukan hanya perlindungan hutan tapi bisa menghasilkan peningkatan ekonomi bagi masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Rustam dari LP2DPM mengemukakan pentingnya pepohonan bagi kehidupan makhluk hidup. Salah satunya memproduksi oksigen yang sangat dibutuhkan oleh manusia.

Setiap hari manusia menghirup sekitar 11.000 liter udara. 20 % nya merupakan oksigen atau sekitar 2.200 liter.

"Saat ini harga oksigen di pasaran sekitar 25.000 per liter. Maka dalam sehari membutuhkan biaya Rp. 55 juta untuk membeli oksigen. Di dalam udara ada nitrogen dan lain-lain. Kalau 11 ribu liter udara maka sehari sekitar 91 juta rupiah. Setahun sekitar 32.760.000.000 uang yang dihabiskan untuk membeli udara untuk bernapas," paparnya.

Rustam menguraikan bahwa program pengembalian fungsi hutan dari Islamic Relief ini adalah untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan dan menyelamatkan manusia dari kepunahan. Karena manusia tidak bisa hidup tanpa adanya oksigen dalam udara untuk bernapas. (emo).
×
Berita Terbaru Update