Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kualitas Jadi Penentu Harga Jagung

Kamis, 04 Maret 2021 | 7:35 AM WIB Last Updated 2021-03-03T23:35:22Z

 

          Kabid Perdagangan Chairun Nuzul, SH 
          dan Kabid Pengawasan Drs. Firmansyah


Dompu, koranlensapost.com - Harga komoditas jagung yang dibeli oleh pengusaha saat ini masih fluktuatif (naik turun). Kualitas (mutu) jagung yang baik, maka harga juga akan lebih tinggi ketimbang jagung dengan kualitas rendah. Sebaliknya mutu jagung yang rendah, harganya juga akan rendah.

Demikian diungkapkan oleh Kabid Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu, Chairun Nuzul, SH saat ditemui media ini di kantornya kemarin.

"Supaya mutu jagungnya baik maka sebaiknya petani melakukan pemanenan juga harus tepat waktu," jelasnya.

Mengenai harga pembelian oleh pengusaha, ia mengaku belum mengetahui persis. Karena itu dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan survey harga di perusahaan jagung di Manggelewa.

"In sya'allah besok (hari ini,red) kami akan turun ke Manggelewa untuk melakukan survey harga," tuturnya.

Ditambahkan Kabid Pengawasan, Drs. Firmansyah ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh petani dalam melakukan proses pemanenan supaya mendapatkan kualitas yang lebih baik. Di antaranya adalah dengan menghitung umur jagung. Idealnya usia pemanenan adalah ketika jagung berusia sekitar 120 hari. Saat itu biji jagung sudah benar-benar tua dan kering. 
"Usia panen sangat memengaruhi kualitas jagung," jelas mantan Lurah Potu ini.

Selain itu, lanjutnya saat memanen juga harus memperhatikan cuaca. Pemanenan sebaiknya dilakukan di saat cuaca cerah. 
"Kalau masih turun hujan siang malam sebaiknya menunda dulu pemanenan karena akan berpengaruh pada kualitas jagung," imbaunya.

Firman mengemukakan dua hal ini harus menjadi pertimbangan bagi petani agar mutu jagung yang dihasilkan lebih berkualitas sehingga harga pembelian oleh pengusaha juga lebih tinggi. (AMIN).



×
Berita Terbaru Update