Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bumdes Sorisakolo Sosialisasi Kampung Bersih

Selasa, 19 November 2019 | 1:35 AM WIB Last Updated 2019-11-19T07:37:35Z

Sosialisasi Kampung Bersih di Desa Soeisakolo

Dompu, Lensa Pos NTB - Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Sorisakolo Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu, Senin (18/11/2019) menggelar Sosialisasi Kampung Bersih.
Kegiatan tersebut mengangkat tema "Melalui Bumdes Kita Ciptakan Desa Bebas Sampah". Hadir pada acara tersebut dari DPPKB Kabupaten Dompu, Kepala Desa, Umar H. Rasyid beserta Pemerintah Desa, Babinsa, tokoh masyarakat, tokoh agama,  tokoh wanita dan tokoh pemuda setempat.

Ketua Bumdes Sorisakolo Bersinar, Al Arif Rahmansyah mengungkapkan kegiatan ini dimaksudkan untuk mengajak  masyarakat agar bisa bersama-sama mengatasi persoalan sampah sehingga Desa Sorisakolo menjadi desa bebas sampah.

"Kita berkeinginan Desa Sorisakolo ini menjadi desa yang bebas sampah," ujar Arif.

Dikatakannya sampah rumah tangga bila dikelola dan dilakukan pemilahan dengan tepat antara sampah organik dan anorganik,   maka akan memberikan tambahan rupiah bagi warga masyarakat.
Karena itu Pemerintah Desa setempat akan membangun bank sampah yang pengelolaannya menggunakan dana Bumdes.

"Sampah plastik (anorganik) dari masyarakat nanti akan dibeli oleh Bumdes," jelas Arif.

Ditegaskannya sampah yang dikelola dengan baik melalui program bank sampah selain bermanfaat bagi kebersihan linhkungan, maka akan memberikan tambahan hasil bagi masyarakat itu sendiri meskipun sepintas nilainya tidak besar. Tetapi ia merasa optimis bahwa sesuatu yang besar betmula dari hal yang kecil.

"Setidaknya membantu masyarakat untuk pembelian sabun dan lain-lain," 

Ia mengambil contoh kesuksesan pengelolaan bank sampah di salah satu desa di Pulau Lombok. Sampah yang dijual oleh masyarakat ke bank sampah, harganya tidak diambil melainkan ditabung untuk dijadikan tabungan haji.

Rencana selanjutnya, kata Arif, bila program bank sampah ini telah berjalan lancar, maka Pemerintah Desa akan mengupayakan tersedianya mesin pencacah dan mesin pendaur ulang sampah.

Ia mengatakan Bumdes Sorisakolo Bersinar tidak lagi mengelola simpan pinjam tetapi dialihkan untuk penanganan sampah. 
"Untuk sementara waktu simpan pinjam kami pending dulu, kami kembali dulu ke marwah aslinya Bumdes yaitu membangun suatu usaha," ujarnya.

Ia mengatakan hasil pelatihan yang ia ikuti baru-baru ini dihimbau oleh Pemerintah Provinsi agar tidak lagi mengelola dana Bumdes untuk program simpan pinjam. Karena sejatinya simpan pinjam adalah program alternatif terakhir dalam pengelolaan dana Bumdes.

"Karena program simpan pinjam ini rata-rata macet. Pinjamnya jalan tapi pengembaliannya setengah-setengah," ucapnya.

Karena itulah akhirnya Bumdes Sorisakolo akan fokus untuk usaha pembelian sampah dari masyarakat. Apalagi bantuan dari Pemprov senilai Rp. 100 juta salah satunya telah diwujudkan pembelian kendaraan roda tiga untuk pemgangkutan sampah. Selain itu Bumdes juga telah menyewa lahan untuk lokasi pengumpulan sampah plastik yang telah dibeli dari masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Umar H. Rasyid menyambut antusias pembentukan bank sampah di desanya.
Ia meyakini desa yang dipimpinnya akan menjadi desa bebas sampah (zero waste) sebagaimana yang kini sedang digaungkan oleh Pemerintah Provinsi. Desa akan menjadi bersih dan sehat sebagaimana Pilar keempat Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yaitu pengelolaan sampah rumah tangga dan masyarakat akan mendapatkan hasil dari sampah tersebut.
Kabid Pengendalian Penduduk Promosi dan Penggerakan  (P4) DPPKB Kabupaten Dompu, Yayat Nurhidayat, S. KM mengatakan kegiatan tersebut diinisiasi oleh  Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Kampung KB agar BUMDES yang ada fokus untuk program bank sampah. "Kegiatan yang sama ada di 19 desa yang menjadi Kampung KB untuk tahun 2020," kata Yayat. (AMIN).


×
Berita Terbaru Update