BSI Dompu Green Asri melakukan penjemputan sampah plastik di salah satu sekolah mitra yakni SDN 02 Dompu, Sabtu (31/10/2026)
Dompu, koranlensapos.com — Program Ocean Heroes yang digagas melalui edukasi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah terus menunjukkan kontribusi nyata dalam mengurangi sampah plastik di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Bank Sampah Induk (BSI) Dompu Green Asri kembali melakukan penjemputan sampah plastik daur ulang di SDN 2 Dompu, Sabtu (31/10/2026). Sekolah tersebut merupakan salah satu mitra aktif Program Ocean Heroes yang disponsori Plastic Bank Indonesia.
Direktur BSI Dompu Green Asri, Roni Haryato, mengungkapkan bahwa keterlibatan guru dan siswa SDN 2 Dompu dalam program tersebut cukup aktif.
"Sampah plastik yang dikumpulkan terutama berasal dari rumah masing-masing siswa dan tenaga pendidik," ungkapnya.
Menurut Roni, program Ocean Heroes tidak sekadar mengumpulkan sampah plastik, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan sejak dini melalui kebiasaan memilah sampah dari sumbernya.
"Program ini memiliki sejumlah tujuan, mulai dari edukasi persampahan di lingkungan sekolah, membiasakan pemilahan sampah, hingga memberikan manfaat sosial melalui penghargaan bulanan, penghargaan akhir tahun, dan program pembagian kacamata gratis," bebernya.
Memasuki tahun ketiga pelaksanaan, Ocean Heroes kini telah bermitra dengan 53 sekolah. Dari seluruh sekolah mitra tersebut, rata-rata sampah plastik daur ulang yang berhasil dikumpulkan mencapai 4.000–4.500 kilogram per bulan atau sekitar 48–54 ton per tahun.
"Jika dikonversikan berdasarkan perkiraan yang disampaikan pengelola, volume tersebut setara dengan jutaan botol plastik kemasan air minum yang dapat dikumpulkan untuk didaur ulang, sehingga tidak berakhir sebagai sampah yang mencemari lingkungan," ungkap Roni lagi.
Roni menyampaikan terima kasih kepada seluruh sekolah mitra yang telah berpartisipasi aktif dalam program tersebut. Ia berharap Ocean Heroes terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi penguatan ekosistem pengelolaan sampah berkelanjutan di Kabupaten Dompu.
"Keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam upaya mengatasi persoalan sampah plastik. Melalui kebiasaan sederhana, seperti memilah dan mengumpulkan sampah dari rumah, siswa tidak hanya belajar menjaga lingkungan, tetapi juga ikut mengambil peran dalam mengurangi beban sampah di daerah," pungkasnya. (emo).

Komentar