Yudisium 209 Mahasiswa FAI UM Bima, Lulusan Diminta Jadi Teladan dan Aktif Mengabdi di Persyarikatan Muhammadiyah -->

Kategori Berita

.

Yudisium 209 Mahasiswa FAI UM Bima, Lulusan Diminta Jadi Teladan dan Aktif Mengabdi di Persyarikatan Muhammadiyah

Koran lensa pos
Minggu, 02 Agustus 2026

 

Acara Yudisium 209 Mahasiswa FAI UM Bima, Sabtu (1/8/2026)



Bima, koranlensapos.com – Sebanyak 209 mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Bima resmi mengikuti yudisium yang digelar di Aula Kampus III UM Bima, Sabtu (1/8/2026). Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya proses akademik sekaligus awal pengabdian para lulusan kepada masyarakat.

Acara yudisium berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Bima, anggota Badan Pembina Harian (BPH), dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Agama Islam (FAI), serta para orang tua mahasiswa dan tamu undangan lainnya. Kehadiran berbagai unsur civitas akademika tersebut menjadi bentuk dukungan dan apresiasi atas keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan seluruh tahapan akademik sebelum mengikuti wisuda.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV UM Bima, Dr. Hendra, menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan titik awal pengabdian yang sesungguhnya. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama kuliah harus diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.

"Ilmu yang saudara peroleh di universitas harus menjadi bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadilah alumni yang mampu mengabdikan ilmu, menghadirkan solusi, dan memberikan teladan dalam kehidupan bermasyarakat," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa lulusan FAI memikul amanah besar sebagai sarjana sekaligus calon pemimpin umat. Karena itu, mereka dituntut menjaga integritas, akhlak, dan kepribadian dalam setiap pengabdian.

"Jadilah pemimpin yang jujur, berakhlak mulia, dan menjadi penceramah atau da'i yang menyejukkan. Yudisium adalah awal pengabdian hidup yang sesungguhnya. Jagalah sikap dan perilaku di tengah masyarakat karena itulah yang akan menjadi cerminan kualitas alumni Universitas Muhammadiyah Bima," tegasnya.

Dr. Hendra juga mengajak para lulusan untuk berani menjawab berbagai tantangan zaman, khususnya krisis keteladanan yang semakin dirasakan di tengah kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Anggota Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Bima, Taman Firdaus, M.Pd, mengajak seluruh lulusan agar tidak memutus hubungan dengan Muhammadiyah setelah menyelesaikan studi. Menurutnya, alumni FAI memiliki tanggung jawab untuk terus menghidupkan gerakan dakwah dan pemberdayaan melalui Persyarikatan Muhammadiyah.

"Setelah menjadi alumni, tetaplah aktif di Persyarikatan Muhammadiyah, mulai dari tingkat ranting hingga cabang. Di sanalah ruang pengabdian dan dakwah dapat terus dijalankan secara nyata," ujarnya.

Ia juga berpesan agar para lulusan senantiasa menebarkan manfaat bagi masyarakat melalui ilmu dan akhlak yang dimiliki serta menjaga nama baik almamater di mana pun berada.

"Jadilah pribadi yang membawa manfaat bagi umat dan masyarakat. Jagalah nama baik Fakultas Agama Islam dan Universitas Muhammadiyah Bima dengan karya, integritas, dan akhlak yang baik. Kesuksesan alumni akan menjadi kebanggaan bagi almamater," pesan Taman Firdaus.

Yudisium yang diikuti 209 mahasiswa tersebut menjadi momentum penting bagi para calon alumni untuk menapaki fase baru kehidupan.

Dengan bekal ilmu, karakter, dan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi, memperkuat dakwah, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah.(Buya)