BSI Dompu Green Asri Luruskan Narasi “Sampah Adalah Uang”: Sampahmu adalah Tanggung Jawabmu -->

Kategori Berita

.

BSI Dompu Green Asri Luruskan Narasi “Sampah Adalah Uang”: Sampahmu adalah Tanggung Jawabmu

Koran lensa pos
Sabtu, 08 Agustus 2026

 





Dompu, koralensapos.com – Narasi “sampah adalah uang” atau “sampah adalah emas” selama ini kerap digaungkan dalam berbagai kampanye persampahan. Narasi tersebut dinilai menarik untuk membangun kesadaran masyarakat, bahkan dalam beberapa konteks memiliki nilai komersial.
Namun, menurut Direktur BSI Dompu Green Asri, Rony Haryato, SE, narasi tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan salah persepsi di tengah masyarakat.
Pasalnya, masyarakat terkadang memahami bahwa ketika mereka menyerahkan sampah kepada pengelola, berarti mereka telah memberikan sesuatu yang bernilai uang. Akibatnya, muncul anggapan bahwa pengelola sampah justru harus memberikan imbalan kepada masyarakat.
“Selama ini masyarakat dicekoki narasi manis bahwa sampah adalah pundi-pundi rupiah. Pola pikir ini kemudian membuat masyarakat salah kaprah. Mereka menganggap ketika telah menyerahkan sampah, seolah-olah telah memberikan uang kepada pihak pengelola,” ujar Rony.
Menurutnya, pengelolaan sampah pada prinsipnya merupakan sebuah layanan (service). Masyarakat sebagai penghasil sampah membutuhkan jasa agar sampah yang mereka hasilkan dapat dikumpulkan, dipilah, diolah dan ditangani dengan baik.
Dalam pengelolaan persampahan juga dikenal prinsip “polluter pays”, yakni pihak yang menghasilkan sampah turut bertanggung jawab terhadap biaya pengelolaan sampah yang ditimbulkannya.
Sampah Tidak Otomatis Menjadi Uang
Rony menegaskan, bukan berarti sampah tidak memiliki nilai ekonomi. Sampah memang dapat ditransformasikan menjadi uang, tetapi prosesnya tidak sederhana.
Sampah harus melalui berbagai tahapan, mulai dari pengumpulan, pemilahan, pengolahan hingga proses recovery. Setelah melalui proses tersebut, barulah sebagian jenis sampah memiliki nilai dan dapat masuk ke rantai daur ulang.
“Jika seandainya sampah itu adalah uang tanpa membutuhkan proses, mungkin hari ini kita tidak akan menghadapi persoalan sampah. Faktanya, sampah masih ada di mana-mana, di sepanjang jalan, ruang publik, bahkan di area perkantoran,” katanya.
Karena itu, menurut Rony, masyarakat perlu mengubah cara pandang terhadap sampah. Jangan hanya melihat sampah dari sisi nilai ekonominya, tetapi juga melihat tanggung jawab yang melekat pada setiap orang sebagai penghasil sampah.
“Sampahmu adalah Tanggung Jawabmu”
Rony mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu pemerintah mengatasi persoalan persampahan.
Salah satu langkah paling sederhana namun penting, kata dia, adalah memilah sampah sejak dari sumbernya.
Pemilahan dari sumber akan membantu mengurangi timbulan sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA), sekaligus memudahkan pengelola melakukan pengolahan hingga sampah tersebut memenuhi standar untuk didaur ulang.
“Prinsipnya adalah sampahmu adalah tanggung jawabmu. Mari kita mulai memilah sampah dari sumbernya. Dengan begitu, kita bisa mengurangi timbulan sampah yang masuk ke TPA dan memudahkan para pengelola dalam mengolahnya hingga menjadi material yang layak didaur ulang,” tegas Rony.
Apresiasi untuk Mitra Program Ocean Heroes
Dalam kesempatan tersebut, Rony juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung berbagai program persampahan yang dijalankan BSI Dompu Green Asri.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada seluruh sekolah mitra yang telah berpartisipasi dalam Program Ocean Heroes, yang kini telah memasuki tahun ketiga.
“Terima kasih banyak kepada seluruh sekolah mitra yang telah berpartisipasi dalam Program Ocean Heroes yang sudah menginjak tahun ketiga,” ujarnya.
Apresiasi juga diberikan kepada seluruh mitra kolektor serta Bank Sampah Unit (BSU) desa dan kelurahan yang ikut berpartisipasi dalam program persampahan di Kabupaten Dompu.
Rony turut menyampaikan terima kasih kepada Kodim 1614/Dompu atas dukungan yang diberikan, khususnya dalam program pengadaan keranjang sampah berbahan plastik daur ulang untuk area publik serta dukungan terhadap program perkebunan organik yang berlokasi di area Makodim Dompu.
“Terima kasih juga kami sampaikan kepada Kodim 1614/Dompu atas support yang telah diberikan, khususnya pada program pengadaan keranjang sampah plastik daur ulang di area publik dan dukungannya terhadap perkebunan organik di area Mako Kodim Dompu,” katanya.
Tak lupa, Rony memberikan apresiasi khusus kepada Plastic Bank Indonesia selaku sponsor utama Program Ocean Heroes.
Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat, sekolah, pemerintah, komunitas, dunia usaha, kolektor, bank sampah dan berbagai institusi menjadi kunci dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Sebab, mengatasi sampah bukan semata-mata persoalan bagaimana mendapatkan uang dari sampah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana setiap orang bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkannya.
“Sampahmu adalah tanggung jawabmu. Pilah dari sumbernya, kurangi yang masuk ke TPA, dan berikan kesempatan kepada sampah yang masih bernilai untuk kembali masuk ke siklus daur ulang," jelasnya mengakhiri. (emo).