Melewati Masa Sulit di Awal Pernikahan, Begini Triknya untuk Tetap Bahagia -->

Kategori Berita

.

Melewati Masa Sulit di Awal Pernikahan, Begini Triknya untuk Tetap Bahagia

Koran lensa pos
Jumat, 05 Juni 2026

 



Melewati Masa Sulit di Awal Pernikahan, Begini Triknya untuk Tetap Bahagia

Kehidupan tiga bulan bahkan di dua tahun pertama pernikahan menjadi masa sulit yang penuh ujian. Badai dan cobaan akan dihadapi setiap pasangan yang baru membina kehidupan berumah tangga (keluarga). 

Menyatukan dua orang yang berbeda watak, sikap dan perangai dalam waktu singkat bukanlah perkara mudah. Membutuhkan waktu dan perjuangan bahkan pengorbanan dari kedua belah pihak. 

Dua orang yang sebelumnya terlihat penuh perhatian dan ingin berkorban bahkan mau melakukan apa saja demi pasangannya. Namun di masa awal membina kehidupan bersama dalam mahligai rumah tangga mulai berubah secara perlahan. 


Semua yang dirasa tidak nyaman (tidak menyenangkan hati) akan mulai muncul satu per satu di awal masa pernikahan. 

Itulah perjalanan kehidupan rumah tangga yang perlu dimaknai dan dihayati oleh setiap pasangan muda. Bahwa setelah menikah tidak semua bisa menjamin setiap orang bisa bersikap dan berperilaku yang meneduhkan pasangannya. 
Bahkan di awal kehidupan pernikahan kerap muncul banyak masalah yang kadang menggoncangkan hati dan perasaan pasangan. 

Di sinilah komitmen yang pernah diikrarkan saat pertama kali mau menikah harus dikuatkan kembali bahwa satu sama lainnya harus saling memahami untuk bisa bersama dalam suka dan duka. 

Di antara komitmen itu adalah aku tidak akan berharga apa-apa tanpa kamu dan sebaliknya. 

Kalau komitmen yang sudah pernah diikrarkan sebelum menikah tidak bisa dikuatkan kembali itu bisa berbahaya dan berdampak tidak baik bagi kedua pasngan suami istri yang baru menikah.

Komitmen yang dikuatkan kembali itu pada prinsipnya untuk membuat pasangan yang baru menikah bisa kembali saling menyayangi satu sama lain tanpa harus menyakiti ditengah banyaknya kontra atau ketidaksesuaian yang terjadi. 

Saat pasangan bisa merasa tenang, dihargai, dan tidak perlu menebak-nebak hal apa yang tengah terjadi, komitmen yang kembali dikuatkan itu akan membuat ikatan cinta yang pernah bersemi tumbuh semakin kuat dan tulus serta akan memantik pasangan yang baru menikah bisa saling memaafkan ketika ada persoalan yang dirasa tidak mengenakan hati yang saat tidak diselesaikan dengan baik dan terarah bisa meruncing keduanya untuk berlama-lama tidak saling menyapa.

Ada beberapa trik yang bisa dilakukan dalam menguatkan komitmen untuk bisa saling sayang antara suami dan istri yang baru menikah, diantaranya adalah;

Cari tahu apakah pasangan lebih merasa disayang lewat pujian, hadiah, waktu berkualitas, sentuhan fisik, atau pelayanan. Berikan cinta sesuai dengan bahasa yang paling dia pahami.

Saat pasangan bercerita, berikan perhatian penuh tanpa menghakimi atau langsung memotong pembicaraan. Ini membuatnya merasa didengar dan dimengerti.

Jangan ragu mengucapkan terima kasih untuk hal-hal kecil yang dia lakukan. Pujian tulus bisa meningkatkan harga dirinya.

Saat bercengkrama dengan pasangan sampaikan keinginan dan perasaan dengan jujur namun lembut. Hindari kebiasaan mendiamkan atau menebak-nebak masalah.

Perasaan cinta paling terasa saat tindakan sejalan dengan kata-kata. Konsistensi dalam memperlakukan pasangan dengan baik adalah bukti keseriusan.

Demikian pencerahan ini, mudah-mudahan ada manfaatnya untuk kebaikan kita semua terutama bagi para pasangan muda yang baru menikah dan merencanakan untuk menikah. 

Penulis: Firmansyah, S.Psi., M.MKes, Koordinator Subbag Komunikasi Pimpinan Bagian Prokopim Sekretariat Daerah Kabupaten  Dompu.