Acara lauching Gerakan 21 "Kambeke Ana" dan Pelantikan FAD oleh Bupati Dompu, Bambang Firdaus di RTH Karijawa, Rabu (8/4/2026)Dompu, koranlensapos.com - Acara Launching Gerakan 21 "Kambeke Ana' dan Pelantikan Forum Anak Dompu (FAD) berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Karijawa, Rabu (8/4/2026) sore.
Bupati Dompu, Bambang Firdaus menjelaskan mengatakan indikator kemajuan sebuah daerah, diukur dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik infrastruktur. Namun pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) juga hal yang amat penting dan tidak boleh dilewatkan. Pengembangan SDM dimulai dari masa anak-anak sampai remaja.
Dikemukakan Bupati, tantangan ke depan dalam tumbuh kembang anak begitu kompleks. Sebab mereka hidup di era kemajuan zaman dan globalisasi. Berbagai masalah yang dihadapi seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga kenakalan remaja menjadi ancaman nyata yang tidak bisa diabaikan.
"Menjawab permasalahan tersebut, pada hari ini kita meluncurkan sebuah gerakan bersama yang berbasis nilai lokal masyarakat Dompu, yaitu gerakan 21 “Kambeke Ana”," ungkap Bupati Bambang.
Diuraikan Bupati, gerakan ini mengandung pesan sederhana namun sangat penting. Bahwa pada pukul 21:00, anak-anak sudah berada di rumah dalam pengawasan orang tua.
“Ini bukan sekadar pembatasan, tetapi merupakan langkah preventif, salah satunya melindungi anak dari berbagai potensi bahaya di malam hari," kata Bupati.
Bupati juga menerangkan, eksistensi FAD merupakan wujud nyata komitmen dalam memberikan ruang bagi anak berpartisipasi dalam pembangunan .
“Kepada anak-anakku yang dilantik saya ucapkan selamat. Jadilah pelopor kebaikan, katalisator, contoh bagi teman-teman kalian dan jadilah generasi yang membanggakan daerah,” pintanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Miftahul Suadah, berharap launching dan pelantikan hari ini tidak hanya seremonial belaka, akan tetapi setelah ini ada komitmen bersama stakeholder terkait menjalankan program ini secara berkelanjutan.
"DPPA hadir sebagai garda terdepan melaksanakan urusan pemerintahan, kami mendapatkan mandatori langsung dari negara melindungi hak hak-hak perempuan dan anak," ucap Suad.
Dikatakannya, tanggung jawab melindungi perempuan dan anak merupakan tugas yang berat. "Oleh karena itu, kolabarasi dan kekompakan semua pihak sangat kami harapkan," harapnya.
Kegiatan ini dihadiri pula Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Dompu, Ketua DPRD Kabupaten Dompu, unsur Forkopimda, para Asisten Setda, pimpinan OPD, Camat Dompu, para lurah, perwakilan Kejaksaan Negeri, serta masyarakat yang hadir dengan penuh antusias.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan tari tradisional khas Dompu, dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat hak cipta Program 21 Kambeke Ana sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap program tersebut.
Selanjutnya, dilaksanakan pelantikan Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Dompu yang diikuti oleh perwakilan anak dari seluruh kecamatan. Penyerahan bendera secara simbolis menjadi tanda amanah bagi anak-anak untuk menjadi pelopor dan pelapor di lingkungan masing-masing.
Sebagai wujud komitmen bersama, seluruh pihak turut melakukan penandatanganan dukungan terhadap pelaksanaan program.
Kegiatan kemudian ditutup dengan peluncuran secara simbolis Program 21 Kambeke Ana melalui pemukulan kentongan bambu sebagai tanda dimulainya upaya bersama dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan anak di Kabupaten Dompu.
Melalui momentum ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat bergerak bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak. (emo).

Komentar