BSI Mountrash Terus Berjibaku Perangi Sampah di Bumi Nggahi Rawi Pahu -->

Kategori Berita

.

BSI Mountrash Terus Berjibaku Perangi Sampah di Bumi Nggahi Rawi Pahu

Koran lensa pos
Kamis, 16 April 2026

 

Serba-serbi kegiatan BSI Mountrash Dompu bersama PT. Bank Plastik Indonesia dalam membantu Pemerintah daerah mengatasi persoalan sampah plastik di Bumi Nggahi Rawi Pahu



Dompu, koranlensapos.com - Bank Sampah Induk (BSI) Mountrash terus berjibaku memerangi sampah plastik yang ada di Kabupaten Dompu. Lembaga yang dinakhodai Rony Haryato, pria asal Jember Jawa Timur ini terus berjuang menyelamatkan daerah berjuluk Bumi Nggahi Rawi Pahu itu dari ancaman sampah-sampah plastik.

Sspintas usaha Rony Haryato bersama sang istri Sri Rahayu adalah bisnis semata. Ya, tampaknya sama dengan pengepul besi, kardus dan botol-botol bekas lainnya. Namun faktanya tidak demikian. 

Apa bedanya?

Rony menjelaskan pengepul rongsokan dengan bank sampah memang sama-sama berkutat pada kegiatan ekonomi sirkular. Tetapi bedanya, pengepul rongsokan fokus pada barang yang memiliki profit besar, seperti besi, aluminium, tembaga dan kardus. Sedangkan kegiatan ekonomi sirkular bank sampah difokuskan pada plastik daur ulang yang profitnya sangat kecil. Sebab usaha ini bukan bisnis semata, namun upaya penyelamatan lingkungan dari ancaman sampah plastik di Kabupaten Dompu.

 "Jadi kami bank sampah ini 50 persen kegiatan ekonomi sirkular fokus pada sampah plastik yang profitnya sangat kecil dan 50 persen lagi sosial edukasi seperti program Ocean Heroes yang dijalankan saat ini dengan sekolaah-sekolah mitra.

"Sudah ada 46 sekolah mitra yang telah bergabung," sebut Roni.


Pada sisi yang lain mereka berjuang membantu pemerintah dan masyarakat Dompu dalam mengentaskan sampah-sampah plastik agar tidak mencemari lingkungan hidup. Mereka juga getol melakukan edukasi kepada masyarakat untuk bersama menjaga lingkungan agar tidak dicemari sampah-sampah plastik. 

Dalam berbagai diskusi dengan koranlensapos.com, Rony membeberkan perjuangan memerangi sampah ini tanggung jawab bersama. Tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah daerah saja. Selama ini pembuangan sampah ke TPA Lune masih bersifat open dumping (pembuangan terbuka). Sampah-sampah yang dikumpulkan langsung dibuang begitu saja tanpa diawali proses pemilahan terlebih dahulu.


Menurut Rony, praktik pembuangan sampah sistem open dumping ini belum sesuai dengan UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Sebelum dibuang ke TPA, semestinya terlebih dahulu dilakukan pemilahan dengan prinsip 3R (Reduce/mengurangi, Reuse/menggunakan kembali, dan Recycle/mendaur ulang). 

BSI Mountrash hadir di Dompu untuk membantu pemerintah daerah agar proses 3R itu bisa terlaksana mulai dari skala rumah tangga. Tujuannya agar sampah tidak menumpuk di TPA yang kian lama akan membukit bahkan menggunung. 


"Kolaborasi dalam mengatasi persoalan sampah itu harus dilakukan karena ini tanggung jawab bersama dan harus diatasi bersama," jelas Rony pada suatu kesempatan. 

Dipaparkan Rony, sampah plastik itu bila tidak diatasi, maka kerusakan lingkungan tak dapat dihindari. Sampah plastik yang dibuang di sembarang tempat, akan merusak nilai keindahan. Apalagi jika dibuang di parit atau sungai maka akan bisa menghambat aliran air. Akibatnya akan terjadi luapan air bah ke tempat-tempat permukiman warga. Kalau lolos sampai ke laut, maka akan mencemari kehidupan di dalamnya. Sampah plastik itu mungkin dalam hitungan belasan atau puluhan tahun akan terlihat hancur di dalam air, tetapi bukan terurai menjadi tanah. Ia akan menjadi partikel-partikel kecil yang tidak kasatmata. Pada akhirnya akan dimakan oleh ikan-ikan dan biota laut lainnya. Ikan-ikan itu kemudian menjadi santapan manusia.

Menurutnya, membakar sampah plastik bukanlah solusi untuk menghindari tumpukan sampah. Sampah plastik yang dibakar akan menimbulkan pencemaran pada udara yang dihirup. Sampah plastik yang dibakar akan melepaskan gas beracun yang bisa berdampak buruk pada kesehatan baik jangka pendek maupun panjang.  Sisa pembakaran sampah plastik ini membentuk mikroplastik yang mencemari kesehatan lingkungan. Mikroplastik ini akan dihisap oleh tanaman maupun akan mencemari sumber air bagi kehidupan.

Rony bersama istri datang di Dompu sejak tahun 2012. Kemudian bergerak di bidang sosial plastik dan mendirikan BSI Mountrash Dompu pada tahun 2019. Sedangkan legal standing-nya baru terbit di tahun 2021.

Kemitraan juga dibangun dengan PT. Mountrash Avatar Indonesia dan saat ini turut menggandeng PT. Plastic Bank Indonesia melalui PT. Rahayu Nusantara Green, lini usaha yang dididirikan oleh Sri Rahayu.

Pada tahun 2026 ini, Pemkab Dompu melalui Dinas Lingkungan Hidup memberikan dukungan berupa hanggar TPS3R yang dalam proses pengerjaan.

Rony Haryato bersama istri melakukan pengiriman sampah plastik daur ulang ke Jawa dalam satu bulan 24.000 hingga 30.000 kg atau 15.000 kg per fuso dalam setiap pengiriman. (emo).