Pelaksanaan LCC Budaya untuk Tingkat SD dan SMP sederajat di Kabupaten Dompu yang berlangsung di RTH Karijawa, Selasa (28/4/2026)Dompu, koranlensapos.com - Memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026, Dinas Dikpora Kabupaten Dompu menggelar serangkaian kegiatan lomba. Salah satunya Lomba Cerdas Cermat Budaya Dompu yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Karijawa pada Selasa (28/4/2026).
Lomba cerdas cermat budaya ini diikuti 10 regu tingkat SD se-Kabupaten Dompu. Hasil akhirnya, tim perwakilan SDN 02 Woja meraih Juara 1. Sedangkan juara 2 diraih SDN 20 Dompu dan SD 05 Hu'u di posisi ketiga.
Selain SD, lomba cerdas cermat budaya ini diikuti 17 regu tingkat SMP. Babak penyisihan untuk tingkat SMP dimulai bakda Asar dan berlangsung sampai malam hari sekitar pukul 22.30 Wita. Sedangkan babak semifinal dan final akan dilanjutkan pada hari ini, Rabu (29/4/2026).
Untuk diketahui, Lomba Cerdas Cermat Budaya ini untuk pertama kalinya digelar oleh Dinas Dikpora Kabupaten Dompu. Sekdis Muhammad Ihsan menyebut LCC Budaya ini sebagai implementasi dari Kurikulum Muatan Lokal Budaya Dompu yang telah menjadi materi pembelajaran di sekolah SD dan SMP di daerah bermoto Nggahi Rawi Pahu itu. Kurikulum Mulok tentang Budaya Dompu ini dilaunching Bupati Bambang Firdaus pada Upacara Peringatan Hardiknas 2 Mei 2025 lalu.
"Cerdas cermat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi budaya pada peserta didik, meningkatkan kompetensi peserta didik terhadap sejarah dan budaya Dompu, serta menumbuhkan rasa memiliki dan kecintaan terhadap kearifan lokal Bumi Nggahi Rawi Pahu," jelas Ihsan.
Pantauan langsung koranlensapos.com, kegiatan LCC Budaya ini diikuti dengan antusias oleh para siswa SD dan SMP sederajat itu. Para kepala sekolah dan guru pendamping terlihat menyemangati siswa-siswi mereka yang sedang mengikuti lomba itu. Materi LCC ini memuat tentang identitas, seni budaya, potensi daerah, pakaian adat, bahasa, corak pemerintahan dari masa ke masa serta situs-situs peninggalan sejarah Dompu.
Pelaksanaan LCC Budaya ini mendapat apresiasi dari para pegiat budaya Dompu. Hj. Nurhaidah dari Komunitas Padompo mengemukakan LCC ini merupakan salah satu cara efektif untuk menanamkan pemahaman tentang sejarah dan budaya Dompu kepada para pelajar selaku generasi muda.
"Cara paling efektif untuk membumikan sejarah dan budaya Dompu, di samping melalui Mulok, juga melalui lomba-lomba seperti ini," ujar putri penulis buku Sejarah Kerajaan Dompu, Israil M. Saleh itu.
Menurutnya, para pelajar akan lebih cepat menyerap pengetahuan dengan kegiatan yang kreatif seperti lomba cerdas cermat. "Ini suatu cara "memaksa mereka" untuk belajar tentang sejarah dan budaya Dompu," urainya.
Umi Dau berharap Dinas Dikpora juga ke depan dapat menggelar lomba-lomba tarian klasik Dompu. Kegiatan itu sebagai upaya merawat tarian klasik Dompu lewat pelajar-pelajar yang mengikuti lomba. Ibarat peribahasa "sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui", dengan diadakannya lomba itu, pelajar akan mengetahui jenis-jenis tarian klasik Dompu sekaligus mewariskan kepada generasi penerus dan merawat budaya leluhur.
Masih dari Komunitas Padompo, apresiasi atas pelaksanaan LCC Budaya disampaikan Adiansyah Dompu.
"Apresiasi yang tinggi untuk Kawan-kawan di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dompu juga untuk kawan-kawan Panitia dan Tim Penyusun Soal Cerdas Cermat Budaya DOMPU 2026 yang diadakan oleh Dinas Dikpora Kabupaten Dompu," tulis pria yang selalu mencurahkan pikirannya untuk Dompu meski berdomisili di DIY itu.
Menurutnya, LCC Budaya perdana ini mencerminkan sebuah langkah maju yang sangat efektif untuk menanamkan identitas dan budaya Dompu kepada generasi muda.
"Biasanya dalam hal seperti ini, identitas Dompu selalu menjadi subordinat dari identitas Mbojo. Identitas Mbojo-lah yang disebut walaupun itu sedang membahas identitas Dompu. Tetapi dengan hanya menuliskan nama Dompu dalam menyebut Suku dan identitas budaya lainnya, itu kemajuan besar yang sangat patut kita hargai dan apresiasi," jelasnya.
Selain mengapresiasi, pegiat budaya yang biasa disapa Dae Adi ini juga memberikan masukan untuk ke depannya agar pada soal dan jawaban dalam LCC benar-benar menguatkan tentang identitas dan budaya Dompu. Misalnya dalam bidang seni, tidak lagi menyebut Rawa Mbojo ro Dompu.
"Karena Cerdas cermat itu diadakan di atas Dana Dompu dan membahasa identitas Dompu, maka selayaknya disebut saja dengan Rawa Dompu, tidak perlu menyertakan Mbojo. Sebab yang harus kita cermati, jika kegiatan seperti ini diadakan di Bima, saya yakin nama Dompu tidak akan disebut berbarengan dengan nama Mbojo. Tapi itu tetap harus diapresiasi karena menyertakan bersamaan nama Dompu dan Mbojo secara setara," sarannya.
(emo).

Komentar