Dompu, koranlensapos.com - Kemarin, Jumat (28/11/2025) dilaksanakan program penghijauan. Lokasi penghijauan di So Sanggopa 2 Desa Dorebara Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu NTB.
Pepohonan yang ditanam antara lain alpukat, durian, klengkeng, rambutan, nangka, dan sawo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Dompu Hijau. Temanya mantap "1000 Pohon dari Dorebara untuk Dompu Lestari dan Dompu Maju".
Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Anggota DPRD Provinsi NTB, Akhdiansyah bekerja sama dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat.
Acara penanaman ini dihadiri langsung Bupati Dompu, Bambang Firdaus, Wabup Syirajuddin, Ketua DPRD Muttakun, Dandim 1614/Dompu, Letkol Czi Janu Hendarto, Kapolres Dompu yang diwakili Kapolsek IPDA Ade Helmi, Asisten H. Khaerul Insyan, Staf Ahli Miftahul Suadah, sejumlah Pimpinan OPD seperti
Kepala DPMPD Agus Salim, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Wahidin, Kepala BPKAD Muhammad Syahroni, Kadis LH Jufri MS, Kadis Dikpora H. Rifaid, Kadiskop UKM Hj. Daryati Kustilawati, Kadistanbun Syahrul Ramadhan, Kepala Bakesbangpol Ardiansyah, Kabag Prokopim Agus Miswara, Ketua Bawaslu Irwan beserta anggota Syafrudin, Komisioner KPU Yusuf, Camat Dompu H. Muhammad Iksan, PPL, Pemdes setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kelompok tani, serta para tokoh wanita.
Sesepuh Desa Dorebara, H. Suaidin menyampaikan rencana awal penanaman diagendakan tanggal 15 November. Namun hasil komunikasi dengan Bupati BBF belum bisa dilaksanakan pada tanggal tersebut.
"Bapak Bupati ingin menghadiri langsung acara penanaman ini sehingga baru bisa dilaksanakan hari ini," ungkap pensiunan PNS yang kini mengemban amanah menjadi Ketua DPD LDII Kabupaten Dompu itu.
Dikatakannya kerusakan lingkungan akibat penggundulan hutan menjadi keprihatinan bersama. Meski di wilayah Dorebara gunung masih terjaga kelestariannya oleh masyarakat setempat. Namun di tempat-tempat lain, penggundulan hutan sangat merajalela.
Dampak dari kerusakan lingkungan berupa terjadinya banjir maupun tanah longsor menjadi pembelajaran berharga. Tiada jalan lain, penanaman harus gencar dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan dari berbagai dampak kerusakan.
Berangkat dari keprihatinan itulah yang didukung sepenuhnya oleh Anleg Provinsi NTB, Akhdiansyah yang menyediakan bibit-bibit tanaman buah-buahan sehingga kegiatan penghijauan bisa terlaksana.
Akhdiansyah mengungkapkan rasa keprihatinannya terhadap kerusakan hutan yang begitu masif di Kabupaten Dompu. Dikatakannya hutan di Bumi Nggahi Rawi Pahu tersebut makin menyusut seiring dengan penggundulan yang terus terjadi. Sejak periode pertama menjadi Legislator Udayana, ia telah memulai dengan program-program pelestarian hutan di Kabupaten Dompu khususnya.
Berangkat dari keprihatinan dan kecintaan terhadap tanah kelahiran menguatkan dorongan baginya untuk terus berbuat mengembalikan kondisi hutan di Dompu. Ia memulainya dari Desa Dorebara, kampung halamannya.
"Siapa lagi kalau bukan kita," kata Anleg NTB 2 periode utusan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Anggota DPRD NTB, Akhdiansyah (Guru To'i) saat menyerahkan secara sinbolis bibit tanaman kepada Pengurus Kelompok Tani
Sosok santun dan bersahaja yang sejak masa kuliah telah menjadi kader Nahdlatul Ulama (NU) NTB ini mengingatkan sebuah kutipan bahwa bumi adalah titipan untuk anak cucu. Maka harus terus dijaga bersama agar kelak dapat diwariskan kepada anak cucu di masa mendatang dalam kondisi yang baik.
"Menjaga dan merawatnya adalah tanggung jawab kita bersama," ujarnya.
Menurutnya gerakan penanaman di Desa Dorebara ini sebuah upaya kecil untuk memantik hasrat setiap pribadi dalam menghijaukan bumi. Sehingga tidak ada lahan pekarangan maupun ladang yang dibiarkan kosong tanpa ditanami dengan sesuatu yang bermanfaat.
Lebih jauh dipaparkan Guru To'i bahwa penghijauan membawa manfaat secara ekologis dan ekonomis. "Secara ekologis ini menjamin keberlangsungan nyawa bumi ke depan. Satu pohon itu berfungsi untuk menghadirkan udara yang sehat, udara yang bagus dan bisa menjamin kehidupan kita," urainya.
Secara ekonomis, diharapkannya di lokasi tersebut akan menjadi kawasan ekowisata.
"Saya bermimpi dengan masyarakat Dorebara, suatu hari orang dari luar berwisata buah ke sini. Sehingga lokasi yang ditanami ini betul-betul diharapkan ke depan bisa melahirkan udara yang sehat dan bagus, juga berdampak ekonomis," ucapnya.
Guru To'i berharap Dorebara ke depan menjadi sentra lahirnya Dompu hijau untuk mewujudkan Dompu yang lestari dan maju. Ia berjanji setiap tahun akan merealisasikan program yang sama di kampung halamannya itu dan desa-desa sekitarnya.
"In sya'allah saya akan melakukan tiap tahun," janjinya.
Dikemukakannya, pelaksanaan penghijauan ini bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia.
"Semoga momentum Hari Menanam Pohon di Hari Jumat ini membawa keberkahan bagi kita semua. Pohon yang kita tanam ini semoga membawa keberkahan," doanya.
Bupati Bambang Firdaus sangat mengapresiasi gerakan penghijauan yang dilakukan Anleg NTB, Akhdiansyah bersama Pemdes dan masyarakat Desa Dorebara. Meski baru tiba dari perjalanan jauh di Mataram dan belum sempat rehat, Bupati menyempatkan untuk menghadiri kegiatan penanaman itu.
"Saya atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, luar biasa merasa bangga mendukung sepenuhnya kegiatan (penghijauan) ini," ungkap Bupati.
Bupati yang dikenal gemar menanam ini mengungkapkan menjaga keberlangsungan alam dan lingkungan sekitar merupakan tanggung jawab bersama. Semua komponen harus mengambil bagian dalam upaya pelestarian lingkungan.
"Kalau bukan kita siapa lagi yang menjaga alam ini," ucap Bupati yang cinta kebersihan ini.
Disebutnya kualitas kehidupan masyarakat di berbagai negara Eropa patut ditiru. Meski memiliki rumah mungil, namun memiliki halaman luas yang ditanami aneka pepononan buah-buahan, bunga dan sayur-sayuran. Suasana hijau dan asri sangat terasa dengan kondisi seperti itu.
Dijelaskan Bupati, keasrian aneka tanaman akan meningkatkan kualitas hidup sehingga bisa terhindar dari pikiran yang stres.
"Secara survei, vegetasi ini dapat meredakan tingkat stres dan depresi," bebernya.
Menurut Bupati, kerusakan alam memberi dampak buruk pada kualitas hidup manusia. Munculnya stres atau depresi sampai ada yang nekat bunuh diri, boleh jadi diakibatkan alam tidak lagi bersahabat dengan manusia. Keserakahan manusia dengan merusak hutan akan berdampak pada tingginya tingkat stres atau depresi. Sebaliknya alam yang lestari akan membuat hidup lebih bergairah dan berkualitas.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menjelaskan penghijauan membawa manfaat yang sangat positif. Dari pepohonan yang tumbuh akan menghasilkan oksigen yang berkualitas bagi kehidupan. Sebagai tempat bertengger bagi burung-burung pun menjadikan pepohonan itu bermanfaaf bagi kehidupan makhluk hidup lainnya.
Di samping itu, pepohonan berfungsi sebagai sumber cadangan mata air.
"Sudah berapa ratus titik mata air kita yang hilang. Apa penyebabnya? Karena kerusakan hutan," kata Bupati sembari berharap langkah penghijauan tersebut menjadi katalisator bagi desa-desa lainnya.
"Kegiatan ini jangan hanya seremonial saja, tetapi pohon yang ditanam harus dijaga, dirawat agar bisa tumbuh besar dan menghasilkan buah," pungkasnya. (emo).

Komentar